Hati Bergetar di Kota Blitar

Madinah dan Blitar… dua kota istimewa. Yang satu terletak di Saudi Arabia, sedangkan satunya di bumi Indonesia. Bumi Madinah yang menyimpan riwayat pertumpahan darah dan air mata, adalah bumi yang dipilih Tuhan untuk memeluk jazad manusia termulia, Nabi Muhammad SAW. Sementara, bumi Blitar dipilih Tuhan mendekap hangat jazad sang proklamator, Bung Karno.

Meski beda resonansi, adalah tidak dibenarkan kita memasuki kedua kota itu tanpa hati yang bergetar. Setidaknya, itu yang saya rasakan. Memasuki Madinah, segenap pikiran dan jiwa kita, harus langsung disiram pemahaman bahwa inilah kota tempat Islam dibesarkan. Kota tempat darah dan air mata para syuhada tertumpah, dan kota peristirahatan terakhir Sang Nabi SAW.

Akan halnya Blitar…. Bukan saja karena ada Candi Panataran, Monumen Trisula, ataupun Pantai Jolosutro, lebih dari itu, di kota ini Bung Karno dimakamkan. Di komplek makam yang terletak di antara Jl. Ir. Soekarno dan Jl. Kalasan itu juga disemayamkan bapak-ibu Putra Sang Fajar, R. Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Tiga manusia hebat. Raden Soekeni yang memiliki garis trah Sultan Kediri, adalah seorang guru dengan komitmen yang sangat tinggi terhadap pentingnya pendidikan bagi putranya. Sebagai guru berprestasi, Soekeni pun mewariskan otak encer pada diri Sukarno. Demikian pula sang ibu, Idayu. Sebagai kerabat Banjar Bale Agung, Singaraja, ia nekad menikah dengan pemuda beda suku, dan membesarkan Sukarno dengan cinta yang tiada akhir.

Semerbak wangi bunga di atas pusara Bung Karno, ditambah semilir embusan angin sore, membuat siapa pun kerasan berlama-lama di sekitar nisan Bung Karno yang diapit nisan bapak-ibunya. Dinding kaca yang dulu menutup keempat sisi pendopo-cungkup, kini sudah dibongkar. Karenanya, para peziarah bisa mendekat ke nisan ketiga manusia utama milik bangsa kita itu.

Selain tabur bunga dan berdoa… para peziarah pun diperkenankan berpose, berfoto-ria di dekat nisan Sang Proklamator dan kedua orang tuanya. Di ujung dekat gerbang masuk komplek makam, terdapat perpustakaan proklamator Bung Karno. Cukup melegakan, ternyata tiga buku karya saya ada dalam koleksi buku perpustakaan ini. Ketiga buku itu adalah, Aktualisasi Pidato Terakhir Bung Karno: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarh (2001), Bung Karno, Serpihan Sejarah yang Tercecer, The Other Stories-1 dan 2 (2009 dan 2010).

“Maaf Bung, saya tidak bisa berlama-lama di pusaramu…. Tunggu Bung, saya akan kembali.” (roso daras)

Published in: on 14 November 2010 at 11:59  Comments (16)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2010/11/14/hati-bergetar-di-kota-blitar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

16 KomentarTinggalkan komentar

  1. bung roso, terima kasih yang begitu mendalam saya ucapkan kepada bung atas usaha bung yang begitu besar dalam menguak fakta sejarah yang selama ini diputarbalikkan oleh rezim militer soeharto..
    masih ingat di benak saya, bagaimana waktu SD dulu, saya begitu membenci soekarno, karena dalam pelajaran sejarah, beliau dikondisikan sebagai biang keladi peristiwa berdarah G30S/PKI..
    Bung Karno, maafkan aku dulu yang begitu naif, menerima apa saja dari buku sejarah yang ternyata bohong besar…
    saya sangat salut dengan usahamu bung roso, semoga ini akan semakin menyadarkan generasi penerus bangsa akan pengabdian seorang soekarno terhadap nusa dan bangsa…
    teruskan berjuang bung, kami menunggu film tentang soekarno..
    kebenaran akan selalu terungkap…

    • THanks bung NGurah….. Merdeka!!!

  2. Bung Roso Daras mohon konfirmasi mana yang benar? Bapaknya Bung Karno itu R.Soekemi Sosrodihardjo apa R Soekeni Sosrodihardjo karena dalam sejarah perbedaan nama akan merubah perjalaanan sejarah,setahu saya Bung Karno adalah putra R.Soekemi Sosrodihardjo bukan R.Soekeni Sosrodihardjo

  3. Kok Bung Roso ga nulis tentang Lukisan Bung Karno yang dadanya selalu bersetak seh …… kan ada tuh di museum yang gambarnya terpajang diatas….

    • Thanks Ervin… nanti yaaa, kalau lagi mood nulis museum Bung Karno di Blitar….

  4. Very Nice History Information… Please continue to update this information…nice to meet you…

  5. Very Nice History Information… Please continue to update this information…nice to meet you friend…

  6. Makasih Bung Roso Daras atas selalu update informasi terkait Bung Karno. Salam hangat dari Yogyakarta, Kota kejuangan

    • Terima kasih bung Widodo. Salam Merdeka atau Istimewa!!!🙂

  7. Hello Quentin..

    iam 22 years old…
    iam from south jakarta…

    i like with your blog..

    thanks for share…

    best regards

    Cindy Silvia

  8. thnkZ boss [ http://www.Deevro.Co.Cc ],,
    Visit Back pLease ,, ^_^

  9. sebagai produk aseli Blitar, saya cuma mau menambahkan…

    coba anda amati benar batu hitam nisan Bung Karno. Di halaman ini, mungkin adalah di foto paling bawah. Akan nampak samar-samar bentuk siluet kepala singa.

    Konon kabarnya ini adalah salah satu bentuk upaya pak Harto untuk menahan dan menjaga perbawa Bung Karno untuk tidak keluar dari makam dan menginspirasi rakyat Indonesia dalam melawan rezim orde baru. Sepertinya pak Harto mengenal betul kekuatan supranatural yg dimiliki Bung Karno, sehingga bersush payah menanam khodam singa di pusara beliau…. walahualam.

  10. Dua kota istimewa, Madinah dan Blitar..
    Seperti halnya dua dimensi waktu yang berbeda, yang satu Rahmatan lil’alamin, dan yang satunya adalah pemersatu rakyat dan bangsa, skala makro dari junjungan SAW dan skala mikro dari seorang Sukarno.

    Merdeka !!!!

  11. Saya sekarang berumur 61 tahun, jadi waktu bung karno sedang masa jaya2nya usia saya baru 11 tahun, tahun 65, saya mengaguminya, sebentar kemudian masa2 orde baru saya membaca tulisan cyndi adams soekarno penyambung lidah rakyat, terbukalah mata saya bahwa inilah orang besar yang dilahirkan untuk memerdekakan bangsa indonesia dari cengkeraman penjajah. Terlepas dari cerita2 negatifnya, saya tetap mengagumi bung karno sebagai ikon perjuangan bangsa indonesia yang tiada duanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: