Bung Karno Disambut “Pasukan Kere”

Ini kisah tak terlupakan bagi masyarakat seniman Indonesia, khususnya seniman lukis atau perupa. Betapa bahwa Presiden Sukarno, adalah presiden dengan darah seni yang kental. Dalam banyak kesempatan, ia mengagung-agungkan sang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai yang masih keturunan Raja Singaraja dan memiliki darah seni. Bahkan statemennya terkait kesenimanan dirinya pun sudah terpublikasi di mana-mana, bahwa “Jika tidak menjadi Presiden, maka profesi kedua yang dipilih Bung Karno adalah pelukis.”

Walhasil, manakala bangsa kita hendak memperingati setahun kemerdekaannya, 1946, ia berencana memperingatinya dengan cara menggelar pameran lukisan. “Bung Karno menghubungi saya, dan menyampaikan niatnya mengadakan pesta lukisan untuk memperingati setahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hendra Gunawan, perupa kenamaan Indonesia yang lahir di Bandung 11 Juni 1918 dan wafat di Denpasar, Bali 17 Juli 1983.

Perhelatan pesta lukisan itu digelar di Gedung KNI (Komite Nasional Indonesia) di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Bung Karno bahkan sudah menyatakan rencananya untuk menghadiri acara itu sebagai Presiden/Kepala Negara, lengkap dengan tatanan dan aturan protokoler.

Jiwa “edan” seniman Hendra muncul… ia menghimpun puluhan gelandangan kere. Mereka dihimpun dan dikumpulkan di gedung KNI, menyambut Presiden Sukarno. Kontak protokol menolak ide gila Hendra. Apa boleh buat, Hendra ngotot dengan idenya. Tidak ada kompromi… mengumpulkan “pasukan kere” sebagai penyambut Presiden, atau acara batal sama sekali!

Protokol menyerah… acara pameran lukisan Hendra Gunawan pun dilangsungkan dengan rangkaian acara unik. Sepasukan gelandangan kere berjejer menunggu kehadiran Bung Karno sang presiden. Yang terjadi kemudian adalah sebuah drama menarik. Bung Karno diiringi pasukan pengawal datang dan… betapa terkejut, tercengang, dan betapa kagetnya Bung Karno demi melihat pasukan gelandangan.

Ekspresi kaget itu hanya berlangsung singkat sesaat. Selanjutnya, tampak Bung Karno tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala. Ia pun segera menghambur ke Hendra Gunawan dan memeluknya erat-erat. Tampak Bung Karno tak kuasa membendung air mata haru.

Kepada wartawan Hendra menuturkan ihwal ide gilanya tadi. Menurutnya, “Setiap orang berhak melihat lukisan saya, dan saya berhak memperkenalkan karya-karya saya kepada siapa saja.” Dan menurutnya, Bung Karno sangat menghargai ide gilanya. Bung Karno menilai, apa pun gagasan setiap seniman, pada galibnya menyimpan nilai-nilai kemanusiaan. (roso daras)

Iklan
Published in: on 16 Mei 2010 at 06:52  Comments (10)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2010/05/16/bung-karno-disambut-pasukan-kere/trackback/

RSS feed for comments on this post.

10 KomentarTinggalkan komentar

  1. Bung Roso…. kemana aja nyari referensi soal Bung Karno kok gak pernah kering ide gitu….

    • Mas Roso, tulunk ditulis soal berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan…

      • Bung Iwa, tentu menjadi sebuah tulisan yang panjang…bahkan menjadi sebuah buku tersendiri. Ide yang bagus…. Terima kasih.

  2. Mas Roso…terima kasih atas pemuatan kisah ini…ini adalah sepenggal cerita tentang Bapa saya yang belum saya ketahui dari satu sisi pribadi Bapa yang sudah saya kenal betul….ada hal lain yang bisa saya ceritakan kembali ke anak2 (cucu Hendra)…sekali lagi terimaksih…

    • Djingga Prakasa… terima kasih atas kunjungan dan komennya. Saya ikut senang jika kisah ini bisa menjadi memori indah yang menginspirasi putra-putri, cucu-cucu dan keturunan mendiang Hendra Gunawan.

    • Mas Djingga Prakasa, saya minta ijin untuk menuliskan kisah tentang Bapa anda, Hendra Gunawan. Dan kalau berkenan, bolehkah saya mendapat informasi terkait Hendra Gunawan, seperti riwayat hidupnya, dan karya-karya yang sudah dihasilkan.. atau mungkin mas bisa menunjukan dimana saya bisa mendapatkannya. Ini terkait dengan sumber-sumber informasi yang terbatas ketika melacak jejak rekam beliau..
      Terima kasih

  3. Mas,,,kisah-kisah Bung Karno yang ada di blog ini sangat menarik dan pasti banyak peminatnya…Apakah blog ini sudah di share ke FB? Saya coba cari FB nya Roso Daras…ada tapi cerita2 nya tdak ada..atau barangkali sayanya yang gaptek…tidak bisa ngelink blog ini dengan FB saya…mohon petunjuk..hatur nuhun…

    • Mas Djingga, klik saja di halaman depan (bagian bawah) untuk mengikuti blog ini. Dengan begitu, Anda akan mendapat pemberitahuan setiap ada postingan baru.

  4. Mas Roso, terima kasih atas artikelnya.. walaupun yang saya cari itu tentang Hendra gunawannya, tetapi cerita ini sangat menarik jika dinilai dari konteks historis..
    Terima kasih

    • Terima kasih kembali mas Raka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: