Sulitnya Melawan Bangsa Sendiri

Bahkan sebelum negara ini merdeka, Bung Karno sudah mengingatkan kepada kita dengan kata-katanya yang –lagi-lagi– tetap aktual. Kurang lebih begini ia pernah berpesan:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih susah karena melawan bangsamu sendiri”

Kalimat Bung Karno itu terasa makin aktual dengan konteks kekinian. Di era pra kemerdekaan, lawan para pejuang kemerdekaan kita jelas, kaum penjajah. Bangsa Belanda yang jelas segala-galanya berbeda dengan bangsa kita. Kulitnya bule, rambutnya pirang jagung… pendek kata… sangat mudah mengidentifikasi musuh.

Mengenali musuh kita sekarang? Jelas susah kita kenali, sebab mereka adalah bangsa kita sendiri. Yang berperan sebagai pemeras, berkulit sama. Yang berperan sebagai penindas, bangsa kita juga. Yang berperan sebagai tukang gebuk, ya orang kita juga. Yang berperan sebagai pengatur aturan, juga bangsa sendiri. Praktik-praktik penjajahan dalam bentuk yang lebih canggih, sejatinya merebak di sekeliling kita.

Dalam ilustrasi di atas, poster Bung Karno dengan insert Munir, dibubuhi kalimat pesan Bung Karno seperti tersebut di atas. Pembunuh Munir bukan orang bule, tetapi bangsa sendiri. Maka sebaik-baiknya sikap adalah tetap waspada terhadap setiap praktek penjajahan gaya baru.

Kita harus memahami kalimat Bung Karno dalam konteks yang terus di-up date. Contoh, yang disebut musuh kita adalah bangsa kita sendiri, adalah sebagian dari bangsa kita yang memiliki ideologi (dalam bahasa Bung Karno) “kontra revolusioner”. Mereka yang berjiwa neolib, kapitalis, dan individualis. Waspadalah…. Waspadalah ! (roso daras)

Published in: on 15 Juli 2010 at 12:37  Comments (13)  
Tags: , ,