Bung Karno Berendam di Sungai Nangaba

Salah satu kebiasaan Bung Karno selama dibuang di Ende, adalah berendam di sungai. Salah satu sungai favorit Bung Karno berendam adalah Sungai Nangaba, tak jauh dari kota Ende. Sungai itu tidak terlalu dalam, tetapi airnya sangat jernih. Bebatuan di dasar sungai, sangat indah karena beraneka warna. Anda boleh mandi di sana, jika berkesempatan mengunjungi Ende.

Kelompok Sandiwara Bung Karno

Di pembuangan Ende, Flores antara 1934 – 1938, Bung Karno membentuk kelompok sandiwara (tonil) bernama Kelimutu. Nama Kelimutu diambil dari kawah tiga warna yang begitu indah di sana.

Selain sebagai penulis naskah, Bung Karno juga merangkap sutradara hingga pencetak karcis.

Hal tersulit yang ia lakukan adalah, mentransfer naskah ke para pemain yang hampir semuanya buta huruf.

Sementara itu, Inggit Garnasih sang istri, tekun menjahit kostum. Tak jarang, ia menjual perhiasannya jika biaya produksi tidak cukup.