Ada “Sukarno Kecil” di Surabaya

Ir Tri Rismaharini, MT dengan ini, secara pribadi, saya nobatkan sebagai “Sukarno Kecil dari Surabaya”. Jauh sebelum menduduki jabatannya yang sekarang, sebagai Walikota Surabaya, Risma –begitu ia akrab disapa– sudah melumat bacaan-bacaan tentang Presiden Pertama RI, Dr. Ir. Sukarno. Tidak heran, jika ketika ia menjadi walikota, segala tindakan dan kata-katanya banyak terinspirasi dari kepempimpinan Bung Karno.

Tepat 6 Juni 2011, ia (sekalipun baru kembali dari luar negeri), antusias memenuhi undangan Soekarno Institut untuk hadir di Jalan Pandean IV, Peneleh, Surabaya, dalam acara peresmian prasasti tempat lahirnya Sang Proklamator. Prasasti itu sendiri sudah siap sejak setahun lalu, bahkan sudah ditandatangani oleh walikota sebelum Risma. Akan tetapi gagal dipancangkan karena menuai kontroversi berbagai pihak. Dan baru tahun ini, ketika Walikota Risma, event itu terwujud.

Ketika ia datang, sambutan masyarakat di sekitar acara begitu antusias. Termasuk murid-murid SD yang didatangkan bersama para gurunya. Sebelum duduk di kursi, Walikota Risma meminta waktu kepada panitia untuk menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak SD yang memenuhi salah satu sisi tenda.

Apa kalimat pertama yang ia ucapkan? Nama Bung Karno! Ini luar biasa. Katanya, “Anak-anakku… hari ini adalah hari kelahiran Bung Karno, Presiden Pertama kita. Ada satu pesan Bung Karno yang akan saya sampaikan kepada anak-anakku. Apakah pesan itu? K-E-J-U-J-U-R-A-N. Bung Karno sangat menjunjung tinggi kejujuran. Karena itu, saya juga minta kepada anak-anak untuk meneladani Bung Karno. Harus jujur. Jujur… jujur!!!”

Cerdik sekali cara Bu Walikota menggiring topik Sukarno dikaitkan dengan masalah aktual di kotanya. Sebab, beberapa waktu sebelumnya, Walikota Risma telah mengeluarkan SK penjatuhan sanksi kepada Kepala Sekolah Gadel II Tandes, dan Wali Kelas VI. Kedua oknum pendidik ini terbukti bersalah karena menggerakkan anak-anak muridnya untuk melakukan tindakan tak terpuji: menyontek masal. Ya… dalam salah satu gelar ujian, keduanya menggerakkan para muridnya untuk menyontek bersama-sama.

Karena itu pula, Risma menekankan kepada para murid dan para guru yang hadir hari itu untuk jujur. “Tidak boleh menyontek. Ingat ya!!! Ibu tidak mau lagi dengar ada anak-anak Ibu yang menyontek!!! Mengerti?!!” Suara murid menyahut, “Mengertiii….” disusul tepuk tangan riuh dari hadirin.

Ibu Walikota juga menekankan petuah Bung Karno, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Yang lebih hebat menurut saya adalah, Ibu Walikota mengatakan bahwa untuk menjadi orang sukses, tidak harus selalu sukses secara akademik. “Anak-anak bisa menjadi apa saja. Yang gemar sepakbola, bisa menjadi pemain sepakbola seperti Lionel Messi… yang gemar bulutangkis, bisa menjadi atlet bulutangkis, yang gemar menyanyi, gemar menari… apa saja bisa sukses asal jujur dari kecil. Jujur, bekerja keras, pantang menyerah. Itu ajaran Bung Karno.”

Masih dalam dialog yang sama, kemudian Ibu Walikota bertanya kepada anak-anak SD di hadapannya. “Kamu… ya kamu, hobimu apa?” Si murid menjawab malu-malu, “Menari, Bu.” Kontan Ibu Walikota menukas, “Bagus! Mana Kepala Dinas Pariwisata Ibu Wiwid… tolong catat ya, nanti yang gemar menari, kita datangkan guru tari.”  Hadirin pun tepuk tangan.

Interaksi berlanjut. Anak-anak lain pun ditanya. Yang gemar sepakbola, bersepeda, semua akan difasilitasi oleh pemerintah Kota Surabaya. Bahkan beberapa kali Ibu Walikota meminta kepada guru pendamping untuk mencatat beberapa anak murid dengan minatnya yang spesifik. Walikota menjanjikan bantuan pembinaan langsung.

Bukan itu saja. Walikota Risma juga menyampaikan pidato pada acara peletakkan prasasti tempat kelahiran Bung Karno, dan penandatanganan prasasti yang nantinya akan dipasang di gedung pos, yang dulunya merupakan lokasi sekolah HBS, tempat Bung Karno mengenyam ilmu selama lima tahun.

Dalam pidatonya, Risma mengaku sudah membaca buku-buku tentang Bung Karno. Hal simpel yang ia bisa lakukan dan tiru dari mendiang proklamator adalah perhatian yang besar kepada rakyat. Itulah yang menjadi concern-nya dalam mengemban amanat sebagai Walikota Surabaya. Wanita Walikota pertama yang memegang jabatan di Kota Pahlawan.

Ia juga menceritakan kunjungannya baru-baru ini ke India, bersama para pejabat manca negara, termasuk dari Bank Dunia. Dalam salah satu agenda, delegasi melakukan kunjungan ke Gandhi Memorial. Di situ, ia sangat terharu dan bangga ketika menyaksikan foto Bung Karno  bersama Gandhi dipajang di tempat yang begitu terhormat. Ia juga membaca riwayat Bung Karno di Gandhi Memorial. “Yang luar biasa, saya diberi kesempatan masuk, mendahului pejabat-pejabat Bank Dunia…,” katanya sambil tertawa.

Tak ayal, pejabat Bank Dunia sempat mempertanyakan, mengapa Risma diizinkan masuk duluan. Sang penjaga menjawab, “Karena saya lihat, dia orangnya tulus…,” kata Risma menirukan jawaban penjaga Gandhi Memorial.

Ah… mungkin juga karena sang penjaga melihat ada “Sukarno kecil” yang datang berkunjung…. (roso daras)

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/06/08/ada-sukarno-kecil-di-surabaya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Jasadnya telah tiada namun segala sesuatu tentang beliau selalu hadir dimanapun saya berada..
    Tak akan pernah ada habisnya jika kita membicarakan tentang beliau, dan sungguh ada banyak hal yang musti kita tiru dari beliau..
    Terima Kasih Bung Karno ajaranmu akan selalu jadi panutanku..

    NB : Pak Roso terima kasih atas bukunya, kapan kisah selanjutnya diterbitkan? Semoga bapak masih ingat saya hehe…

  2. sukarno kecil ternyata bukan mahatir,ahmad dinejad ataupun prabowo tapi seorang perempuan sederhana dari surabaya ever onward never retreat bu !

  3. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Semoga semakin banyak orang-orang yang mewarisi jiwa Soekarno diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menjadi orang-orang penting di negeri ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: