Film Bung Karno… Gelap…

Ini sekadar jawaban atas banyaknya pihak yang mempertanyakan kelanjutan proses pembuatan film Bung Karno. Dalam posting terdahulu, saya menulis dua judul terkait sebuah PH yang meminta dan memilih saya menjadi penulis skenario film tentang Bung Karno. PH dengan label Agung Moro Dadi yang berkantor di bilangan Kebayoran itu, bahkan sudah menunjuk seorang sutradara untuk mengarahkan film tentang “Putra Sang Fajar” itu.

Sebagai berita baik, tentu saja patut dikabar-kabarkan. Saya sendiri sudah menyelesaikan proses penulisan treatment. Dan sesuai kesepakatan dengan sutradara, tidak satu pun bagian dari perjalanan hidup Bung Karno yang saya buang. Ketika itu disepakati, akan ditindak-lanjuti dengan diskusi untuk “membuang” bagian-bagian tertentu, dan memperkuat bagian-bagian yang lain.

Waktu terus begulir. Saya sendiri terlibat dengan kesibukan lain yang luar biasa, mengurus klub sepabola di Bali: Bali Devata FC. Akan tetai, di tengah kesibukan lain yang sangat menantang itu, sesekali saya terus ditanya ihwal kelanjutan pembuatan film Bung Karno tadi. Dalam batas kewajaran proses produksi sebuah film, saya enteng menjawab, “Tugas treatment sudah saya kerjakan, selanjutnya saya menunggu pihak PH untuk pembahasan lebih lanjut, hingga ke step penulisan skenario.”

Ibarat sepakbola, bola sudah saya oper ke pihak PH. Merekalah yang sekarang harus menuntaskannya. (O ya, antara penting dan tidak penting, ini harus saya sampaikan. Hingga saat penyelesaian dan penyerahan treatment, tidak atau belum ada kontrak antara saya dan PH. Itu artinya, tidak serupiah pun saya terima honor dari PH tersebut).

Ketika minggu merambat bulan, saya tergelitik juga untuk mempertanyakan kelanjutannya. Kepada pihak yang pertama kali menghubungi saya, saya pun bertanya tentang “kabar” pembuatan film Bung Karno. Dan ini jawabnya, “Pending Mas”… “Ada beberapa kendala”… “Salah satunya karena ada empat PH yang juga sudah bikin (film tentang Bung Karno) duluan”.

Itu artinya, kelanjutan dari rencana pembuatan film Bung Karno dengan –ehm…– Roso Daras sebagai penulis skenarionya, bisa saya katakan: Gelap. ***

Published in: on 15 Maret 2011 at 02:37  Comments (8)  

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2011/03/15/film-bung-karno-gelap/trackback/

RSS feed for comments on this post.

8 KomentarTinggalkan komentar

  1. Wah, Pak, sayang sekali kalau film ini tdk jadi diproduksi. Saya yang sudah membaca posting bapak sebelumnya mengenai akan adanya film ini terus terang merasa “redup” kembali.

  2. wah om… pokokny ak doain bisa lanjut trus proses ini bnr2 jdi sebuah film. bnr2 menanti. tetap semangat om!

  3. Duh sayang sekali ya..? Kalaupun sudah ada PH lain yang telah membuat, saya tanda tanya dengan hasilnya, apakah sesuai dengan yang diharapkan? dalam arti benar2 pas dengan alur sang PROKLAMATOR?

  4. tipikal indoNesia banget….banyak planning tapi ending nya selalu gagal😦 well yang penting udah usaha kalo gatot ya mo apa lageee

  5. Selama masih ada pola pikir Orde Baru dan De Sukarnoisasi masih mereka jalankan sulit untuk dilaksanakan.

  6. Saya sepaham dengan Bung Sudarjanto. Itulah permasalahan utamananya. Tapi bagaimanapun saya sangat berterimakasih kepada Bung Roso, atas segala usahanya. Suatu saat nanti perjuangan ini pasti akan berhasil.

  7. walaah padahal saya sangat menunggu film ini diproduksi

  8. Ass.wr.wb,..

    Bung karno, belum merdeka untuk di publikasikan dalam bentuk film, karena Orde Bau masih kuat mencengkram !
    tapi ada satu masa, buat beliau merdeka !

    wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: