Sekilas Puti Soekarno

Puti-RosoNama Puti Soekarno sudah berkibar di jagat politik Tanah Air. Sejak 2009, dia sudah duduk menjadi Wakil Rakyat dari Fraksi PDIP. Dia bertugas di Komisi X yang antara lain membidangi pendidikan, kepemudaan, dan olahraga. Sebagai kader partai opisisi, “suara” Puti memang kurang memekakkan telinga penguasa. Setidaknya, kalau ukurannya adalah frekuensi publikasi di media massa.

Buat saya, nama Puti bukanlah nama yang asing. Bukan karena sudah lama mengenalnya, lebih karena ia adalah putri tunggal dari “si sulung” Guntur Soekarnoputra. Namanya kemudian sayup-sayup hinggap ke telinga saya dalam nada yang positif. Jika lama kemudian tidak juga berkesempatan jumpa Puti, lebih karena tidak adanya kesempatan.

Adalah Kompas-TV yang kemudian memberi kesempatan saya jumpa Puti di Studio Orange, bilangan Palmerah Selatan, 30 Oktober 2014. Program mereka, “3 in 1”, siang itu membahas segmen “Warisan Soekarno”. Acara yang tayang setiap Selasa malam pukul 22.00 WIB itu, menghadirkan empat narasumber: Puti Soekarno, Romy Soekarno, Totok Suryawan, dan Roso Daras.

Rehat sejenak di ruang tunggu studio sebelum memulai taping, pertemuan saya dan Puti pun terjadi. Wanita bernama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri itu, mengaku sudah “mengenal” saya. Bisa saya pastikan, yang dia maksud adalah “membaca blog” ini.

Betapa pun, kami merasa “sudah saling kenal”. Maka obrolan pun lekas mengalir, mulai dari isu politik, tentang buku Di Bawah Bendera Revolusi, concerrn Bung Karno terhadap dunia pendidikan, dan banyak lagi (untuk ukuran waktu yang tidak terlalu lama).

Puti-Roso-RomyDi ruang itu juga tampak Romy Soekarno. Dia adalah putra dari Rachmawati Soekarnoputri, dus sepupu Puti. Sedikit berbeda dengan Puti, Romy sejauh ini lebih dikenal sebagai seorang DJ (disk jockey) papan atas Indonesia. Sebagian lagi mengenal sebagai suami model Dona Harun. Ia datang membawa “warisan” yang benar-benar “warisan” kakeknya, yakni jas kebesaran Bung Karno berwarna hijau tua.

Romy dalam ingar-bingar Pilpres yang lalu, tampak pula berhimpun dengan Puti dan sepupu-sepupu yang lain dalam gerakan dukungan terhadap Jokowi – JK. Tentu saja, sikap itu berbeda dengan sikap sang ibu, Rachmawati yang justru memihak Prabowo Subianto. Ditanya ihwal afiliasi dan sikap politik yang berbeda, Romy hanya mesem dan berkata singkat, “No comment”.

Keengganan berkomentar tentang sikap politik Romy, bisa jadi karena di keluarga trah Sukarno, memang telah mendarah-daging hal-ihwal tentang demokrasi dan prinsip-prinsip menghargai perbedaan sebagai sebuah rahmat. Jika hingga hari ini Romy belum menerjunkan diri di bidang politik, bukan berarti Romy “a-politik”. “Tunggu saja,” begitu komentar singkat ketika ditanya, “apakah tidak tertarik terjun ke politik?”

Syahdan, menari-narilah sebuah bayangan, tentang cucu-cucu Bung Karno yang berkiprah di bidang politik. Sudah ada Puan Maharani, Puti Soekarnbo, Prananda (meski tidak mengemuka), menyusul kemudian Romy dan cucu-cucu Bung Karno yang lain. Baiknya kita jangan dulu bertanya ihwal “kapasitas”, karena mereka belum lagi memegang “lakon kunci”. (roso daras)

Published in: on 2 November 2014 at 06:22  Comments (2)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2014/11/02/sekilas-puti-soekarno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Pak, bakat2 pak karno menyebar ke anak cucunya. Tidak ada yang dominan mewarisi seluruh bakat pak karno. Ada yang jago seni, ada yang politik, ada yang di pendidikan. Tidak menyatu di satu orang secara dominan. Unik ya…????🙂

    • unik dan menarik…. :))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: