Ho Chi Minh, “Ho Sang Pencerah”

Ho Chi Minh muda, melakukan pengembaraan panjang ke berbagai penjuru dunia, bermodal pekerjaan sebagai buruk kasar di kapal Perancis. Puncak pengembaraannya, terjadi saat ia memutuskan untuk menetap di Perancis. Di negara yang tengah menjajah negaranya. Tahun 1923, atau kurang lebih 12 tahun setelah ia meninggalkan negaranya untuk melakukan pengembaraan, adalah tahun yang penting bagi dirinya. Saat itulah dia sudah matang sebagai seorang pria.

Matang dalam berpandangan hidup, matang dalam penguasaan ilmu pengetahuan, matang dalam wawasan, singkatnya, ia sudah siap terjun ke gelanggang politik. Ketika itu, di Perancis tengah subur ideologi komunis. Maka Ho pun masuk menjadi anggota Partai Komunis Perancis. Bekal pengetahuan yang luas, hasil belajarnya secara otodidak, serta asal-usul negara Timur, menjadikan Ho Chi Minh lekas mendapat promosi di partainya.

Tiba saatnya ia dikirim oleh Partai Komunis Perancis untuk mengikuti pelatihan Comintern (Communist International) yang diprakarsai Lenin. Pelatihan itu diselenggarakan di Moskow. Lenin menyelenggarakan Comintern bukan lain adalah untuk melakukan revolusi komunis di seluruh dunia. Nah, di sanalah Ho mulai mengenal tokoh-tokoh komunis kelas dunia. Haqul yakin, Ho pasti juga mengenal baik tokoh-tokoh komunis Indonesia seperti Muso, Alimin, Semaun, Aidit dan lain-lain. Bahkan, bukan tidak mungkin ia mengenal baik Tan Malaka.

Ok, kembali ke topik. Singkat kata, Lenin melihat kecerdasan dan bakat luar biasa dari seorang Ho. Maka, ia pun mulai diminta oleh Comintern untuk tugas-tugas khusus (revolusi komunis) di wilayah Cina Selatan. Sebuah tugas khusus yang sangat menarik bagi Ho, tentu saja, karena di daratan Cina selatan itulah letak Vietnam. Itu artinya, ia memiliki kans untuk melakukan revolusi juga di negaranya, memerdekakan diri dari penjajahan Perancis.

Nah, tahun 1930, ia mendirikan dan memimpin Partai Komunis Indo-China (Indo-Chinese Communist Party/ICP). Sejak itulah, atau tepatnya di era 30-an, hidup dan kehidupan Ho Chi Minh banyak dihabiskan di sekitar Cina Selatan, Cina, dan Moskow. Ia benar-benar telah menjadi tokoh politik komunis Asia. Namanya mulai dikenal. Berkat aksinya membakar revolusi komunis di berbagai negara itu, maka ia pun menjadi incaran dan buruan banyak pemerintah dan negara.

Nah, soal nama, ini sangat menarik. Sebab, nama Ho Chi Minh sebenarnya adalah nama terakhir yang ia gunakan saat memimpin pergerakan terbuka, dan ia sudah muncul ke panggung politik dunia. Tetapi saat ia masih memimpin gerakan komunis bawah tanah, Ho Chi Minh memiliki ratusan nama alias. Ia bisa muncul sebagai siapa saja, dengan nama yang berbeda-beda. Saya jadi teringat bagaimana Tan Malaka dulu juga melakukan hal yang sama. Ia, sebagai anggota Comintern, juga diburu. Karenanya, ia acap muncul dengan nama yang berganti-ganti. Tentu saja dengan nama-nama khas Indonesia.

Sesungguhnya, nama asli, nama lahir Ho Chi Minh adalah Nguyen That Thanh. Nama Nguyen That Thanh tentu saja “sangat Vietnam”. Sebaliknya, nama ‘Ho” sangat Cina. Arti nama Ho Chi Minh itu sendiri cukup menarik, “Ho Sang Pencerah”, Bringer of Light.(roso daras)

Published in: on 20 Oktober 2011 at 04:18  Comments (6)  
Tags: , , ,