Indahnya Kelimutu

IMG-20131001-01263Pintu gerbang masuk ke kawasan Taman Nasional Kelimutu.

IMG-20131001-01265Jalan mendaki ke Gunung Kelimutu.

IMG-20131001-01266Ambil arah kiri… Kawah hijau dan biru bisa dilihat dari atas tiang petunjuk ini. Lihat jejak pendakian pengunjung. Jika beruntung, bisa sampai ke atas menikmati sensasi keindahan kawah dua warna (hijau dan biru cerah). Sebaliknya jika Anda kurang beruntung, akan langsung dipergoki petugas jaga yang segera menghardik dan mengusir Anda turun. Maksudnya baik, supaya Anda selamat dan tidak tergelincir masuk kawah…..

IMG-20131001-01268Alhamdulillah, saya beruntung bisa mendaki ke “rute terlarang” tadi dan kebetulan tidak ada petugas jaga, sehingga bisa mendapatkan pemandangan yang sangat-sangat indah ini, dari bibir kawah berwarna hijau.

IMG-20131001-01296Ini kawah dua warna dari sudut  yang lain. Satu kawah lagi yang berwarna hitam, terletak cukup jauh dari kedua kawah ini. Nanti Anda akan menyaksikannya.

IMG-20131001-01353Masih pemandangan kawah dua warna, dari sudut pengambilan bibir kawah yang berwarna biru  cerah.

IMG-20131001-01375IMG-20131001-01380Jalan mendaki ke puncak. Di atas (tampak kecil) monumen berupa tugu. Dari puncak sana, kita bisa memandang tiga kawah beda warna. Menengok ke arah kanan kita melihat kawah dua warna, dan menengok ke kiri, melihat satu kawah yang berwarna hitam, seperti foto di bawah ini.

IMG-20131001-01383Inilah kawah berwarna hitam. Masyarakat setempat percaya, Bung Karno pernah menuruni tebingnya, dan “nyemplung” ke kawah ini. Ketiga kawah, oleh masyarakat setempat sangat disakralkan.

IMG-20131001-01384Tugu di puncak Kelimutu. Dari sini, ke mana pun pandangan ditebar, yang tampak hanya keindahan dan keindahan. Tentu bukan suatu kebetulan, jika kemudian Bung Karno sang pecinta keindahan itu dibuang ke Ende. Alam Ende yang begitu indah, adalah spirit bagi Bung Karno untuk tidak berhenti berpikir. Memikirkan “Indonesia merdeka”. (roso daras)

Published in: on 8 Oktober 2013 at 04:22  Comments (2)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2013/10/08/indahnya-kelimutu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Nggak pernah diinformasikan ya, selama pembuangan di Ende dan Bengkulu, dari mana Bung Karno mendapatkan penghasilan? dari Tonil atau diberi tunjangan oleh Penguasa Kolonial Belanda. mohon penjelasan tks.

    • Sebagai tahanan politik, Bung Karno mendapatkan uang penghidupan sebesar 150 gulden per bulan. Dari pertunjukan tonil, pemasukan uang tiket dikelola ibu inggit, untuk keperluan membeli aneka kain kostum para pemain, logistik selama latihan, dan biaya sosialisasi Bung Karno yang cukup besar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: