Bung Karno Vs Kartosuwiryo dalam Buku

Alhamdulillah yaaa… Sesuatu bangettt… Buku “Bung Karno Vs Kartosuwiryo” telah selesai cetak. Bahkan, sudah “nyaris” terdisplay di toko-toko buku, Senin, 10 Oktober 2011 lalu. Ya, itu tanggal yang dijadwalkan penerbit Imania untuk mendisplay buku ini. “Luar Jawa malah lebih dulu, pak Roso…,” ujar seorang manajer di penerbitan Imania, penerbit buku saya itu.

Biasanya, saya rajin mengabarkan kepada khalayak ihwal kemunculan buku baru itu. Bukan saja bertujuan promosi supaya bukunya terbeli, lebih dari itu, dorongan “berbagi” kepada sesama Sukarnois begitu besar. Tapi, mengingat kesibukan, saya memang tidak, atau belum melakukannya. Hhhmmm, apa jadinya kalau sudah dipromosikan tanggal 10 Oktober bisa dibeli di toko buku, tapi ternyata tidak ada barangnya?

Kalau tidak salah ingat, tanggal 12 Oktober, manajer Imania menelepon, meminta maaf tentang buku saya yang belum bisa dipasarkan. Saya tanya alasan, dia menjawab direksi keberatan dengan sebagian isi kata pengantar buku. Sempat mereka meminta izin untuk menghapus kata pengantar. Saya tentu saja keberatan. Kata pengantar justru penting untuk conditioning pembaca masuk pada materi buku. Kalau ujug-ujug pembaca disodori materi tanpa pengantar, sama saja kita disuruh makan singkong rebus tanpa air. Bayangkan saja….

Saya menolak. Lantas si manajer meminta saya melakukan editing, saya juga menolak. Bukan saya tidak mau kompromi. Alasan saya ada dua, pertama, saya memang benar-benar sedang tidak ada waktu untuk mengedit kata pengantar. Kedua, berhubung yang keberatan adalah direksi, maka seyogianya pihak penerbit yang mengedit. Bukankah begitu? Maka saya usul, “Silakan diedit seperlunya. Saya menyetujui, dan lanjutkan proses cetak ulang dan pendistribusiannya ke toko-toko buku.”

Begitulah sekelumit romansa yang mewarnai kelahiran buku “Bung Karno Vs Kartosuwiryo, Membongkar Sumber Dana DI/TII” ini. Tidak seperti dua judul sebelumnya yang dicetak di Imania, maka pada buku ketiga ini, rasa merasa terhormat, karena direksi penerbit itu tiba-tiba menjadi begitu perhatian. Mulai dari usul pemilihan topik, hingga gonta-ganti cover. Dalam pikiran yang selalu saya usahakan untuk positif, tentu saja saya senang karena itu artinya mereka menganggap penting.

Penting bisa diartikan, materi buku ini memang patut mendapat perhatian ekstra. Penting bisa juga berarti, buku ini memang punya nilai jual. Entahlah. Yang pasti, buku ini memang beda dari kedua serial terdahulu. Ini lebih fokus pada sekelumit kiprah Bung Karno yang bersinggungan dengan Islam. Khususnya Islam garis keras.

Tetapi, format buku secara umum, tidak terlalu menyimpang dari kedua buku terdahulu. Tetap bersumber dari postingan saya di blog ini. Mudah-mudahan tetap “enteng-berisi”. Saya berharap, sekalipun topiknya cukup berat, tetapi tetap bisa dinikmati secara santai.

Pertanyaannya tentu: Kapan buku itu bisa didapat? Penerbit yang punya kapasitas menjawab. Hanya saja, kepada saya mereka mengatakan, “pencetakan ulang kata pengantar, sebentar kok. Mudah-mudahan akhir Oktober 2011 ini sudah beredar di toko-toko buku.” (roso daras)

Published in: on 14 Oktober 2011 at 02:58  Comments (10)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/10/14/bung-karno-vs-kartosuwiryo-dalam-buku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

10 KomentarTinggalkan komentar

  1. waah langsung saja ah ke tkp pak.. di gramedia ada kan pak ?

  2. Merdeka !!!!

    Sangat kutunggu Kitab nya, Mas Roso .. hehe

    Semoga mendapat banyak tambahan wawasan sekelumit sejarah yang kontroversial ini ..

    Sukses selalu, buat Mas Roso ..

    Merdeka !!!

  3. Waaah musti hunting cepet2 deh nih buku.. WAJIB PUNYA ! kunjungan baliknya yah pak Roso ke http://tommyutomo.wordpress.com/

    Meng-Indonesiakan Indonesia

  4. wah lanjutkan Om Roso, semoga semakin banyak buku2 dari Om Roso yg dapat menguak sejarah yg telah lama samar🙂

  5. Awal November sudah terdislpay di Toko Buku Seluruh Indonesia. Sekarang sedang proses revisi cetak. Selesai 24 Oktober. Distribusi seminggu. Terima kasih dan sekian info

  6. Waaah musti hunting cepet2 deh nih buku.

    buku yang bermanfaat

  7. Bung bukunya sudah saya baca, bukunya keren bung rosso
    Tapi buat selanjutnya, ambil dari dua sisi sejarahnya. Jangan hanya dari 1 sisi. Jangan mentang2 bung karno sang proklamator jadi dari sisi beliau saja. Bung karno hanya manusia bung rosso, belum tentu dia paling benar. Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah. Ibarat perbedaan moral budaya barat dan budaya timur saja bung mana yang harus dibilang benar? Menurut kita berpakaian tidak senonok sangat tidak bermoral tapi di budaya barat itu sesuatu yang sangat biasa. Jadi ambilah kebenaran sejarah dari 2 sisi yang adil. Trimakasih bung rosso

  8. Saya sangat setuju tanggapan mhd aditya….,tak ada gading yg tak retak…

  9. indonesia sudah dijual ke asing sejak the founding father hingga sekarang demi kepentingan pribadi dan golongan. sejarah yg manipulatif adalah senjata pemerintah.

  10. berjuang tuk merdeka ..tidak sulit, berjuang memerangi bangsa sendiri …. sangat sulit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: