Mohon Doa buat Amin Aryoso

Sudah hampir satu minggu, tokoh GMNI, Sukarnois sejati, H. Amin Arjoso, SH tergolek sakit di Paviliun Kencana kamar 411, RSCM Jakarta. Siang tadi, Selasa (28/6), saya berkesempatan menjenguknya ke RSCM. Tubuhnya lunglai, peralatan medis menyelimuti tubuhnya. Bahasa medisnya, ia terserang stroke ringan.

Dan, ini bukan serangan pertama. Ia sudah terserang stroke sebelumnya. Melalui peratawan intensif, terapi intensif, pelan tapi pasti kondisinya membaik. Dari yang semula terkulai, mulai bisa berlatih jalan. Dari yang semula nyaris tidak bisa lagi bercakap-cakap, mulai bisa berbicara dengan relatif lancar.

Dalam pada itu, perjuangannya tidak pernah surut. Bahkan, buku tentang Amin Aryoso, Pemikiran dan Perjuangan Menegakkan Kembali UUD ’45 berhasil disusun oleh tim dan diluncurkan di Gedung Joang ’45, Menteng, Jakarta tahun lalu. Sejumlah sarasehan aktif ia ikuti. Sejumlah buku pun ia terbitkan atas nama Yayasan Kepada Bangsaku yang ia pimpin.

Bahkan sebelum terkulai sakit minggu lalu, ia masih intens mengurus “penyelewengan” yang terjadi di Universitas 17 Agustus (Untag) Sunter. Sejumlah langkah hukum ia lakukan demi pulihnya visi dan misi Untag. Dalam kondisi sakit, Amin Aryoso pun –hampir bisa saya pastikan– otaknya terus bekerja.

Melalui posting-an ini, secara pribadi maupun atas nama Amin Aryoso dan keluarga, saya mintakan doa buat kesembuhan Amin Aryoso, tokoh nasionalis, Sukarnois yang paling konsisten yang bisa jadi teladan. Semoga, Amin Aryoso lekas sembuh, agar dia bisa kembali berjuang. Kita masih membutuhkan pemikiran dan perjuangannya. Lekas sembuh, pak Amin…. (roso daras)

Published in: on 28 Juni 2011 at 11:09  Comments (2)  
Tags: ,