Paramitha si Inggit

DSC04541

Inggit Garnasih, seorang wanita yang luar biasa. Wanita pengantar Bung Karno ke pintu gerbang kemerdekaan. Istri kedua Bung Karno, yang total dalam pengabdian mendampingi suami. Ia mengikuti Bung Karno dalam pembuangan di Ende. Ia turut serta ketika Bung Karno dipindahkan ke pembuangan Bengkulu.

Lebih dari itu, kehadiran Inggit bagi Bung Karno bisa dibilang sangat-sangat penting. Bahkan bisa dibilang, tanpa Inggit di sisi Bung Karno, mustahil Bung Karno bisa konsisten sebagai seorang pejuang kemerdekaan. Inggit yang selalu mendampingi Bung Karno dalam segala keadaan, dalam setiap suka dan duka. Lebih dari itu, sebagai seorang wanita sekaligus istri, Inggit adalah wanita yang hangat bagi seorang Sukarno muda.

Nah, sosok itu yang akan diperankan aktris Paramitha Rusady, dalam film produksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berjudul “Ketika Bung di Ende”. Terpilihnya Mitha memerankan Inggit, juga bukan suatu kebetulan. Semula, peran itu jatuh ke aktris Ria Irawan. Kemudian karena satu dan lain hal, batal. Pilihan berikutnya jatuh ke aktris Happy Salma yang dinilai sukses ketika melakonkan “monolog Inggit”. Happy dinilai “paham” hal-ihwal Inggit. Lagi-lagi, karena sebuah alasan, Happy urung. Terakhir, pilihan jatuh ke Paramitha Rusady.

Hal pertama yang dilakukan Mitha adalah menghubungi Happy Salma. Yaaa, barangkali semacam “permisi” untuk memerankan Inggit. Sebab, betapa pun, Happy lebih dulu dikenal sebagai “Inggit” dalam dunia peran. Hal berikutnya yang dilakukan Mitha adalah menghubungi keluarga Inggit dan  ziarah ke makam wanita istimewa itu di Bandung.

Adalah Tito Asmarahadi yang menjadi “mentor” Mitha dalam melakoni peran Inggit. Tito ini adalah putra keempat pasangan Ratna Djuami – Asmarahadi. Ratna Djaumi adalah anak angkat Bung Karno – Inggit. Bung Karno memanggilnya Omi. Nah, Omi ini adalah anak kandung dari kakak perempuan Inggit, artinya dia keponakan langsung ibu Inggit.

Tito pula yang kemudian menerima Mitha di Bandung, dan mengantarnya ke makam Inggit. Di pemakaman itu, Mitha mendoakan ibu Inggit. Dalam hati, tentu saja dikandung maksud, ada pertalian bathin dengan Inggit, dan bisa melakonkan peran Inggit dengan baik.

Bahkan sesampai di Ende, tempat film itu hampir 100 persen diambil gambarnya, Mitha masih memerlukan untuk berdialog khusus dengan Tito. Bahkan pernah suatu hari, Mitha dan Tito terlibat percapakan seputar Inggit Garnasih dari malam sampai pagi. Begitu antusiasnya Paramitha Rusady mengeksplor karakter Inggit dari cucunya.

Hingga hari kesekian, sudah beberapa scene Mitha Inggit take. Terobsesi kesempurnaan peran, tak jarang Mitha “rewel” soal kualitas gambar, sehingga beberapa kali meminta take ulang. Seberapa sukses aktris kelahiran Makassar 11 Agustus 1966 itu memerankan Inggit? Kita lihat nanti hasilnya. (roso daras)

DSC04555

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2013/10/06/paramitha-si-inggit/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: