Jakob Oetama tetang Bung Karno

Saya tidak mengenal Jakob Oetama sebaik rekan-rekan wartawan yang pernah dan masih bergabung di kelompok Kompas Gramedia. Akan tetapi, dari beberapa kali perjumpaan, dapat saya simpulkan, bahwa dia adalah salah satu tokoh yang menginspirasi saya. Jika ada sederet nama manusia Indonesia yang saya kagumi, maka nama Jacob Oetama bertengger di urutan ke-10. Urutannya adalah: Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Jakob Oetama!

Belum lama ini, pria kelahiran Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur candi Borobudur, Magelang berulang tahun. Ia lahir 27 September 1931. Nah, menandai momentum ulang tahun ke-80 itu, Kompas Gramedia menerbitkan buku “Syukur Tiada Akhir, Jejak Langkah Jakob Oetama”, yang disusun St. Sularto. Buku setebal 659 halaman ini, benar-benar lengkap dalam memotret sosok lelaki bernama asli Jakobus Oetomo itu.

Sebagai manusia sukses, Jakob juga terinspirasi oleh pemikiran banyak tokoh, baik tokoh nasional maupun internasional. Sudah bisa ditebak, satu di antaranya adalah Bung Karno. Apa kesan Jakob terhadap Bung Karno? Simak kutipan berikut:

… Jakob merasa Bung Karno berjasa bagaimana membangkitkan rasa nasionalisme, manusia mimbar, dan berbeda dengan Bung Hatta sosok kader, berbeda pula dengan gaya Sjahrir.

Mengenai Bung Karno, dapatlah disepakati, salah satu pelajaran besar adalah janganlah kita, bangsa Indonesia, memutus-mutus sejarahnya sendiri. Pemutusan sejarah itulah yang kita lakukan dengan menurunkan Bung Karno dari panggung sejarah.

Bung Karno, demikian pula para pemimpin bangsa lainnya, kita tempatkan dan kita nilai secara kritis. Kita koreksi. Pemikiran dan pergulatannya tidak kita ambil mentah-mentah. Kita pelajari. Kita jadikan bahan yang didialogkan dengan pengalaman perkembangan dan tuntutan zaman. Kita pelajari dan kita pahami secara kritis. Kita gugat dan kita koreksi, tetapi tidak diturunkan untuk memutus sejarah.

Bung Karno jelas figur bersejarah. Salah satu kriteria apakah seseorang itu figur sejarah atau bukan adalah ada tidaknya pengaruh yang ditinggalkan dan pengaruh itu berdampak permanen bagi kehidupan bangsa dan negaranya. Bung Karno meninggalkan pengaruh yang permanen itu. Di antaranya perasaan dan kesadaran kebangsaan kita, perasaan dan kesadaran keindonesiaan kita, kesadaran kita sebagai bangsa untuk tidak menjiplak begitu saja dari dunia luar, melainkan menggelutinya secara kritis dan menjadikannya bahan untuk pengembangan Indonesia.

Dengan memperingati 100 tahun kelahiran Bung Karno, misalnya, kita bermaksud memperingati para bapak dan pendiri bangsa lainnya. Kita teguhkan lagi di atas panggung pergulatan sejarah kita, tokoh-tokoh seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir. Kita pelajari pergulatan, perjuangan, dan pemikiran mereka. Kita dialogkan dengan pengalaman bangsa sendiri dan bangsa-bangsa lain. Kita segarkan dengan perubahan dan tuntutan zaman.

Begitulah yang terjadi dengan bangsa dan negara berhasil seperti bangsa dan negara Amerika Serikat. Pada pendiri dan pemikir bangsa mereka dipelajari secara kritis, dijadikan bahan untuk berdialog dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Dikritik, dikoreksi, bahkan dihukum, tetapi tidak diturunkan dari panggung sejarah. Bukankah bisa berdampak, sementara kita setiap kali memulai dari nol jika sejarah kita putus-putus. Bukankah sekarang pun, kita sudah mulai merasakan pengaruhnya yang negatif dan gagal menyelesaikan masalah jika kita hanya mampu menjadi bangsa yang membalas dan mendendam.

Hmm… sungguh sebuah sudut pandang yang bernas dari seorang Jakob atas sosok Sukarno. (roso daras)

Published in: on 7 Oktober 2011 at 08:53  Comments (4)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/10/07/jakob-oetama-tetang-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Bung Karno hebat

  2. Bung Karno memang tokoh besar negeri ini , dan menjadi Inspirasi bagi dunia , tidak ada tokoh sebesar bung Karno sampai hari ini , mungkin menunggu dulu hancur lebur nya negara koruptor ini baru akan muncul Soekarno baru ,yang peduli terhadap bangsa dan negara nya .

  3. Ketika SD aku sempat tidak suka dgn Bung Karno, entah apa sebab musababnya, mungkin buku-buku SD & Komik G30S yg aku baca… namun begitu aku Dewasa, aku begitu tergila-gila dgn BK, poster, buku-buku, kliping dan VCD semua aku punya walau sebagian kecil… “Alhamdulillah ya Allah, telah memberi karunia kpd bangsa Indonesia berupa turun & lahirnya seorang Soekarno di bumi Nusantara ini sebagai pembebas”

  4. Pak roso…saya sangat mengagumi tulisan-tulisan Bapak yang menyangkut Bung Karno, dan saya juga pengagum berat BK, jika bapak ada waktu silahkan mampir ke blog saya…saya banya juga menulis tentang BK…mungkin apa yang saya tulis banyak kurangnya mohon Bapak bisa kritisi

    http://najiullahcommunity.blogspot.com/http://ajinatha.blogspot.com/

    Salam…Terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: