Benang Merah Pidato Bung Karno (3)

bung-karno2Ini bagian ke-3 dari empat bagian nukilan pidato-pidato kenegaraan Bung Karno.

1956: Berilah Isi Kepada Hidupmu

“Sekali kita berani bertindak revolusioner, tetap kita harus berani bertindak revolusioner…. Jangan setengah-setengah, jangan ragu-ragu, jangan mandek setengah jalan… kita adalah satu ‘fighting nation’ yang tidak mengenal ‘journey’s end’.'”

1957: Satu Tahun Ketentuan

Revolusi Indonesia benar-benar revolusi rakyat…. Tujuan kita masyarakat adil dan makmur, masyarakat “rakyat untuk rakyat”. Karakteristik segenap tindak-tanduk perjuangan kita harus tetap karakteristik Rakyat… demokrasi Rakyat, demokrasi ‘matleiderschap’, demokrasi terpimpin!”

1958: Tahun Tantangan

“Rakyat 1958 sekarang sudah lebih sadar… tidak lagi tak terang siapa kawan siapa lawan, tidak lagi tak terang siapa yang setia dan siapa pengkhianat… siapa pemimpin sejati, dan siapa pemimpin anteknya asing… siapa pemimpin pengabdi Rakyat dan siapa pemimpin gadungan. Dalam masa tantangan-tantangan seperti sekarang ini, lebih daripada di masa-masa yang lampau, kita harus menggembleng-kembali Persatuan….”

1959: Penemuan Kembali Revolusi Kita

(Pidato ini kemudian diperkuat oleh seluruh rakyat bangsa dan disahkan sebagai Manifesto Politik Republik Indonesia — Manipol). “Kurumuskan tiga segi kerangka Revolusi kita dan ‘5 persoalan-persoalan polok Revolusi Indonesia’ yaitu: Dasar/tujuan dari kewajiban-kewajiban Revolusi Indonesia, kekuatan-kekuatan sosial Revolusi Indonesia, sifat Revolusi Indonesia, hari-depan Revolusi Indonesia, dan musuh-musuh Revolusi Indonesia.”

1960: Laksana Malaikat yang Menyerbu dari Langit, Jalannya Revolusi Kita (Jarek)

“… perlunya, mungkinnya, dan dapatnya bersatu Nasionalisme, Agama, dan Komunisme, harus satunya kata dan perbuatan bagi kaum yang betul-betul revolusioner, mutlak perlunya dilaksanakan land-reform sebagai bagian mutlak Revolusi Indonesia, mutlak perlunya dibasmi segala phobi-phobian terutama sekali Komunisto-Phobi; perlunya dikonfrontasikan segenap kekuatan nasional terhadap kekuatan-kekuatan imperialis-kolonialis; dan keharusannya dijalankan revolusi dari aas dan dari bawah.”

Tampak pada periode lima tahun di atas, Bung Karno mulai mengksirtalkan pondasi berbangsa dan bernegara. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara merdeka, masih belum lepas dari rongrongan asing yang menyokong setiap aksi separatis dengan berbagai dalihnya. Tetapi sejarah juga mencatat, bahwa di periode ini segala bentuk gerakan separatis berhasil ditumpas.

Sebagai bapak bangsa, bapak bagi semua elemen bangsa, Bung Karno juga merangkul para pengkhianat, para separatis untuk kembali ke pangkuan Tanah Air. Ke depan, Bung Karno terus menggelegarkan aroma permusuhan terhadap semua bentuk konolialisme dan imperialisme baru, termasuk menggugat masih bercokolnya Belanda di bumi Irian Barat. (roso daras/Bersambung)

Published in: on 2 Desember 2012 at 08:01  Comments (1)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2012/12/02/benang-merah-pidato-bung-karno-3/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. BUNG KARNO PRESIDEN KALIBER DUNIA
    BUNG KARNO MEMANG TIADA DUANYA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: