Pimpin Negara dengan Piyama

Bung Karno adalah salah satu presiden di dunia ini yang terkenal flamboyan. Dalam hal berbusana, ia sangat-sangat correct. Gemar tampil necis, dan memang ia sangat gagah dengan uniform kebanggaannya. Apalagi kalau dia mengenakan uniform putih dengan segala atribut di dada, tongkat komando, dan kacamata hitamnya. Jangankan wanita, kaum pria saja begitu mengaguminya.

Alinea di atas adalah gambaran untuk seorang Sukarno yang banyak kita lihat foto-foto dokumentasinya. Tetapi ada sisi lain Sukarno yang sangat bersahaja. Ia juga menggemari stelan piyama bergaris-garis abu-abu, atau kaos oblong warna putih. Bahkan, dalam banyak peristiwa, bisa dikatakan, Bung Karno menjalankan negara dengan piyama.

Nalarnya?

Sudah menjadi kebiasaan dia, duduk di beranda istana, ditemani sejumlah menteri, panglima, atau elemen-elemen masyarakat lain dalam sebuah jamuan ringan yang sangat tidak resmi. Di beranda istana pula, dengan mengenakan piyama (dan belum mandi), Bung Karno acap membuat keputusan-keputusan berat tentang hidup dan mati. Di beranda istana pula, dengan secangkir kopi diseling senda-gurau, ia menunjuk duta-duta besar, mengampuni orang hukuman, menandatangani undang-undang, menyusun rapat strategi dengan jenderal-jenderal, serta mengutuk siapa saja, pihak mana saja yang patut menerima kutukannya.

Maklum saja, Bung Karno paling gemar berteriak. Melampiaskan amarah dengan suara yang menggelegar, mengutuk imperialisme, mengutuk negara boneka Malaysia, mengutuk siapa saja yang di matanya sebagai kontra-revolusioner. Saking sibuk bicara, saking tekun bekerja, bukan sekali-dua Bung Karno mengabaikan jadwal makannya. Semua persoalan, dari persoalan dunia, Asia Tenggara, hingga persoalan-persoalan dalam negeri, semua mendapat giliran hinggap menyelinap ke telinga Bung Karno.

Sebagai presiden yang berdiam di Istana, terlalu banya pihak yang meminta dan memohon untuk bertemu dengannya. Bung Karno bahkan lebih memilih menerima semua pihak yang ingin menjumpainya, daripada berbicara lewat telepon. “Cara itu kupakai, supaya tidak mengecewakan banyak orang,” dalihnya.

Nah, cara bekerja dengan tetap mengenakan piyama, sambil duduk-duduk santai di berandai Istana, sesungguhnya sangat menyenangkan bagi seorang Sukarno. Di tengah persoalan bertumpuk yang tiap hari menggerogoti tulang sumsumnya, maka saat-saat minum kopi di pagi hari ini memberi kesempatan Bung Karno untuk bergurau. Bung Karno juga senang mendengarkan tamu-tamunya saling berbicara, dan sesekali ada yang melempar lelucon paling baru, hingga semuanya bisa tertawa tergelak-gelak. “Deru tawa yang memabukkan itu menyembuhkan sedikit luka-luka yang timbul dari pengambilan keputusan-keputusan berat,” tutur Bung Karno.

Di bagian lain dalam kisah yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno juga mengakui semangat yang dimiliki, tidak hanya semangat menggulirkan revolusi, tetapi juga semangat bergembira. Ia, sesekali, bahkan bisa bernyanyi dan menari lenso hingga jam tiga pagi. Apa lacur, karena waktu seorang Presiden tidaklah banyak, maka ia acap menyelipkan acara menyanyi dan melantai di saat-saat kerja. Bung Karno mengaku, kalau tidak begitu, nafasnya akan sesak.

Jadilah, Bung Karno punya grup musik sendiri, yang personelnya terdiri atas anggota detasemen kawal, atau pasukan pengawal pribadi. Mereka sudah hapal betul lagu-lagu kegemaran Bung Karno untuk melantai. Bahkan, ketika sesekali mereka menyajikan lagu baru atau lagu yang lain, seketika Bung Karno akan melotot dan itu pertanda mereka harus menghentikan lagu itu, dan kembali memainkan lagu-lagu lama kegemaran Bung Karno. (roso daras)

Published in: on 1 April 2011 at 10:47  Comments (4)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/04/01/pimpin-negara-dengan-piyama/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Seorang bapak bangsa yang sangat bersahaja. meskipun beliau seoarang presiden namun tidak pernah merasa memiliki negeri ini seorang diri. semoga pemimpin masa akan datang bisa memetik dari kepribadian beliau. HIDUP BUNG KARNO…..

  2. Bung Karno Best is The Best !

  3. bung karno memang selalu jadi inspirasi buat anak muda, keren dah, apalagi pak roso selalu jadi inspirasi ku, hehe terimakasih pak roso..

  4. sangat bersahaja bpak…

    Baju Bali Murah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: