Peter A. Rohi dan Dua Bukunya

Belum lima menit meninggalkan komplek pemakaman Bung Karno di Blitar, beberapa hari lalu, telepon bergetar… Peter A. Rohi di ujung telepon sana. Nama Peter Rohi sudah beberapa kali muncul dalam blog ini. Semua tulisan tentang pembantu sekaligus pengawal Bung Karno yang bernama Riwu Ga, selalu mengait ke sebuah nama: Peter Rohi. Sebab, dialah wartawan senior yang berhasil melacak jejak Riwu dan menampilkannya di suratkabar tempatnya bekerja.

Peter berkata,  “Ada dua buku yang saya mau berikan ke mas Roso…. Jangan sekali-kali menulis skenario film Bung Karno sebelum baca kedua buku ini,” ujar Peter. Alhamdulillah…. Tuhan begitu lugas…. Dia menjawab tuntas doaku. Segera kami bikin janji temu keesokan harinya.

Selepas makan siang… Peter, mantan marinir, jurnalis senior, seniman, sekaligus sastrawan ini tampak memasuki halaman hotel. Rambutnya masih gondrong diikat. Ia mencangklong ransel…. “Harta karunku datang,” gumamku menyambut Peter.

Berbicaralah kami ngalor-ngidul seputar Bung Karno, seputar Soekarno Institut yang dia kelola, seputar ini dan itu…. sangat mengasyikkan. Tibalah gilirannya membuka ransel dan mengeluarkan dua buku yang ia janjikan…. Yang satu berjudul “Soekarno sebagai Manoesia” tulisan Im Yang Tjoe.

Nah, jika Anda membaca buku “Bung Karno, Serpihan Sejarah yang Tercecer, The Other Stories ke-1”, pada pengantar buku oleh Cornelis Lay, tentu ingat. Dalam salah satu bagian, Cornelis menyebutkan tentang buku biografi pertama Bung Karno yang ditulis oleh penulis Tionghoa tahun 30-an, dan diterbitkan di Solo. Buku itu mengupas masa kecil Bung Karno. Meski ditulis tahun 1933, tetapi sang penulis sudah meramalkan dalam bukunya, bahwa Sukarno akan menjadi orang besar.

Inilah buku yang dimaksud. Rupanya, Peter A. Rohi sempat menulis ulang buku itu. Luar biasa… tidak henti-henti saya mengucap kata “luar biasa”… dengan senangnya.

Sedangkan buku kedua berjudul  “Ayah Bunda Bung Karno”, tulisan Nuriswa Ki S. Hendrowinoto, dkk. Inilah buku yang paling lengkap dan akurat yang menguak biogradi R. Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, orangtua Bung Karno. Ditulis oleh seorang peneliti, melalui sebuah riset yang panjang dan mendalam.

Berbekal kedua buku itulah (dan tentu saja literatur yang lain), saya kemudian memulai pekerjaan penulisan skenario film Bung Karno. Saat ini, baru pada tahap penyusunan treatment.  Saya begitu bersemangat! (roso daras)

Published in: on 15 November 2010 at 07:41  Comments (10)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2010/11/15/peter-a-rohi-dan-dua-bukunya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

10 KomentarTinggalkan komentar

  1. Menambah semangat Bung Roso Daras…!

  2. LANJUTKAN OM ROSO !!!!
    saya selaku generasi muda walopun tidak pernah mengetahui sepak terjang Bung Karno secara langsung tp melalui literatur2 yang saya baca sudah membuat saya kagum akan pergerakan yang beliau lakukan…baik perjuangannya…maupun Bung Karno sebagai individu yang berprinsip….

    semoga generasi2 muda bisa lebih mengerti bagaimana sebuah perspektif sejarah yang dikemas dari sudut pandang yang berbeda (non orde baru) soalnya generasi saya sudah cukup dijejali dengan pemikirin ORBA lewat filem G30SPKI atopun operasi Janurkuning SUPERSEMARNYA mbah har…..

    MAJU TERUS OM ROSO DARAS….

  3. Bung Hendra dan Alangghya…. terima kasih… Tetap semangat dan pantang mundur!!!

  4. Bung Roso…..Saya bisa dapatkan dimana dua buku di atas?
    Trims sebelumnya
    Salam Soekarnois

    • Bung Ivan… Kedua buku itu rasanya memang sudah tidak ada lagi di toko buku. Tunggu edisi cetak ulangnya…hehehe…

  5. Tetap hati-hati dan waspada mas, masih banyak tangan-tangan lokal dan asing yang tidak ingin negeri ini bangkit. Saya berharap semangat idealisme Bung Karno menular ke mas dalam menghadapi kompromi-kompromi industri yang memang sudah dikuasai asing dari hulu ke hilir.
    Kami sangat berharap dari mas dalam pengungkapan sejarah dan membangun kembali semangat kebangkitan.
    Selamat berjuang mas

  6. Keep spirit……

  7. Saya juga begitu bersemangat menantinya!!!!
    MERDEKA!!!

  8. Saya pasti menunggu filmnya pak..
    jadi semakin tidak sabar..
    tetep semangat pak

  9. om Roso, ini ada dokumentasi short video berwarna ttg Bung Karno dari Michael Rogge (Amsterdam), maaf yah kalo om Roso sudah tau, hehehe..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: