Surat Dewi kepada Soeharto (7-Selesai)

Ini adalah bagian terakhir surat Ratna Sari Dewi kepada Soeharto. Dia secara jujur juga mengemukakan opini pribadinya terhadap segala kebijakan yang dibuat Sukarno, suaminya. Dia mengaku, ada kalanya tidak setuju dengan keputusan Sukarno. Akan tetapi, di luar itu semua, Dewi tahu betul, bahwa apa pun kebijakan dan keputusan Sukarno, semua semata dilakukan untuk cinta tunggalnya, Indonesia.

Di bagian ini, Dewi tetap dengan gayanya yang lugas, mengkritisi Soeharto dan kroni-kroninya. Harap pula dicatat, surat ini ditulis Ratna Sari Dewi April 1970, dua bulan sebelum Bung Karno wafat, 21 Juni 1970. Berikut nukilannya.

dewi7Sukarno berpendapat bahwa dunia dikuasai oleh dua blok kekuasaan besar. Dia mencoba menghidupkan kekuatan ketiga yang akan memperbaiki keseimbangan. Di dalam pertikaian ini Indonesia mempengaruhi Dunia Ketiga: Asia, Afrika, Amerika Latin. Sementara itu permainan diplomatik ini berarti bahwa Indonesia lambat laun dikucilkan. Dan itu sama sekali tidak dimaksudkannya.

Dia berpendapat bahwa perdamaian dunia baru bisa dicapai bila kebebasan yang mutlak telah dicapai oleh tiap ras dan tiap bangsa. Tetapi keadaan terisolasi dari negara ini menyebabkannya mundur dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia dan misalnya ketidakhadiran kita di Olimpiade Tokyo. Indonesia meninggalkan PBB setelah terjadinya konflik mengenai pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia. Sukarno berpendapat bahwa PBB tidak bertindak adil terhadap tiap-tiap negara anggotanya. Karena Indonesia tidak akan pernah mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia tanpa tunduk terhadap syarat-syarat tertentu dan tekanan politik, Indonesia kehilangan perhatian terhadap pemberian bantuan.

Sebelum kegiatan Olimpiade di Tokyo saat berlangsungnya Asian Games di Jakarta, Indonesia dituduh dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan politik di bidang olahraga. Karenanya Indonesia tidak diperbolehkan mengikutinya. Terhadap perlakuan ini Sukarno menandaskan bahwa Olimpiade sendiri tidak luput dari pengaruh politik, karena buktinya negara-negara komunis tertentu tidak diizinkan mengikutinya.

Bapak Soeharto, bila Anda pada hari-hari itu sungguh-sungguh berpikir secara mendalam mengenai hari depan negara ini, Anda pasti mempunyai pendapat lain daripada cita-cita Sukarno, yang akhirnya sering mempunyai dampak seperti angin puyuh. Saya sendiri, setidaknya, menyaksikan dengan hati berdebar bagaimana diplomasi Indonesia makin mengarah ke kiri.

Tidak ada seorang pun yang sempurna. Tanpa kecuali Sukarno. Namun saya berpendapat bahwa Sukarno tidak pernah melakukan sesuatu untuk memperbaiki dirinya, tetapi selalu melakukan sesuatu dengan jujur dan keyakinan penuh untuk kepentingan cinta tunggalnya, yakni Indonesia. Selama hidupnya ia sedapat mungkin mencegah rekan-rekan senegaranya saling membunuh. Dibandingkan dengan Sukarno, Anda dan sejumlah rekan Anda memerintah negara dengan jalan membakar emosi dan pertumpahan darah. Anda dan antek-antek Anda yang seharusnya dituntut atas tuduhan membunuh orang-orang tak bersalah dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya atas nama perburuan PKI.

Siapa lagi yang masih percaya kepada Tuhan? Dalam hal ini Indonesia seharusnya tidak layak memiliki seorang presiden yang tangannya berlumuran darah.

Bapak Soeharto, Sukarno sungguh-sungguh mencintai negara dan rakyatnya. Termasuk pula mereka yang berniat untuk membunuhnya, bisa dia dekati dengan lembut bila mereka minta maaf. Dibandingkan dengan beliau, Anda menyimpan hati yang kejam di balik senyum Anda. Anda telah menyuruh membunuh ratusan ribu orang. Bolehkah saya bertanya sekali lagi, “Apakah Anda tidak mampu mempertahankan posisi dan kekuasaan Anda kecuali dengan kelicikan dan pertumpahan darah?”

Barangkali kesalahan Anda terbesar adalah tidak segera menuruh membunuh Sukarno tahun 1965 itu. Dengan mudah Anda bisa menuduh para komunis melakukan pembunuhan itu. Bila Anda mau, dengan cara itu Anda bisa mencegah dilakukannya pembunuhan massal pada rakyat. Dan sementara itu pula, Anda bisa mempertahankan kedamaian jiwa jutaan pengagum Sukarno. Para pengagum yang sekarang hanya bisa memandang tanpa daya nasib yang menimpa pemimpin mereka.

Selanjutnya akan sia-sia saja melampiaskan rasa rendah diri Anda terhadap Sukarno. Itu akan merupakan kematian yang lebih terhormat bagi Pemimpin Besar Revolusi, daripada seperti sekarang disiksa sampai dijemput maut. Merupakan aib nasional untuk Indonesia bahwa Sukarno tidak diperlakukan dengan lebih terhormat yang patut diterimanya setelah mengabdikan seluruh hidupnya bagi nusa dan bansanya.

Izinkan saya mengakhiri surat ini dengan menyatakan sekali lagi kesetiaan saya yang mendalam untuk Bapak kita. Hidup Bung Karno!

Ratna Sari Dewi Soekarno

Paris, April 1970

Published in: on 15 September 2013 at 11:17  Comments (11)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2013/09/15/surat-dewi-kepada-soeharto-7-selesai/trackback/

RSS feed for comments on this post.

11 KomentarTinggalkan komentar

  1. PEJAH GESANG NDEREK PAK KARNO..
    HIDUP BUNG KARNO !!!

    REVOLUSI Belum usai..

  2. ever onward never retreat!!! HIDUP BUNG KARNO!!!

  3. Soeharto:
    “piye kabare, lebih enak jaman ku tho”

    -tulisan2 di belakang bis/truk-

  4. “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai hamba-hamba yang menegakkan pohon kesalehan seperti menegakkan dahan hati dan mereka menyiraminya dengan air tobat. Lalu membuahkan penyesalan dan kesedihan sehingga mereka gila tanpa penyakit gila, bodoh tanpa kedunguan dan kebisuan.
    Mereka adalah orang-orang yang begitu mendalam dan mendetail dalam mengenal Allah SWT dan utusan-utusan-Nya. Kemudian mereka minum dengan gelas kesucian yang kemudian mewariskan kesabaran bagi mereka sepanjang bencana. Hati mereka tentram di alam malakut. Pemikiran mereka membumbung di antara rahasia tabir Ilahi yang Mahaperkasa.
    Mereka terlindung di bawah daun penyesalan, dan membaca lembaran kesalahan sehingga mewariskan kesedihan bagi diri mereka serta mencapai kezuhudan yang tinggi dengan kewiraian yang selamat.
    Mereka dapat merasakan manisnya pahit meninggalkan dunia, melunakkan kerasnya tempat tidur sehingga mereka mendapatkan bergunung keselamatan, bersenda gurau di taman kenikmatan, mengarungi samudera kehidupan, melintasi jembatan hawa nafsu dan menaiki sampan kepandaian.”

    ~Imam Al-Ghazali dalam Muakaasyafatul-Qulub.

    HIDUP BUNG KARNO !!!

  5. “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai hamba-hamba yang menegakkan pohon kesalehan seperti menegakkan dahan hati dan mereka menyiraminya dengan air tobat. Lalu membuahkan penyesalan dan kesedihan sehingga mereka gila tanpa penyakit gila, bodoh tanpa kedunguan dan kebisuan.
    Mereka adalah orang-orang yang begitu mendalam dan mendetail dalam mengenal Allah SWT dan utusan-utusan-Nya. Kemudian mereka minum dengan gelas kesucian yang kemudian mewariskan kesabaran bagi mereka sepanjang bencana. Hati mereka tentram di alam malakut. Pemikiran mereka membumbung di antara rahasia tabir Ilahi yang Mahaperkasa.
    Mereka terlindung di bawah daun penyesalan, dan membaca lembaran kesalahan sehingga mewariskan kesedihan bagi diri mereka serta mencapai kezuhudan yang tinggi dengan kewiraian yang selamat.
    Mereka dapat merasakan manisnya pahit meninggalkan dunia, melunakkan kerasnya tempat tidur sehingga mereka mendapatkan bergunung keselamatan, bersenda gurau di taman kenikmatan, mengarungi samudera kehidupan, melintasi jembatan hawa nafsu dan menaiki sampan kepandaian.”

    ~Imam Al-Ghazali ~ Muakaasyafatul-Qulub.

    Hidup Bung Karno !!

  6. @bay “..piye kabare CUK! uennak KORUPSI jamanku tooo…”😛

  7. Yg satu tukang korupsi yg satu tukang kawin

  8. Kata yg cewek namannya imelda antonio katannya pbb bukan artinnya perserikan bangsa bangsa tapi artinnya perserikan budak budak

  9. Hehehehehe..puas banget jika sekarang soharto dipanggang habis2an dineraka dan bisa menitis menjadi binatang buas dibumi ini…

  10. keduanya hanyalah menjalankan apa yg menjadi taqdir mereka,tak perlu ada yg di salahkan.tuhan itu maha kuasa atas segala sesuatu,tiap tiap mahluk hanya menjalani ,perbuatan baik yg di taqdirkan pada diri seseorang adalah bukti dan tanda yang nyata bahwa org itu di redhoi oleh Allah swt dan syorga tempat kembalinya. ,sedangkan taqdir seseorang yang selalu berbuat dosa itu adalah bukti dan tanda yang nyata bahwa org tersebut dilaknat oleh Allah swt dan neraka tempat kembalinya serta mereka kekal didalamnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: