Yang Tercecer di Balik Proklamasi

Cukup menarik ternyata, menguak sisi-sisi lain di seputar peristiwa besar, Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Najwa Shihab berhasil mengorek banyak informasi menarik. Misalnya, adanya dua proklamasi sebelum 17 Agustus 1945. Sebagian masyarakat mengetahui, sebagian besar lainnya tidak tahu.

Pada tanggal 23 Januari 1942, seorang pemuda Gorontalo bernama Nani Wartabone, memproklamasikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia “yang ada di daerah ini”. Betapa pun, itu sebuah proklamasi, sekalipun tidak bisa dikatkan berskala nasional. Bunyi proklamasi itu adalah sebagai berikut:

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Proklamasi ini didorong oleh semangat yang menggebu-gebu, demi mengetahui kekalahan sekutu atas Jepang. Namun, proklamasi ini tak bertahan lama. Begitu Jepang mendarat, daerah Gorontalo kembali di bawah kekuasaan Jepang. Nanu Wartabone pun kembali ke desa dan bertani.

Selain itu, ada lagi proklamasi yang dicetuskan dr Soedarsono di Cirebon pada tanggal 15 Agustus 1945. Ini juga sebuah proklamasi yang tergesa-gesa, demi melihat kekalahan Jepang, sehingga Soedarsono atas komando Sjahrir mengumumkan proklamasi kemerdekaan. Sayang, teks proklamasi yang kono terdiri atas 300 kata itu, tak berbekas.

Selain itu, di seputar perisitwa proklamasi Pegangsaan Timur 56, Jakarta oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia, juga diselimuti banyak peristiwa menarik. Ada kisah pembantu Sukarno yang bernama Riwu Ga sebagai penyebar berita kemerdekaan ke seantero kota Jakarta. Ada pembentukan pasukan berani mati, ada kisah Tukimin yang disangka Bung Karno, dan lain-lain.

Semua topik itu dibahas di acara Mata Najwa yang akan tayang di Metro TV, hari Rabu, 17 Agustus 2011 pukul 22.05 WIB. Seperti apa? Simak saja acaranya. (roso daras)

Published in: on 16 Agustus 2011 at 13:01  Comments (5)  
Tags: , , , ,