Film tentang Bung Karno

Bukan satu dua… sebut saja banyak… komentator blog ini yang berandai-andai, “seandainya kisah Bung Karno diangkat ke layar perak”…. “seandainya ada film tentang Bung Karno”…. Sejatinya, harapan itu bukan harapan kosong. Sejumlah sineas pernah membuat film tentang Putra Sang Fajar. Hanya saja, entah karena alalasan politik atau alasan lain, belum ada satu pun produser film yang berani mengangkat film tentang Bung Karno secara utuh.

Karenanya, film tentang Bung Karno hanya bersifat tempelan. Ada film tentang G-30-S yang menampilkan Bung Karno dalam sudut pandang pemerintahan Orde Baru. Ada film dokumenter tentang Bung Karno yang mandeg di laci produser. Ada film TV tentang kisah cinta Bung Karno dan Fatmawati. Alhasil, belum ada satu pun film tentang Bung Karno secara utuh. Sebuah film yang memotret sang proklamator secara utuh, sejak kelahiran hingga wafatnya.

Kini, kita boleh berharap tentang hadirnya film tersebut. Sebuah PH di bilangan Kebayoran Baru, tengah mempersiapkan produksi film Bung Karno. Itu tentu sebuah kabar gembira bagi kita semua anak bangsa. Buat saya? Lebih menggembirakan lagi. Pasalnya, saya ternyata terpilih sebagai salah satu calon penulis skenario film itu!!!

Rasa bahagia yang membuncah inilah yang hendak saya bagi ke pengunjung blog setia. Atas permintaan PH tersebut, saya sudah menyusun sebuah sinopsis, yang saat ini tengah mereka pelajari. Selain saya, ternyata juga bercokol sejumlah calon penulis skenario lain, yang barangkali juga diminta menulis sinopsis pula. Para calon penulis itu, percayalah, qualified. Sejumlah nama penulis besar ada di kantong mereka.

Itu artinya, hingga posting ini saya upload, belum ada kepastian, siapakah yang bakal terpilih menjadi penulis skenario film Bung Karno. Kepada produser dan stafnya, saya pribadi hanya mengucap terima kasih atas peluang dan kesempatan menyampaikan sinopsis yang diberikan. Sebab, siapa pun yang nanti terpilih, sama sekali tidak mengurangi rasa hormat dan apresiasi saya kepada PH ini yang telah berkenan memfilmkan tokoh pemersatu bangsa kita.

Dalam hati, bergemuruh gairah yang meluap-luap untuk bisa mendedikasikan sebuah karya bagi Bapak Bangsa itu. Sudah melayang imaji saya pada Sukarno kecil yang kelahirannya disambut letusan Gunung Kelud, 6 Juni 1901. Sudah tergambar bagaimana di suatu fajar, Ibunda memangku Kusno kecil berkata, “Ingat nak, engkau adalah putra dari sang fajar. Engkau akan menjadi orang besar.”

Ingat pula bagaimana Sukarno remaja berkelahi dengan remaja bule. Terbayang pula bagaimana HOS Cokroaminoto menanamkan benih-benih cinta tanah air, benih-benih pemberontakan, benih-benih tekad baja melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajah Belanda. Melayang-layang pula masa-masa perjuangan Bung Karno hingga ditangkap, dipenjara, dan dibuang. Terlintas pula bagaimana Bung Karno mengguncang dunia… dan tentu saja, lekat pula bayangan bagaimana Bung Karno dinista oleh bangsanya sendiri hingga ajal menjemput, 21 Juni 1970….

Sudahlah… satu hal yang patut kita catat hari ini adalah, siapa pun penulis skenarionya, kita segenap anak bangsa, boleh bergembira menyambut itikad mulia sebuah PH yang hendak mengangkat kisah Bung Karno ke layar perak. (roso daras)

Published in: on 7 Oktober 2010 at 12:25  Comments (29)  
Tags: ,