Kesaksian Maulwi Saelan, Wakil Komandan Tjakrabirawa

Beberapa waktu lalu saya menemukan buku H. Maulwi Saelan, Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa, Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66. Buku ini, sepertinya, pernah saya baca sekitar tahun 2001. Benar. Ini memang buku yang sama untuk cetakan yang ketiga. Buku ini menarik, karena memuat kesaksian saksi mata, orang dekat, orang ring satu-nya Bung Karno: H. Maulwi Saelan.

Sebagai Wakil Komandan Tjakrabirawa, sebuah resimen yang bertugas mengamankan presiden, Maulwi Saelan tahu banyak jalannya sejarah yang terjadi sejak tahun 1962 hingga lengsernya Bung Karno. Ia sendiri termasuk tentara yang dipanggil khusus ke Jakarta dari Makassar untuk mengonsep dan mempersiapkan pembentukan Resiman Tjakrabirawa tersebut. Jabatan pertamanya adalah Kepala Staf dengan pengkat Kolonel CPM.

Dalam buku tersebut, Maulwi membeberkan secara gamblang ihwal tragedi Gerakan 30 September 1965 atau yang Bung Karno selalu istilahkan sebagai Gerakan 1 Oktober (Gestok). Maulwi dengan sangat pasti menyebut bahwa gerakan itu merupakan kudeta yang dilakukan Soeharto kepada Sukarno. Tentu saja, ini murni pandangan Maulwi Saelan, dengan dukungan kesaksian sebagai saksi hidup.

Selain topik hangat tersebut, buku ini juga mengulas riwayat karier Maulwi yang juga pernah tercatat sebagai kiper PSSI. Karenanya, ia dikomentari oleh Dr Asvi Marwan Adam dalam kata pengantarnya, dengan istilah Penjaga Gawang hingga Penjaga Presiden.

Pada bagian lain, ia mengulas juga sejarah lahirnya Resimen Tjakrabirawa. Nah, yang ini nanti akan saya kupas khusus, guna memenuhi “request” tamu blog ini.

Sebenarnya masih banyak kandungan buku ini. Tapi jari-jemari ini sungguh berat buat disuruh menari di atas tuts laptop. Bisa jadi karena pengaruh “jetlag” mudik, kemarin dulu…. Karenanya, saya sudahi saja info tentang salah satu koleksi buku (referensi) saya tentang sosok Bung Karno ini.

Sebagai penutup, saya kutipkan kata-kata Bung Karno yang diucapkan khusus kepada Maulwi Saelan pasca tragedi Gestok. “Saelan, percayalah! Saya yakin nanti sejarah akan mengungkapkan kebenaran dan siapa yang sebetulnya benar, Soeharto atau Sukarno!”. (roso daras)

Published in: on 15 September 2010 at 12:03  Comments (19)  
Tags: , ,