Saatnya Berbuat… Berbuat Lebih…

Dear pengunjung setia blog http://www.rosodaras.wordpress.com

Tidak penting excuse apa yang harus saya sampaikan, ketika sekian lama “menghilang” bahkan cenderung “menelantarkan” blog ini. Menulis buku? Ah… klise kedengarannya. Sibuk bekerja? Ah. apakah sebelumnya saya menganggur? Tidak juga…. Dus, sudahlah… mohon jangan tanyakan alasan mengapa.

Satu hal yang pasti, saya kembali hadir dengan semangat baru. Kali ini, benar-benar mirip seorang petinju yang habis kena upper-cut telak, lalu tiba-tiba ia bisa bangkit dan kembali “menari” di tengah ring. Pengamat menyebutnya “second wind”.

Kalimat penyemangat yang begitu menggila akhir-akhir ini adalah “BERBUAT”. Benar, barangkali inilah satu titik di mana kata tadi tiba-tiba menjadi begitu sarat makna.

Mungkin –dalam skala kecil– saya sudah berbuat untuk syiar Bung Karno. Setidaknya, semampu yang saya bisa. Kini, ada desakan yang begitu besar untuk BERBUAT LEBIH. Jangan pula bertanya, “mengapa?”…. Sebab, saya pasti akan jawab, “Entah”.

Sampailah saya pada satu keputusan untuk segera mendirikan lembaga nirlaba untuk memadahi segala aktivitas terkait “Sukarno kita”. Segeralah saya sadar, bahwa sudah jutaan pengagum, pembelajar, pemerhati, bahkan pembeci Sukarno yang sudah singgah di blog ini. “Ah saya harus share soalan ini lewat blog,” maka jadilah postingan ini.

Singkat kalimat, dengan ini saya mengajak Anda semua untuk ikut berpartisipasi dalam wadah yang akan segera saya dirikan. Mungkin bisa menjadi pendukung aktif dengan bersedia menjadi pengurus, atau memberi dukungan lain sebatas dan seikhlas kemampuan dan kemauan masing-masing.

Setidaknya, saya sudah plong… Sebab, saya merasa sudah menyampaikan ini untuk pertama kali melalui blog ini, dengan harapan tidak satu pun di antara pengunjung setia blog ini yang merasa, “Kok aku tidak (diberi) tahu?”….

Mari berbuat…. Berbuat lebih untuk Sukarno dan Indonesia. (roso daras)

Published in: on 31 Maret 2016 at 15:28  Comments (9)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2016/03/31/saatnya-berbuat-berbuat-lebih/trackback/

RSS feed for comments on this post.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. Terimakasih Bung Roso Daras.., dg mengikuti dan sekaligus membaca artikel di blog ini menjadikan saya ingin belajar dan belajar terus untuk menjadi manusia INDONESIA seutuhnya yg bejiwa NASASOS.
    Harapan saya dg artikel Bung Roso Daras, yg berkelanjutan membawa manfaat untuk bangsa INDONESI, terutama ajaran Bung Karno ” MARHAENISM ” tetap lestari.
    Salam Marhaen.
    Slawi, 1 April 2016

    • terima asih Bung Juang Kristanto… Salam Marhaen!

      • Selamat malam Bung Roso Daras…
        Apa kabar .., semoga selalu sehat dan tetap semangat…

  2. Kedepan aktivitasnya apa saja bung?

    • Hani… kita mau berbuat dan berbuat… Rancang-bangun organisasinya sudah hampir rampung… Semoga bisa launching tahun ini juga.

  3. Membenci Bung Karno? ya tidaklah…. Sungguh tidak baik membenci orang lain….. apalagi yang sudah meninggal. Bahkan kepada sesama muslim kita harus mendoakan agar mendapat ampunan dari Sang Khaliq.

    • Mas Luthfy… sehat-sehat selalu yaaaa…

  4. Saya siap bergabung Bung RD ūüėÄ

  5. Wah skrg sudah menjelang akhir tahun 2022. Sementara perusakan NKRI dgn kemusyrikan² modern seperti demokrasi liberal, kapitalisme, liberalisme, moderatisme dkk terus berlangsung. Para pelakunya tidak menyadari akan datang Goro² / Al Malhamah / Kiamat Injil Wahyu / Siklus & Berbahaya Akhir Zaman Dunia Suku Maya / Kiamat Suku Maya yg ternyata adalah proses pemeliharaan planet Bumi dgn cara dibakar dosa² yg menyelimutinya yg dijalankan berulang tiap 5125 tahun sekali. Org² yg menjalankan kemusyrikan tradisional, modern & kemunafikan keterlaluan yg berarti punya dosa² besar & akan ikut terbakar dosanya dlm proses pemeliharaan planet Bumi itu yg bisa membuat terhapus memory otaknya, terkutuk & mati mendadak. Sehingga dgn mengerti & memahami proses ini, akan jd mudah utk mengerti mengapa dlm Kitab Musarar Jayabaya dlm kaitan munculnya satrio yg berhati suci / bersih tapi masih tersembunyi / Satrio Piningit ini ada pernyataan negeri akan tenggelam karena kutukan. Siapa yg bersalah?
    Tentu sj org² yg menjalankan kemusyrikan tradisional, modern & kemunafikan keterlaluan itu. Jadi jika mereka terus terkutuk / binasa, maka itu akan jadi balasan yg setimpal dgn perbuatan yg dilakukannya selama ini dlm merusak NKRI. Tentu sj org² yg masih bisa menjalani kehidupan setelah Goro² & melihat peristiwa² dahsyat dlm Goro² & akibat yg diterima pd org² yg banyak berbuat dosa itu tidak akan memakai sistem kemusyrikan² modern itu lagi & itu akan menjadi suatu hal yg wajar saja he.3x!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: