Bung Karno dan Pesona Teluk Numba

Dalam empat tahun lebih masa pembuangannya di Ende, Bung Karno mengisinya dengan menikmati keindahan alam setempat. Salah satu objek pemandangan yang sangat disenangi adalah Teluk Numba, sekitar 12 kilometer ke arah barat dari kota Ende. Ia bahkan meminta pelukis besar, Basuki Abdullah untuk menuangkannya ke dalam kanvas, kemudian mengoleksinya sebagai kenang-kenangan bersejarah.

Ini memang tulisan tentang salah satu objek lukisan berjudul “Pantai Flores” karya pelukis besar Basuki Abdullah. Lukisan itu, bisa dipastikan sangat spesial. Setidaknya, itu adalah salah satu lukisan yang dikoleksi Bung Karno, dan dipajang di ruang tengah Istana Bogor. Perhatikan foto berikut:

Omi-BK-Asmarahadi-Teluk Numba

Foto Bung Karno diapit anak angkat kesayangan, Ratna Djuami atau akrab disapa Omi (meninggal 23 Juni 2013), dan suaminya, Asmarahadi. Foto ini diambil tahun 1956, di Istana Bogor. Bung Karno secara khusus mengajak Omi dan Asmarahadi berfoto dengan latar belakang lukisan “Pantai Flores” yang tak lain adalah Teluk Numba ankah itu sangat menyentuh? Inilah lukisan aslinya:

Pantai Flores - Basuki Abdullah

Omi, sangat boleh jadi, dan bisa dipastikan, turut serta ke Teluk Numba, menemani papinya menikmati keindahan Teluk Numba. Asmarahadi? Bisa jadi ada di Teluk Numba pula saat Bung Karno ke sana. Sebab, Asmarahadi sempat dipanggil ke Ende oleh Bung Karno untuk mengajar Omi dan Kartika (anak angkat Bung Karno – Inggit yang lain), agar tidak tertinggal pendidikannya, meski berada di tanah buangan. Bung Karno tegas-tegas menolak menyekolahkan Omi di sekolah Belanda yang ada di Ende.

Kembali ke foto bersejarah itu. Perhatikan latar belakangnya. Itulah lukisan Basuki Abdullah yang dipesan khusus oleh Bung Karno. Lalu, perhatikan foto Teluk Numba 12 Oktober 2013 di bawah ini. Kiranya, dari sudut inilah Basuki Abdullah melukis “Pantai Flores” yang tak lain adalah Teluk Numba.

Teluk Numba kini

Ya, kiranya, inilah objek lukisan yang digemari Bung Karno karena nilai sejarahnya. Bagi pelalu-lintas rute Ende – Labuan Bajo, tentu akrab dengan pemandangan ini. Sebab, letak Teluk Numba di bibir jalan provinsi antarkota di Flores bagian selatan. Dari pusat kota Flores, berjarak kurang lebih 12 kilometer ke arah barat. Tidak terlalu jauh dari lokasi sungai Nangaba, tempat Bung Karno gemar berendam.

Di sepanjang jalur Ende – Teluk Numba, dan masih jauh setelahnya, sangat banyak pemandangan yang begitu indah, perpaduan dari gunung karst di kanan jalan, dan hamparan laut di kiri jalan. Nah, yang menarik adalah, alam seperti sudah menyediakan space untuk menikmati keindahan pemandangan Teluk Numba. Titik pandang foto itu, diambil dari semacam semenanjung, yaaa… tepatnya tanah-lebih yang menjorok ke arah laut, sehingga bisa untuk memarkir kendaraan, dan turun menikmati keindahan Teluk Numba. Tanah lapang yang saya maksud seperti tampak dalam foto di bawah ini. Di pinggir kanan foto itulah tanah lapang tempat Basuki Abdullah melukis dulu.

Sayang, dalam buku “Koleksi Lukisan Bung Karno” yang terdapat lukisan “Pantai Flores” karya Basuki Abdullah itu, tidak menyebutkan tanggal kapan dilukis. Jika Basuki Abdullah berangkat ke Ende (untuk melukis Teluk Numba) bersama Bung Karno, ada dua kemungkinan, yakni tahun 1950 dan 1954.

DSC04689

Jika saja kita layangkan imajinasi ke tahun antara 1934 – 1938, bentang waktu selama Bung Karno dibuang di Ende, yang pertama terlintas di benak adalah, “Bung Karno memang tidak bisa diam berpangku tangan”. Di tanah interniran ini, ia gunakan waktu sebaik-baiknya. Dari yang lazim diketahui, tentang perenungannya di bawah pohon sukun, tentang aktivitasnya melatih grup tonil Kelimutu, tetapi kini kita tahu, bahwa Bung Karno juga memanjakan dahaga mereguk indahnya Indonesia melalui kunjungan ke lokasi-lokasi yang memang sangat indah.

Seperti kata Bung Karno kepada penulis biografinya, Cindy Adams, dia akan menghela nafas panjang manakala menyaksikan indahnya bumi Indonesia. Tahun 30-an, kawasan Teluk Numba tentunya jauh lebih alami, jauh lebih indah. Belum ada hiruk-pikuk kendaraan bermotor. Dan Bung Karno pun bisa menikmati Teluk Numba dari “semenanjung” kecil yang tampak di foto atas.

Roso Daras di Teluk NumbaEnde benar-benar menjadi bumi inspirasi bagi Bung Karno. Inspirasi bagi gagasan landasan negara yang kemudian dikenal dengan Pancasila, maupun inspirasi bagi lahirnya karya-karya seni dari otak dan tangannya. Ia menulis belasan naskah tonil. Ia melukis set-dekor panggung pertunjukan tonil. Ia melukis berbagai objek alam dan kehidupan manusia, di atas kanvas. Ia menanam bunga dan sayuran. (roso daras)

Published in: on 13 Oktober 2013 at 10:16  Comments (3)  
Tags: , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2013/10/13/bung-karno-melukis-teluk-numba/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Very-very nice …. semoga pengabdian anda membuahkan pahala dan karunia dari Sang Pencipta. Salam buat Numba dan Flores …!!

  2. Selamat datang di Ende, Pak.

    Terimakasih telah berkunjung di kota kecil kami. Kampung kecil tempat seorang pemuda duduk di pantainya, yang akan kelak menjadi pemimpin bangsa.
    Salut dengan napak tilas bapak yang mengunjungi setiap jejak bung Karno disini. Semoga mendapat inspirasi.
    Saya sangat bangga dan merasa berterimakasih Bapak telah banyak menulis Ende dalam beberapa posting terakhir.
    Memang ada banyak kisah pengembaraan beliau disini. Walau 4 tahun saja, namun dalam kesederhanaan dan kesahajaan sahabat dan masyarakat Ende pada saat itu, Bung Karno menemukan jati diri sebagai anak bangsa Indonesia yang seutuhnya.
    Semoga pula postingan2 Bapak kedepan menginspirasi bagi rekan2 muda untuk kembali mengingat sejarah.
    Iya, Pak. saya ingin sedikit berbagi postingan. Moga2 diterima sebagai psan kecil buat teman2 muda Pembaca di blog Bapak.
    http://ooyi.wordpress.com/2006/11/23/%E2%80%A6-amanat-bung-karno/

    • Terima kasih bung Ooyi…. Sayang ya, kita tidak sempat bertemu. Saya sudah tengok link-nya. “ikut merinding….” :))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: