John D. Legge, Tidak Paham Sukarno

Hanya Sukarno, satu-satunya Presiden di dunia (pada zamannya) yang paling banyak disorot penulis asing. Baik penulis buku yang berlatar belakang akademisi (untuk tujuan penelitian atau penyusunan disertasi), juga oleh para jurnalis manca negara.

Di antara sekian buku yang ditulis penulis asing, yang paling menarik dan “soheh” barangkali An Autobiography as told to Cindy Adams (Indianapolis, 1965). Buku lain Cindy Adams adalah “My Friend the Dictator” (Indianapolis, 1967). Penulis dan peneliti lain yang pernah bersinggungan dengan tema Bung Karno antara lain Bernhard Dahm, George Mc.T Kahin, Lambert Giebels, John D. Legge, dan masih banyak lainnya.

Dari sekian buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan kini singgah di “privat library” saya, beberapa di antaranya saya baca lebih dari sekali. Salah satunya adalah karya John D. Legge yang berjudul “Sukarno, Biografi Politik”. Ada yang spesial pada buku yang bisa mendorong pembacanya, membaca lebih dari sekali.

Adakah yang spesial dari karya John D. Legge? Ada! Yakni pada ketidakmampuan Legge menafsir kebijakan politik Sukarno. Yakni pada kependekan nalar Legge dalam mencerna latar belakang sejarah dan budaya Indonesia. Yakni pada kesombongannya untuk mengkritik langkah-langkah Sukarno. Yakni pada ketidakpeduliannya tentang hakikat indepensi sebagai seorang penulis.

Karenanya, banyak sekali kabar burung yang ditimbrungkan bersama narasi yang terkesan ilmiah. Ini justru mementahkan karya tulisnya. Tidak sedikit, kalimat-kalimatnya bernada “menghakimi”. Ini sama sekali melanggar dari hakikat indepensi sebagai seorang penulis. Apalagi penulis “biografi politik” dari seorang Presiden yang punya nama begitu besar pada zamannya.

Saya hanya bisa menduga, karya tulis Legge bagian tak terpisahkan dari sebuah skenario global untuk menenggelamkan nama Sukarno dari sejarah politik dunia. Tetapi apakah Legge layak kita benci? Tentu saja tidak. Saya bahkan membaca karyanya lebih dari sekali. Bahkan jika Anda masih menjumpainya di rak toko buku, saya pun akan menyarankan untuk mengoleksinya.

Betapa pun, ini adalah satu dari sekian buku tentang Sukarno. Lepas dari apakah buku itu masuk kategori “ilmu” atau “sampah”, tetap punya arti. Bung Karno sendiri, saya yakin, tidak akan keberatan dengan karya Legge. Mungkin saja, Bung Karno akan mendamprat Legge, tetapi sekaligus ia akan bicara untum meluruskan.

Sayang, Bung Karno tidak sempat melakukan itu. Sebab, buku itu terbit justru di saat kekuatan dunia mati-matian mengubur Bung Karno, ya jazad, ya gagasan besarnya. (roso daras)

Published in: on 15 September 2011 at 15:44  Comments (3)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/09/15/john-d-legge-tidak-paham-sukarno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. […] John D. Legge, Tidak Paham Sukarno […]

  2. kenapa dunia ingin mengubur Sukarno ya?adakah hubungannya dg JFK.dan kesepakatan yg dibuat oleh mereka?yg diberi nama :THE GREEN HILTON AGREEMENT?bahwa emas seberat 57.150 ton adalah milik rakyat Indonesia?bisa apa suatu negara dg modal sebesar itu?Indonesia akan mendadak menjadi gajah?dan gagal donk ambisi amerika jadi pak RT nya dunia?hubungkan dg tanggapan presiden amerika ketika Sukarno ambruk,presiden amerika menganggap itu,adalah hadiah besar dari asia tenggara?apakah emas tersebut yg dimaksud?

  3. Akan Tentang Kekayaan Indonesia Yang akan di keruk habis-habisan oleh amerika,karena Bodohnya indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: