Ho Chi Minh pun Mengembara

Orang besar selalu menyimpan cerita menarik di baliknya. Bung Karno, misalnya, memiliki banyak sekali kisah menarik sejak ia berada di dalam kandungan, kelahirannya yang disambut letusan gunung Kelud, masa anak-anak yang sakit-sakitan dan bandel, masa remaja yang gemar memacari noni-noni Belanda, hingga talenta luar biasa yang melekat pada dirinya. Kecerdasannya melampaui anak-anak seusianya. Kematangan berpikirnya, melampaui zamannya. Keberaniannya, laksana manusia tanpa urat takut.

Ahhh… sudahlah. Ini bukan tentang Bung Karno. Ini tentang sahabat Bung Karno yang bernama Ho Chi Minh. Seorang Vietnam yang namanya begitu besar di dunia sosialis. Kebesaran nama Ho Chi Minh diperharum (oleh bangsanya) dengan sukses besar menendang Perancis dan Jepang dari negaranya. Bahkan ketika Amerika Serikat mengajaknya berperang, Ho Chi Minh dan bangsanya mampu menaklukkan negara adi daya itu dengan kepiawaian perang gerilya yang hingga sekarang masih terkenang.

Ho lahir 19 Mei 1890 di sebuah distrik bernama Hoang Tru, Vietnam tengah. Seperti halnya Bung Karno, ia pun memiliki seorang bapak yang bekerja pada kantor pemerintah (kolonial). Kalau Soekeni, ayah Bung Karno bekerja sebagai guru, maka ayahanda Ho bekerja sebagai pekerja biasa di kantor jawatan hukum. Ketika itu, pemerintah kolonial Perancis (France Indo-China), menjajah menggunakan kepanjangan tangan kerajaan. Artinya, hukum-hukum yang berlaku di Vietnam menggunakan hukum kerajaan.

Pada suatu hari, ayah Ho dipecat gara-gara mengkritisi praktik kolonisasi Perancis di negaranya. Benih-benih kebencian sudah tertanam di hati Ho kecil, bahkan hingga beranjak dewasa. Tahun 1911, saat usianya menginjak tahun ke-21, ia bertekad keluar dari negaranya, berkeliling dunia. Apa daya, uang tak punya. Maka Ho pun melamar bekerja di perusahaan perkapalan pemerintah. Itulah satu-satunya cara bisa bepergian keliling dunia tanpa bayar.

Ho muda bekerja sebagai ABK (anak buah kapal). Hampir semua pekerjaan rendahan ia jalani, mulai dari tukang sapu, tukang cuci piring di dapur, dan semua pekerjaan rendahan yang ada dalam sebuah kapal.

Sejak hari itu, dan hingga lebih 30 tahun kemudian, hidupnya dihabiskan di luar Vietnam. Ia pergi ke Perancis, ia ke Inggris, dan mengamati kehidupan negara yang sedang menjajah negaranya. Jika Bung Karno membaca banyak literatur tentang kehidupan di luar Indonesia, maka Ho  Chi Minh mendatangi langsung negara-negara itu, serta belajar tentang dunia Barat, lengkap dengan praktik kapitalistisnya, lengkap dengan sikap individualistisnya, lengkap dengan paham-paham ideologi mereka.

Bukan hanya itu. Seperti Bung Karno, maka Ho pun belajar ideologi-ideologi lain. Pendek kata, ideologi dari Barat sampai ke Timur ia pelajari dengan seksama. Semuanya memperkaya khasanah batin Ho. Semuanya diendapkan, dan pada saatnya sejarah telah menorehkan tentang sepak terjang Ho selanjutnya, bahkan sampai kepada pola kepemimpinannya saat ia menjadi Presiden Vietnam.

Seperti Bung Karno, maka otak Ho terbilang encer juga. Dia dengan cepat belajar berbagai ilmu, politik, ketatanegaraan, sosial-ekonomi, hingga jurnalistik. Lagi-lagi saya harus merujuk ke Bung Karno, sebab, seperti halnya Bung Karno, maka Ho Chi Minh pun kemudian menjelma menjadi pemuda yang cerdas, berpengetahuan luas, serta fasih berbahasa Inggris, Perancis, Jerman, China, Jepang, dan tentu saja bahasa ibu, Vietnam. (roso daras)

 

Published in: on 20 Oktober 2011 at 03:56  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/10/20/ho-chi-minh-pun-mengembara/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: