Pancasila Bangkit, Matahari Terbit

puti-di-kokushikan

Apa yang harus saya katakan mengenai seorang Puti Guntur Soekarno? Maaf, ini bukan soal kecantikannya. Bukan pula soal sikapnya yang egaliter. Juga, bukan karena ia cucu Bung Karno.

Bangga. Membanggakan. Patut dibanggakan.

Betapa tidak. Di tengah politik dalam negeri yang makin tak berbentuk, di tengah makin lunturnya semangat toleransi, jarang kita temukan sosok politisi yang tampil sebagai negarawan. Di tengah arah kebijakan ekonomi yang semakin kapitalistis, bisa dihitung dengan jari tokoh bangsa yang bicara sosialisme Indonesia. Bahkan, di tengah merajalelanya budaya asing, hanya segelintir orang saja yang masih concern dengan budaya yang berkepribadian Indonesia.

Dus, saya bangga, jagat politik Indonesia memiliki Puti Guntur. Politisi PDIP yang sejauh ini memiliki integritas tinggi. Dia juga membanggakan, karena setidaknya dua tahun berturut-turut diundang Universitas Kokushikan, Tokyo, Jepang sebagai pembicara utama simposium internasional. Dia patut pula dibanggakan, karena yang ia bawa adalah ideologi negara Indonesia: Pancasila, yang digali oleh sang kakek, Bung Karno.

Kurang lebih, itu yang terlintas ketika hari Kamis, 3 November 2016 lalu, saya menyaksikan Puti Guntur melangkah anggun menuju podium, diiringi tepuk tangan peserta Simposium Internasional Mengenai Soekarno di kampus Universitas Kokushikan, Setagaya, Tokyo. Mereka adalah mahasiswa, peserta program master dan civitas akademika yang tertarik menyimak “Refleksi Pemikiran Soekarno dari Masa Kini Abad ke-21”, tema simposium yang digelar Pusat Studi Asia – Jepang, Program Pasca Sarjana, Universitas Kokushikan.

Gemuruh tepuk tangan senyap, ketika Puti uluk salam. Selama berpidato, Puti tampil seperti Bung Karno. Paduan tone dan timbre suara Puti yang berat, melahirkan texture yang segera saja menguasai aula berkapasitas tak kurang dari 400 orang itu. Dibalut kebaya light-purple dan kain motif tenun kecoklatan, Puti membawakan pidato berjudul “Pancasila Menuju Tata Dunia Baru”.

“Saya awali pidato saya dengan mengutip kata-kata Sukarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama, ‘Kami nasionalis, kami cinta kepada bangsa kami dan kepada semua bangsa’,” Puti membuka pidato di Negeri Matahari Terbit.

Lebih lanjut, Puti membawa audiens kepada kesadaran, tentang pentingnya persaudaraan bangsa-bangsa. Dikatakan, bahwa dalam lintasan peradaban, sebagai manusia kita tinggal di dunia yang sama yaitu bumi manusia. Meskipun kita berbangsa-bangsa namun kita semua perlu menjalin persaudaraan.

pgs-di-jepangSeperti halnya Bung Karno, maka Puti pun menyitir kata-kata Mahatma Gandhi, “Nasionalismeku adalah kemanusiaan dan kemanusiaanku adalah persaudaraan. Kebangsaan Indonesia sebagaimana kata Bung Karno tumbuh subur dalam  taman-sarinya kemanusiaan. Itulah arah tujuan dan makna dari sebagian nilai dasar dari Pancasila yang berkaitan dengan ide berkebangsaan dan cita-cita kemanusiaan di dalam dunia yang sama,” ujarnya, masih dalam suara lantang dengan diksi yang sangat baik.

Bung Karno dalam pidato di PBB tahun 1960 membawakan judul “To Build the World a New”. Puti menggaungkannya kembali di Tokyo. Diungkapkan, bahwa tata dunia baru membutuhkan transformasi pengelolaan negara bangsa dan pola baru hubungan antar negara dan bangsa yang dilakukan secara utuh, secara once for all bukan parsial. Bangunan tata dunia baru tersebut membutuhkan transformasi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hukum yang konstruktif demi terwujudnya kemanusiaan dan keadilan sosial bagi setiap warga di tiap negara dan semua penduduk dunia.

Puti menambahkan, bahwa kata kunci utama adalah: keberhasilan mengembalikan kedaulatan rakyat. Bagaimana mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat dan prinsip negara kedaulatan. Di tiap negara akan menghasilkan pemerintahan yang mendahulukan keharmonisan dan kemakmuran warganya, sehingga terwujud pula dalam komunitas global warga dunia.

Pada puncak pidatonya, Puti yang tampil cantik dengan untaian kalung mutiara itu menegaskan, bahwa saat ini dunia tengah menghadapi arus deras kapitalisme global vis a vis kesenjangan global di hampir semua negara. Sebuah kondisi yang disebabkan eksploitasi berlebih atas sumberdaya alam dan manusia. Dunia dalam  ancaman  krisis hebat akibat ketimpangan dan kesenjangan.

Di samping itu, tatanan negara-bangsa dibengkokkan oleh kekuatan fundamentalisme pasar yang meminggirkan peran negara. Kehidupan sosial masyarakat dunia yang inklusif diancam kebangkitan fundamentalisme agama, yang memunculkan radikalisme dan terorisme. Saya meyakini, semua masalah  itu akibat prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan umum yang telah banyak dilupakan.

Pada konteks ini, Pancasila haruslah dimengerti sebagai ideologi yang memiliki semangat menentang kesenjangan dan ketimpangan di dunia yang diakibatkan eksploitasi berlebihan yang dijalankan oleh kapitalisme global. Pancasila mengandung keinginan menjamin, menghormati, dan memenuhi hak kemerdekaan negara bangsa, kesejahteraan  umum, keadilan sosial, kehidupan yang beradab, serta perdamaian dunia yang abadi. Pancasila menawarkan solusi “jalan ketiga” (the third way) menuju tata dunia baru.

Puti pun menutup pidato dengan memekikkan kata “Merdeka!”, yang disambut spontan oleh audiens, disusul tepuk tangan gemuruh. (roso daras)

img-20161103-wa0081

Bersama Puti Guntur Soekarno usai menyampaikan pidato umum di Universias Kokushikan, Tokyo.

Published in: on 7 November 2016 at 04:28  Comments (1)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2016/11/07/pancasila-bangkit-matahari-terbit/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Mantap…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: