Ibu… Ibu… Ibu…

Sebuah hadis meriwayatkan seorang sahabat yang bertanya, ihwal kepada siapa kita harus berbakti. Nabi SAW menjawab, “Ibumu…”. Sahabat bertanya lagi, “Setelah itu, berbakti kepada siapa lagi ya Nabi?”, dan Nabi SAW kembali menjawab, “Ibumu…”, begitu sampai tiga kali, baru yang keempat Nabi menjawab, “Bapakmu…”.

Bung Karno sang proklamator, paham betul itu. Ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai menempati tahta tertinggi di hatinya. Dalam banyak kesempatan, baik sehabis kembali dari pembuangan, atau dari tugas apa pun, orang pertama yang ia jumpai adalah ibunda. Ia bersimpuh dan “sungkem”, menghaturkan bakti kepada sang ibu, serta memohon doa restu. Itu “ritual” yang tidak pernah ditinggalkan Bung Karno, selama ibunda masih hidup.

Tidak hanya itu. Dengan ibunda, Bung Karno bisa “curhat” apa saja, mulai dari soal pergerakan, tanah air, sampai ke soal-soal percintaan (baca: perempuan). Tidak ada satu orang pun di atas bumi, yang mengetahui rahasia Bung Karno selengkap Idayu. Terkadang, hanya dengan tatapan lembut ibu, cukup bagi jiwa Sukarno yang bergolak-golak. Ada kalanya, usapan lembut telapak tangan ibu, mampu meluluhkan jiwa gundah Sukarno.

Saya, baru saja menemukan buku tua “Bung Karno, Anakku”, meriwayatkan sang ibunda Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai. Buku itu tadinya berjudul “Pengukir Jiwa Soekarno” yang dicetak pertama kali tahun 1949. Seperti apa isi buku itu? Tunggu postingan berikutnya. (roso daras)

Iklan
Published in: on 1 Februari 2010 at 17:06  Comments (9)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2010/02/01/ibu-ibu-ibu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. hebat nih bung roso saya salut krn bisa menceritakan semua tntng bung karno semua nya sampai hal terkecil. sekali lg hebat bung roso.

  2. Wah..jadi penasaran ma next posting nya neh…
    Ditunggu lho….

    • Thanks… Ervin, ditunggu postingan selanjutnya….

  3. ibu.. oh ibu..

  4. dwi

  5. ibu……………………………………………………………………………………………………………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????/!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!?????????????????????/

  6. heh ceritanya ditambah donk pada waktu soekarno lahir / tentang silsilah kelurga soekarno / makam makam keluarga soekarne donk pls

  7. kami sebagai generasi muda sangat bangga dengan profil sejarah perjuangan bungkarno untuk negeri ini yang mana akan sebagai pemicu bagi kita semua untuk menancapkan idiologi beliau sampai akhir jaman

  8. bung roso, thanks atas tulisan2nya. soal ibunda BK, apa benar dia sedekat itu dengan ibunya? penasaran juga dengan isi buku itu. kapan2 di ulas dong isinya. setahu saya, kok BK lebih sering bicara soal sarinah daripada ibundanya. bahkan saya pernah baca, ‘rasa sepi’ BK atas kurangnya kedekatan dengan ibundanya-lah yang membuat BK merindukan kasih sayang lebih dari wanita di sepanjang hidupnya. itu tinjauan psikologis lho.. saya agak apriori dengan ‘hobi’ BK yang satu itu, haha.. tapi suatu saat sejarah akan membuktikan, betapa besar karya orang itu terhadap bangsa ini, bahkan terhadap dunia. jauh lebih besar dari yang pernah disadari para pengagumnya sekalipun. salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: