Jejak Tapak Bung Karno di Kediri

Sabtu, 20 Juli 2013, sahabat Er Hartono berkirim email dalam dua kali kirim berisi masing-masing dua tulisan menarik seputar Bung Karno. Tulisan-tulisan itu dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Grup), yang mengadakan bedah buku “Trilogi Spiritualitas Bung Karno”. Saya muat utuh kiriman email dari Er Hartono di blog ini, demi “syiar” dan berbagi informasi tentang Bung Karno dengan Anda sekalian. Berikut judul pertama, “Jejak Tapak Bung Karno di Kediri”.

Jejak tapak BK

Bicara ”Jejak Tapak Bung Karno di Jawa Timur”, senantiasa kita tertuju pada satu tempat, BLITAR. Tak salah memang. Karena Bung Karno dimakamkan di Blitar, rumah kediaman Kakak Kandung BK dan Orang Tua BK (nDalemGebang/ Istana Gebang) juga di Blitar.

Tak jauh dari Blitar, di sebuah dusun yaitu Krapak, Desa Pojok, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri (30km utara Blitar) juga terdapat tempat yang sebenarnya sangat lekat dengan “perjalanan hidup BK”. Bukan sebuah Rumah Mewah apalagi Istana. Hanya sebuah rumah berdinding bambu gaya gebyog, yang masih sama seperti dulu kala BK sering berkunjung ke lokasi ini. Rumah Pojok Wates ini dulunya adalah milik Raden Mas Surati Soemosewoyo putra  RMP.Soemohadmodjo kerabat dekat Raden Soekeni Sosrodihardjo, ayahanda BK.

Tak banyak literatur yang menyebutkan RM Soemosewoyo jika kita mengaitkannya dengan kebesaran nama BK. Hanya jika membaca buku Kisah Cinta Inggit dan Bung Karno “Kuantar Ke Gerbang” yang ditulis oleh Ramadhan KH (1981), nama Soemosewoyo ada disana. Di halaman 29, disebutkan bahwa saat Bung Karno akad nikah dengan Inggit di Bandung, Soemosewojo yang manjadi wakil dari keluarga Pak Soekeni Sosrodihardjo. Juga di halaman 65, disebutkan, saat BK dan Bu Inggit berkunjung ke Blitar untuk sungkem pada kedua orang tuanya, Pak Soemosewo lah yang menjemputnya di stasiun kereta api Blitar. Selain Ramadhan KH, ada lagi Reni Nuryati dalam bukunya berjudul “Perempuan dalam hidup Sukarno biografi Inggit Garnasih” pada halaman 112  juga menyebut peran RM Soemosewojo.

Soemosewoyo, seorang spiritualis yang juga menjadi penasehat spiritualis BK sejak kecil, hingga BK menjadi Presiden.  Pasca Proklamasi 1945, dan saat Ibu Kota RI dipindahkan ke Jogyakarta, Bung Karno sempat beberapa kali berkunjung ke rumah Pojok Wates ini. Selain silaturahmi dengan kerabatnya juga untuk “nyekar” ke makam RM.S.Soemosewoyo, tak jauh dari rumah ini.

Menurut RM.Harjono, putra RM.Sayid Soemodihardjo (adik Soemosewoyo) yang kini mendiami rumah kuno ini, saat BK tinggal di Surabaya bersama kedua orang tuanya, hingga BK kuliah di THS (ITB Bandung), sering di kunjungi BK. Bahkan kamar khusus untuk BK pun masih dijaga dan dirawat dengan baik, meski apa adanya. Dan Harjono pun tak berniat untuk merenovasi atau mengubah bentuk rumah warisan itu menjadi bergaya apapun. ” Ini saksi bisu BK dalam perjalanan hidup dan perjuangan”, tandas Harjono. * Ganang Parto

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2013/07/21/jejak-tapak-bung-karno-di-kediri/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: