Mbah Hadi pun Meninggalkan Bung Karno

Mbah Hadi

Ini adalah fragmen lanjutan tentang Mbah Hadi, Haji Hadi Sukismo, seorang pengawal spiritual Bung Karno. Saat dijumpai di kediamannya, Bakulan Wetan, RT 04/RW 04, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Bantul Akhir november 2012, mbah Hadi masih kelihatan bugar. Pria kelahiran 12 Juli 1908 itu, juga masih sesekali turun ke sawah, menggarap sebidang lahan hasil jerih payahnya menjadi petugas keamanan kampung.

“Sekitar tahun 1962, saya memutuskan meninggalkan Bung Karno, pulang ke Jogja menjadi petani. Saya tidak membawa apa-apa dari Jakarta. Saya juga tidak meminta apa-apa dari Bung Karno,” ujar Mbah Hadi.

Saat diminta menceritakan, apa alasan dia meninggalkan Bung Karno, dia sejenak terdiam dan mata tuanya menerawang ke atas. “Ini cerita lama, tetapi tidak apa-apa saya ungkap. Ketika itu, firasat batin saya tidak enak. Makin hari, perasaan tidak enak itu tertuju ke orang dekat Bung Karno, orang yang justru sangat bertanggung jawab terhadap keselamatan Bung Karno….” ujar Hadi, tanpa menyebut nama,

Karena penasaran, saya menyebutkan nama, “Siapa Mbah? Siapa orang yang panjenengan firasati tidak enak? Apakah ajudan Bung Karno?”, Hadi spontan menjawab, “Bukan!”, lalu diam. Suasana hening. Saya yang datang berempat, juga diam. Tidak satu pun yang berniat mengusik “diam”nya mbah Hadi. Sampai saya habis kesabaran dan menanyakan lagi, “Lalu siapa mbah? Apa pak Mangil?”, spontan mbah Hadi menggeleng, “Bukan!”. Saya kejar lagi, “Brigjen Sabur?”, dia menatap saya dan menjawab, “Ya!”

Dalam sebuah percakapan di tahun 62-an, Hadi matur ke hadapan Bung Karno, “Sabur sudah terlalu lama di dalam. Dia akan lebih bermanfaat buat Bapak, kalau ditempatkan di luar Istana.” Dalam banyak hal, menurut pengakuan Hadi, Bung Karno banyak mendengar saran-saran Hadi, tapi untuk saran tentang Sabur, Bung Karno tidak sependapat. “Sabur itu pinter. Dia lebih baik di dekat saya!”

Merasa sarannya tidak didengar, Hadi dengan lugunya mengatakan kepada Bung Karno, “O, ya sudah. Kalau begitu besok saya pulang ke Jogja….”

Sampai di situ, Mbah Hadi terdiam lagi. Cukup lama. Padahal saya penasaran sekali untuk mendengar apa reaksi Bung Karno demi mendengar niat Hadi pulang ke Jogja, yang itu berarti tidak lagi menjadi pengawalnya. Rupanya, tidak keluar jawab kalau tidak diajukan pertanyaan, “Apa kata Bung Karno, mbah?”

“Dia diam saja. Ya saya besoknya langsung pulang. Saya tinggalkan semua fasilitas kendaraan, sopir, bahkan pengawal saya. Saya pulang ke Jogja tidak membawa apa-apa. Saya juga tidak menerima pesan apa-apa dari Bung Karno. Dia diam saja,” tutur Hadi.

Entah firasat Hadi yang benar, entah kepastian jalannya sejarah… ketika Gestok meletus tahun 1965, tiga tahun setelah Hadi menyampaikan firasatnya ke Bung Karno, memang kemudian melibatkan pasukan Cakrabirawa pimpinan Sabur.

Dari lebih tiga jam berbincang dengan Mbah Hadi, memang belum banyak yang bisa dikorek. Saya berniat mendatanginya lagi suatu saat. Selain masih penasaran dengan kisah-kisah human interest antara Hadi Sukismo dan Bung Karno, juga berharap ada serpihan sejarah lian yang bisa diungkap. (roso daras)

Published in: on 25 Desember 2012 at 05:07  Comments (5)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2012/12/25/mbah-hadi-pun-meninggalkan-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 KomentarTinggalkan komentar

  1. Oh, brigjen Sabur….saya kira yg dikhawatirkan mbah Hadi itu S………

  2. Terharu sy baca ini…
    Semoga Bung Roso bisa bertemu kembali dengan mbah Hadi..
    Untuk menguak sisi history seputar Bung Karno…

    Yang sy tangkap dari tutur mbah Hadi soal “diam” nya Bung Karno, adalah bukan karena Tidak mendengar nasehat/masukan mbag Hadi, tapi Bung Karno memang diposisi itu tidak ingin mengantisipasi akan “Ikhtiar”..
    Beliau sudah mengalir sesuai jalannya Sejarah, walau kelam “GESTOK”…

    Seperti halnya, sewaktu Jenderal KKO Hartono, yang akan membawa ke Surabaya dan siap melindungi Sang Pemimpinnya…
    Siap menghadapi Kostrad-St cs….
    Tapi Bung Karno menolak, memilih ke Halim dengan Marsekal Oemar Dhani nya…

    Perang saudara akan meletus, bila sampai Bung Karno memberi perintah…
    Sementara Angkatan Laut AS, sudah dekat perairan INDONESIA…

    Merdeka !

  3. Apa ada bukti buktinya kalau memang dia Pengawal Spiritual Bung Karno?Banyak orang yang mengaku ngaku pengawal spiritual padahal bertemu muka dengan Bung Karno saja belum pernah,apalagi menyalahkan Brigjen Sabur.Bung Karno apa ya pakai Pengawal Spiritual seperti Suharto?Rasanya sih enggak

  4. wow..foto mBah Hadi masih tampak segar di akhir Nov.2012..104 tahun usia beliau..dan masih segar ingatannya.. sangat boleh-jadi beliau memang guru spiritual yg handal.. perlu di’kuras’ data2 sejarahnya.. naturnuwun.

  5. Hmmm….yang namanya musuh dalam selimut selalu lebih kejam dan selalu memberi bekas luka dan pertanyaan lebih dr 1 Why ?? How could you??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: