Hadi Sukismo, Pengawal Spiritual Bung Karno

HadiIni adalah salah satu bagian dari sejarah yang tercecer. Bung Karno, banyak dikelilingi pengawal. Nah, pengawal ini pengertiannya ada yang ofisial, dalam arti organik di struktur Detasemen Kawal Presiden (DKP), ada juga yang non-organik. Artinya, pengawal khusus. Disebut pengawal khusus, yaaa karena tidak ada dalam struktur DKP.

Ini adalah sekelumit kisah dari seorang Hadi Sukismo, seorang pengawal khusus Bung Karno, yang bekerja sejak tahun 1950 sampai tahun 1962. “Saya waktu sedang bekerja di pabrik gula sebagai mandor tebu. Tiba-tiba datang surat dari pak Juanda yang meminta saya datang ke Jakarta, menghadap Bung Karno untuk jadi pengawal beliau,” ujar Mbah Hadi, begitu ia akrab disapa, mengawali kisah-mula ia menjadi pengawal khusus Bung Karno.

Keesokan harinya, Mbah Hadi bertolak ke Jakarta naik kereta api. Setiba di Jakarta, ia langsung menuju ke Istana. “Wah, waktu itu saya disuruh menunggu hampir seharian. Pertama datang, pengawal menanyakan siapa saya, apa keperluannya datang ke Istana, dan pertanyaan-pertanyaan khas petugas Istana yang penuh curiga…. Yaaa, saya kasih saja surat dari pak Juanda, saya bilang, ‘baca sendiri surat ini’,” ujar Mbah Hadi sambil mengepulkan asap rokok Ji-Sam-Soe.

Demi membaca surat pengantar Juanda, petugas itu sontak berubah sikap lebih lunak. “Tapi ya tetap saja saya disuruh nunggu. Nunggu lamaaaa sekali…. Hampir sore baru saya diterima petugas pengawal Bung Karno. Jadi saya belum ketemu Bung Karno pada hari itu,” katanya.

“Saudara bersedia menjadi pengawal Presiden?,” tanya petugas.

“Saya bersedia,” jawab Hadi.

“Baik. Mari ikut kami,” ujar petugas sambil mengajak Hadi pergi.

Sore itu, Hadi dibawa tim pengawal naik mobil menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Di tengah perjalanan, seorang petugas menunjukkan foto lelaki kekar asal Papua. Hadi ditugaskan menangkap lelaki yang diduga sebagai pelaku kejahatan di kapal. “Saya cuma mbatin, ah… mungkin untuk jadi pengawal Bung Karno, inilah ujian yang harus saya lewati,” kenang Hadi.

Benar. Tak lama kemudian, sebuah kapal merapat di pelabuhan Tanjung Priok. Di antara para penumpang yang turun, salah satunya adalah “target” yang harus diringkus. Begitu ia melihat “tersangka”, Hadi diperintahkan untuk menangkap. Ia pun turun dan menjemput lelaki itu. Tak ada rasa takut sedikit pun, sekalipun sebelumnya ia diberi tahu, bahwa tidak ada orang yang sanggup menangkapnya.

Begitu Hadi mendekati “tersangka”, ia langsung bilang, “Berhenti. Saudara kami tangkap. Mari ikut kami.” Belum sempat lelaki tadi beraksi melakukan perlawanan, Hadi sudah berhasil memegang tangannya, dan membantingnya seketika. “Saya tidak merasakan berat. Enteng saja saya banting dia,” kata Hadi yang berperawakan cukup besar untuk ukuran orang Indonesia.

Heran bin ajaib, penjahat itu tidak melawan. Ia menatap Hadi dengan ketakutan, dan menyerah digelandang petugas. Di kemudian hari, Hadi tahu, ia terbukti melakukan sejumlah kejahatan di kapal. “Saya lupa, kalau tidak salah ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara,” kata Hadi.

Bagaimana kisah selanjutnya? Tunggu. (roso daras)

Published in: on 18 Desember 2012 at 10:55  Comments (9)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2012/12/18/hadi-sukismo-pengawal-spiritual-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. Apa nggak ada keterangan, mbah Hadi ini siapa, dari mana dan bagaimana?

  2. Baru episode satu,
    kutunggu lanjutannya….

    Jasmerah !

    • Mohon untuk sekelanjutnnya dan kisah2 pengawal Bung Karno dari mulai kecil sampai akhir hayatnya dari sisi kegagalan & keberhasilan sampai dengan spiritualnya, Khatur nuhun sa teuacana.

  3. Istilah Pengawal Spiritual itu baru dikenal jaman Reformasi,sangat meragukan,harus diteliti berapa umur mbah Hadi sekarang?apakah ada bukti photo dan surat perintah dari Djuanda,setiap Pengawal Pribadi Presiden Sukarno tentunya tercatat dan digajih pemerintah dan diberi uang pensiun dan agak aneh kalau Perdana Menteri Djuanda menyediakan “pengawal spiritual”Presiden Sukarno.Jaman sekarang banyak orang mengaku ngaku berjasa,karena ini mengenai sejarah hendaknya Bung Roso harus lebih berhati hati

    • setau sayah jaman ORBA ada tuh yg namanya soedjono humardhani sebagai “guru spiritual” suharto😉

      • Kalo bicara si kopeg smiling general…
        Dukun” nya aja, pabalatak broo…

        Bung Karno, pengawal Spiritualnya jelas ada dunk…
        Gak usah perlu otenthik”an…
        Yg jelas ada nyata…

        Kakek sy aja salah satu nya koq..🙂
        asliiii…..

      • Soedjono humardani itu masih kerabat nya tien ato…

        Waktu ato di ICU RS Pertamin.. ada salah satu guru kegelapan ato, yg plontos pake item” noh…

        Kalo guru laennya, ada juga.. Rambutnya putih semua sebahu, pake nya kolor pendek, jaket Kopassus.. nggak pernah pake alas kaki ( nyokor), tiga bulan sekali datang ke cendana pake taksi….

  4. Maksutnya apa coba bikin artikel kentang gini???? cuma mo iklan rokok??

  5. dari raut muka dan pose tubuhnya di foto, sepertiny Mbah Hadi ini dulu orang Jago atau Jawara, selain punya ilmu kanuragan juga punya ilmu pencak. Maaf bukan bermaksud sotau hanya menilai dari foto beliau…mana nihhh lanjutannyaa penasaran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: