Berkat Bakiak, Bertemu Bung Karno

Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Dua nama besar dalam sejarah bangsa kita. Keduanya kental dengan semangat kebangsaan. Beda usia mereka kurang lebih 15 tahun. Bung Karno lahir tahun 1901, sementara Sudirman lahir tahun 1916.

Sependek usia mereka terpaut, sejauh itu pula keduanya memiliki perbedaan jam terbang dalam kancah pergerakan kemerdekaan. Ini terbukti, saat Bung Karno masuk-keluar penjara, Sudirman baru saja mengenal organisasi kepanduan milik Muhammadiyah, Hizboel Wathan (HW) di Cilacap, kota di mana ia dibesarkan.

Sudirman yang kelahiran Rembang itu, memang dibesarkan di Cilacap, wilayah Karesidenan Banyumas. Di sini pula ia aktif dalam organisasi kepanduan. Digembleng fisik, mental dan rohaninya, serta kepedulian sosial. Khas semangat pandu. Ditambah paham Kemuhammadiyahan, membuat ia menjadi seorang pandu yang soleh.

O ya, satu hal lagi… ini lumayan penting… sebagai seorang remaja, ia juga gemar berolahraga. Salah satunya, sepakbola. Sudirman bergabung dengan klub sepakbola Cilacap yang cukup disegani ketika itu. Nama kesebelasannya, “Banteng Muda”. Sudirman-lah yang berperan sebagai central-defender sekaligus penyandang ban kapten.

Tiba pada suatu saat, Sudirman harus berhenti sekolah, karena HIS Taman Siswa tempat ia sekolah, ditutup pemerintah Hindia Belanda. Oleh gurunya, dia disarankan masuk ke MULO Wiworotomo, sekolah yang didirikan oleh R. Sumoyo Kusumo yang termasuk pendiri Boedi Oetomo. Nah, di sekolah inilah bibit-bibit nasionalisme Sudirman muda tumbuh subur.

Selain R. Sumoyo, masih ada dua guru lagi yang berpengaruh bagi Sudirman. Mereka adalah R. Suwarjo TIrtosupono, alumni sekolah militer Breda, Belanda yang tidak bersedia masuk KNIL dan lebih memilih aktif di pergerakan. Serta satu guru lainnya, R. Moh. Kholil, tokoh Muhammadiyah Cilacap.

Nah, dari mereka bertiga pula, Sudirman tahu, ihwal rencana kedatangan Bung Karno ke Cilacap, untuk berpidato dalam sebuah forum pemuda. Benar, Bung Karno memiliki jaringan pergerakan hampir di semua daerah, tak terkecuali di Cilacap.

Syahdan, selepas dari penjara Sukamiskin tahun 1931, Bung Karno dan Gatot Mangkupraja melakukan perjalanan darat ke Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam kesempatan itulah Bung Karno singgah di berbagai kota yang dilaluinya, antara lain Cilacap.

Inilah momentum untuk pertama kalinya, Sudirman “bertemu” Bung Karno, tepatnya “melihat” Bung Karno secara langsung, dan mendengarkan orasinya. Penggalan sejarah ini cukup menarik, atau tepatnya unik. Sebab, Sudirman tidak serta merta bisa masuk ke arena perkumpulan di mana Bung Karno akan berpidato.

Soalnya tak lain, karena usia Sudirman yang tergolong masih anak-anak (sekitar 15 tahun). Alkisah, saat dia hendak masuk ke gedung pertemuan, petugas keamanan melarang, dan menyuruhnya pulang, karena dinilai belum cukup umur.

Keinginan yang menggebu untuk bisa mendengarkan pidato Bung Karno, membuat Sudirman tak menyerah. Ia pulang ke rumah, melepas celana pendek dan mengambil celana panjang bapaknya. Bukan itu saja, ia juga mengganti sandal dengan bakiak tinggi. Nah, dengan celana panjang, plus bakiak tinggi, tampilan Sudirman memang tampak lebih dewasa.

Walhasil, ketika dia kembali ke gedung pertemuan, petugas jaga tidak lagi melarang, dan membiarkan Sudirman masuk dan diizinkan mengikuti ceramah Bung Karno. Sudirman pun tenggelam di tengah lautan pemuda Cilacap, tenggelam di tengah samudera kata-kata membara Bung Karno. Jiwa patriot itu pun makin menggumpal. (roso daras)

About these ads
Published in: on 13 Juli 2012 at 19:15  Komentar (2)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2012/07/13/berkat-bakiak-bertemu-bung-karno/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Jenderal Besar yang masih menyimpan misteri…

    Saya berkunjung ke monumen tempat lahir dan masa kecil Jend.Soedirman di desa Remabang-Purbalingga..
    Juga ke museum Pangsar Soedirman di Logawa-Purwokerto..
    Kekagumanku bertambah, karena Jend.Soedirman sangat layak mendapat predikat JENDERAL BESAR..
    Bukan soeharto, Pengkhianat.. atau a.h nasoetion, yang sempat memberontak terhadap Bung Karno !!!

  2. Jend. Soedirman, Jenderal termiskin
    Pres. Soekarno, Presiden termiskin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: