Juni “Bulan Bung Karno”

Juni adalah “Bulan Bung Karno”. Biasanya, di bulan Juni banyak kegiatan dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Sah-sah saja. Sama seperti yang tengah digarap teman-teman saya di Institut Soekarno, Surabaya. Mereka sudah merancang beberapa kegiatan mengisi bulan Juni. Di antaranya, meletakkan prasasti di lokasi kelahiran Putra Sang Fajar, Pandean, Surabaya.

Event yang sedia digelar tanggal 5 dan 6 Juni 2011 itu, sejauh yang saya pantau sudah matang. Maklumlah, saya sedikit-sedikit harus ikut mantau, karena rekan saya Bung Peter A. Rohi sang ketua panitia, menyeret saya ke kepanitiaan sebagai wakil beliau. Tentu saja dengan senang hati saya melibatkan diri, sekalipun tidak bisa sepenuh teman-teman yang bekerja di Surabaya.

Saya selalu saja bergairah jika berbicara tentang Bung Karno. Apalagi, teman-teman di Surabaya juga memiliki rencana besar. Tidak saja sebatas membangun prasasti atau monumen di tempat kelahiran Bung Karno. Mereka juga merancang pembangunan Memorial Bung Karno, ya, mengingatkan kita pada Gandhi Memorial di India sana.

Patut dan layak, untuk bangsa ini memiliki Memorial Bung Karno. Sebuah memorial yang seyogianya diusahakans secara gotong royong oleh segenap anak bangsa. Bukan seperti sebuah proyek yang pernah digagas Guruh Soekarnoputra dengan nama Persada Bung Karno, yang entah bagaimana kelanjutannya.

Saya sendiri pernah terlibat secara tidak langsung, sekali lagi, “tidak langsung” dengan sejumlah agenda dengan judul “untuk Bung Karno”. Belum satu pun yang terwujud. Dalam kesempatan tertentu saya merenungkan hal ini. Satu benang merah yang saya temukan di sana. Sekalipun di dalam kepanitiaan duduk nama-nama tokoh-tokoh Sukarnois, bahkan anak biologis Bung Karno, tetapi tidak ada ruh “gotong royong”.

Lebih ironis lagi ketika saya merasakan adanya anggota-anggota di dalamnya yang justru “menjual” nama Bung Karno untuk kepentingan dirinya. Bahkan ada juga yang melihat “pekerjaan mulia” (menurut saya) dari kacamata “proyek”. Dalam hati yang sangat kesal saya pernah menggumam, “Repot kalau kerja sama orang bermental pengangguran….” Masih lekat pikiran, “saya nanti mendapatkan apa” dari pekerjaan yang nota bene didedikasikan untuk Bung Karno. Sosok bapak bangsa yang selama hidupnya tidak pernah berpikir “mendapat apa” untuk dirinya, sejak berjuang hingga kematiannya.

Alhasil, saya menyepakati gagasan Bung Peter Rohi dan teman-teman Soekarno Institut di Surabaya. Termasuk menyepakati untuk tidak menggantungkan pelaksanaan semua gagasan kepada putra-putri Bung Karno. Termasuk, kepada tokoh-tokoh Sukarnois lainnya. Kita sepakat untuk bekerja dan bekerja tanpa meletakkan pamrih pribadi di dalamnya. Menyepakati pula semangat gotong royong di dalamnya.

Jika Bung Karno berhasil dengan caranya…. Mengapa kita tidak menapak tilas? (roso daras)

 

Published in: on 30 Mei 2011 at 08:10  Comments (11)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/05/30/juni-bulan-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

11 KomentarTinggalkan komentar

  1. yuk jadiin #Soekarno Trending Topic World Wide pas 6 juni ..kita post ttg dia mulai hari ini

  2. Yuk jadiin #Soekarno Trending Topic World Wide pas 6 juni.
    Kita tweet segala sesuatu tentang beliau mulai hari ini

  3. Yuk jadiin #Soekarno Trending Topic World Wide pas 6 juni.
    Kita tweet segala sesuatu tentang beliau mulai hari ini.

  4. Yuk jadikan #Soekarno Trending Topic World Wide pas tanggal 6 Juni.
    Kita tweet segala sesuatu mengenai beliau mulai hari ini. =)

  5. Yuk jadikan #Soekarno Trending Topic World Wide pas tanggal 6 Juni.
    Kita menapak tilas segala sesuatu mengenai beliau melalui tweet mulai hari ini. =)

  6. Maaf Mas Roso, jadi kedobel-dobel gitu komen saya, posting lewat henpon koneksinya payah, nanti di delete aja pengulangannya, terimakasih. Salam

  7. Tanah Air Kita, yang konon Kaya, Subur, dengan lautan dan banyak titik2 ladang Harta Karun, yang membikin Negara Asing,, NGILER, ingin menguasainya.. !!

    Dan Bung Karno, dan para Pejuang Negeri ini,, mati2an mempertahankannya,, rela sakit, perih, miskin,, tapi TERHORMAT.
    walau banyak yang enggan sakit, perih,, apalagi miskin, menjadi PENGKHIANAT !!

    Dan sekarang, INDONESIA .. Telah dijajah kembali,, bukan fisik seperti era Bung Karno, tapi Ekonomi,, mental,, sumber Alam tergadaikan,, entah sampai kapan ditebus kembali gadaiannya !!

    PANCASILA, yang Bung Karno gali,, bukan sekedar falsafah kacangan.
    PANCASILA tergali dari sumber religi yang pas, dan sesuai dengan kemajemukan Ragam di INDONESIA ini.
    Kini mulai pudar, karena berbagai benturan, juga implementasi yang tidak ter-ejawantahkan setelah Bung Karno di tiadakan !!

    Salam Bung Roso, tetap semangat menggali sosok dan jejak Bung Karno, yang aku kagumi ini.

  8. Bung karno adalah sosok yang sangat saya kagumi diantara pemimpin setelanya. bung karno adalah sosok pribadi yang patut kita banggakan dan ditiru sebagai generasi penerus. belaiu adalah seorang pemimpin yang sangat sederhana dan proletar, berjuang menghabiskan waktunya hanya untuk membela kepentingan rakyat yang sangat dicintainya, yang telah dipersatukan melalui palsapah Pancasila yang sampai saat ini masih relevan ditrerapkan kekehidupan sehari-hari kita. hidup beliau dihabiskan didalam penjara, begitu juga dengan akhir jabatannya yang dikudeta, berakhir dipenjara oleh penguasa rezim orde baru. beliau adalah seorang pemimpin yang tegas, berani hanya untuk mempertahankan harga diri bangsa, alhasil bangsa indonesia diperhitungkan oleh dunia yang mempunyai gagasan konsepsi yang diberikan kepada dunia. belaiu menggali pancasila, karena melihat kemajemukan bangsa kita, baik dari kultur maupundari keyakinan, melihat akan hal tersebut, maka bung karni menggagas palsapah negara kita yaitu PANCASILA, yang didalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. bung karno akan selalu hidup di hati sanubari rakyat kita. HIDUP TERUS BUNG KARNO… PEMIMPIN BUKAN BERARTI TIDAK BERMASALAH DIMASANYA, TETAPI JUGA TIDAK MENINGGALKAN MASALAH SETELAHNYA!

  9. Sekarang ini banyak yang mengaku mantan istri Bung Karno,mana yang benar?Karena setahu saya sejak Bung karno dilengserkan banyak sekali yang mengaku isteri Bung Karno,mungkin Bung Roso bisa meneliti ke putra putri Bung Karno siapa Isteri2 Bung Karno yang sebenarnya

  10. slamat hari lahir Bung Karno… Smga pembangunan memorial BK bisa terlaksana y om.

  11. bulan bung karno, kira-kira siapa dapat apa dari bulan juni?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: