Sjahrir Vs Tan Malaka Vs Bung Karno

Sjahrir-Bung Karno-Hatta

Nama-nama Sukarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Amir Sjarifudin, Tan Malaka adalah sederet nama dari sebanyak tokoh pelaku sejarah. Titik. Nah, sejauh mana lakon mereka dalam bingkai sejarah bangsa? Percayalah, tidak banyak yang tahu, tidak banyak pula yang mencoba mencari tahu, apalagi melakukan kajian ilmiah.

Alhasil, tidak terlalu mengherankan jika ada yang begitu mengidolakan Bung Karno. Bahkan, tidak sedikit yang menjurus ke kultus individu. Di sisi lain, tidak terlalu aneh jika ada yang menyanjung Hatta, bahkan memujanya laksana manusia setengah dewa. Tidak asing di telinga pula, adanya pengagum Tan Malaka sebagai Che Guevara-nya Indonesia. Pada sekelompok masyarakat lain, barangkali ada pula yang nama Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifudin dalam sudut hati yang dalam.

Apa pun peran yang mereka lakonkan, memang patut dicatat. Seberapa pun besar sumbang sih mereka bagi bangsa dan negara, layak dikenang. Sekalipun, seandainya sejarah mencatat adanya perseteruan ideologi, konsep, dan gagasan perjuangan di antara mereka.

Adalah Bagin, penulis buku “Pemahaman Saya tentang Ajaran Bung Karno” yang secara gamblang memilah para tokoh pergerakan tadi ke dalam tiga kubu. Kubu pertama adalah Sutan Sjahrir, Hatta, dan Amir Sjarifudin di satu pihak. Kubu kedua adalah Tan Malaka, serta kubu ketiga adalah Bung Karno.

Pemetaan tiga kubu yang direpresentasikan oleh para tokoh di atas, nyata sekali menunjukkan betapa para tokoh pergerakan kita ketika itu bergelut dengan konsepsi-konsepsi yang ada kalanya menempatkan mereka pada kutub yang sangat bertentangan.

Kelompok Sutan Sjahrir termasuk Hatta dan Amir Sjarifudin dengan PKI orientasi Belanda, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan sistem demokrasi liberal, di mana terdapat kelompok pemerintahan lawan kelompok oposisi. Sistem ini menganut multi partai, juga multi ideologi. Sedangkan jalan perjuangan yang mereka tempuh adalah melalui jalur diplomasi. Target Sjahrir adalah terbentuknya Uni Indonesia-Belanda.

tan malakaKemudian Tan Malaka. Tokoh progresif ini, gerakan-gerakannya kemudian diteruskan oleh PKI aliran Moskow, yang menerima sistem multi partai. Akan tetapi, itu adalah strategi ketika mereka masih kecil. Sedangkan di saat mereka kuat, dengan sendirinya akan mengebiri partai dan ideologi selain komunis. Doktrin mereka adalah diktator ploretariat. Sedangkan medan perjuangan mereka adalah bertempur sampai menang. Sistem tatanan negara yang diimpikan adalah, masyarakat sosialis murba, tanpa kelas.

Terakhir, kubu Bung Karno, yang mendasarkan perjuangan atas natuur Indonesia dengan watak gotong royong dalam satu partai dan satu ideologi diisi dengan jiwa nasionalisme, agama, sosialisme, yakni ideologi Pancasila. Jalan yang ditempuh Bung Karno adalah bertempur dan berunding sekaligus. Adapun target yang dituju adalah terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia berwilayah dari Sabang sampai Merauke dalam susunan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, di tengah pergaulan internasional yang adil dan beradab.

Sebagai pertempuran ideologi, ketiga kubu tadi tidak ada yang keliru. Akan tetapi, dari ketiganya, hanya gagasan dan ide Sukarno saja yang paling orisinal, khas Indonesia. Sejarah telah membuktikan, sistem liberalnya Sjahrir gagal total, dan menyisakan aneka pemberontakan di dalam negeri. Siasat kiri Tan Malaka, tidak akan hidup di bumi agamis Indonesia. Hanya ideologi Pancasila yang diusung Sukarno yang mampu merekatkan seluruh elemen bangsa hingga hari ini. Bukan kanan, bukan kiri. (roso daras)

Iklan
Published in: on 2 September 2009 at 17:45  Comments (19)  
Tags: , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/09/02/sjahrir-vs-tan-malaka-vs-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

19 KomentarTinggalkan komentar

  1. ada lagi yang paling keji…ketika dihadapannya ..dia beri hormat…dibelakangnya dia mengumpat bahkan berkhianat…bangsanya sendiri ribuan dibabat… Itulah sejarah yang kata BK, jangan sekali-kali melupakan sejarah…pedih tapi kita mesti ambil hikmah…jangan lagi ada pertikaian antar warga bangsa. Cukup sudah…Mari kita songsong NKRI yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja, subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku

    • Sayang, kita seperti sudah ditakdirkan sebagai bangsa pelupa

  2. Melihat hari pada masa lalu, rasakan hari pada saat ini untuk menyongsong hari esok.. Pada tiap manusia tentu nya ada yg menang dan ada yang kalah dalam menerapkan orientasi pemikirannya di dalam arena politik.. sangat disayangkan mereka yang berilmu pada masa pergerakan kemerdekaan tidak di iringi oleh moralitas kebudayaan yang berakar pada kultur budaya sendiri. Sjahrir dengan liberal eropanya, Tan malaka dengan komunis rusianya dan tentunya Soekarno dengan kultur rechtstatenya budaya asli Indonesia yg telah ada.. tentunya kita bisa menimbang mana yang daya absorpsinya lebih kuat pada masyarakat bangsa pluralis ini.. Yang diharapkan bapak Soekarno adalah bangsa ini memiliki fundament dengan budayanya sendiri, budaya orisinal yang telah ada, tidak untuk dikosongkan agar diganti dengan budaya baru yg dikatakan lebih baik. krn Soekarno tahu ” apa yang menurutmu baik belum tentu baik untukmu dan apa yang menurutmu buruk belum tentu buruk untukmu”.. jika fundament ini telah ada maka perkokohlah agar kelak pada masa depan segala budaya-budaya asing yg datang di bumi pertiwi ini takkan merubah kekokohan pendirian bangsa ini. KARENA BUDAYA UNGGUL BANGSA UNGGUL!!

  3. Jelas, perbedaan ideologi adalah sesuatu yang lumrah dan jamak pada zaman itu. Masing-masing pengusung ideologi saling bertarung mengegolkan ideologinya bagi sebuah bangsa yang baru merdeka. Beruntung Indonesia, memiliki Bung Karno yang dengan ideologi Pancasila mampu mempersatukan ribuan suku Nusantara.

  4. Sebelumnya mohon maaf, saya mengunduh foto2 di web ini tanpa ijin. Foto-fotonya untuk koleksi pribadi karena saya peminat sejarah. Foto2nya sangat menarik.

    Sebelumnya terima kasih.

  5. bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.
    hari ini mari segenap elemen pemuda berkaca pada tokoh2 pergerakan zaman kemerdekaan.
    buktikan bahwa pemuda masa kini mampu membawa perubahan yang lebih baik buat negeri ini.
    “allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kalau pemudanya tidak berusaha untuk merubahnya”.

  6. slamat pagi, pak, saya sangat menyukai tulisan bapak, mungkin karena kecintaan kita yang sama akan sosok bung Karno..
    Saya agak penasaran dengan sosok Tan Malaka, pernah sya menonton TV, judulny tentang biografi Tan Malaka. Ada yang saya ingat dari narasi acara tsb, yaitu, katanya Tan Malaka telah dipersiapkan bung Karno, seandainya beliau wafat. Bagaimana pendapat bpk, bisakah bpk berikan sedikt gambaran akan sosok Tan Malaka yg bapak ketahui? Terus terang saya penasaran akan sosoknya..
    Terima kasih, atas ilmu dan pengetahuan yg dibagikan kpda kami.. Gb

    • iya, benar pak, bung karno terkadang konsultasi ke tan malaka, perihal pemerintahan, bung karno pernah mengeluarkan testemen apabila terjadi sesuatu pada dwi tunggal, maka tan malaka ditunjuk sebagai pengganti, namun oleh bung hatta didesak, agar tidak hanya tan malaka saja yang menjadi penggantinya, maka dimasukan nama sjahrir, trus iwa kusumantri dan wongsonegoro

      kalo saya lebih pro ke sjahrir, karena beliau pragmatis, sering mengambil jalan tengah dalam menyelesaikan masalah

      memang konsepnya gagal, hal itu dibuktikan dari pemerintahannya sebagai perdana menteri pada kabinet sjahrir 1 dan sjahrir 2

      menurut saya konsep beliau gagal, karena tidak sesuai pada situasi pada masa itu, kebanyakan orang belum bisa menangkap tujuan dan manfaat dari program2 sjahrir

  7. Klo Tan Malaka adalah Bapak Republik Indonesia, Bung Karno adalah Bapak Kemerdekaan Republik Indonesia…

  8. tau gak sukarno coret coret konsepsinya tan malaka?

  9. “hanya gagasan dan ide Sukarno saja yang paling orisinal, khas Indonesia”

    apanya yang orisinal? wacana sintesis nasionalisme-agama-sosialisme bukan gagasan orisinal Soekarno, malahan gagasan Soekarno tsb diinspirasi dari Tan Malaka…

    justru bila melihat dari orisinalitas, Tan Malaka-lah yang secara orisinal menuangkan ide sintesis Marxisme (di dalamnya tergabung Komunisme, Marxis-Leninisme, dan Sosial-Demokrasi) dengan Pan-Islamisme (Khilafah dan Sekularisme) untuk menjadi gerakan Nasionalisme… gagasan fusi Marxisme + Islam = Nasionalisme ini dituangkan Tan Malaka pertama kali ketika berpidato di depan peserta kongres Comintern (Komunis Internasional) di Moskow tepat di depan Lenin… tentu saja orisinal, karena belum pernah ada sejarahnya agama dileburkan dengan marxisme… (silahkan anda kroscek dari berbagai sumber)

    Tan Malaka mengangkat sintesis tsb berdasarkan latar kebudayaan di Indonesia saat itu, dimana kaum borjuasi kecil yang didominasi kaum agama adalah revolusioner juga, sama seperti kaum Marxis…. ide ini adalah jawaban alternatif Marxisme untuk masyarakat progresif yang hidup dengan perbedaan latar kebudayaan seperti masyarakat di Eropa pada masa Marx masih hidup… dengan peleburan dua kekuatan revolusioner yang muncul alami ini di Indonesia, maka terciptalah gelombang gerakan Nasionalisme…

    sedangkan Soekarno yang dipengaruhi Nasionalisme hanya melakukan upaya sintesis yang itupun terjadi ketika pemenang Pemilu 1955 dalam DPR dan Badan Konstituante diwakili oleh 4 parpol dari 3 kubu berseberangan tsb, yang kita sama-sama sudah ketahui dengan istilah Nasakom yang dituahkan Soekarno dalam pidato Manipol USDEK… Nasakom juga dapat dikatakan tahap koalitif dari 4 parpol yang menghegemoni legislatif dari latar belakang ideologi yang berbeda…

    dan kita pun seharusnya juga tahu bahwa Nasakom hanyalah taktik politik Soekarno untuk menggembosi pengaruh politik dari 4 parpol di atas agar tidak mengganggu legitimasi dirinya sebagai Pemimpin Besar Revolusi…

    kemudian soal Pancasila, kata siapa Pancasila secara orisinal dicetuskan Soekarno? bahkan 5 butir sila yang diajukan Soekarno dalam sidang PPKI berbeda jauh dengan 5 butir Pancasila saat ini… dan selain itu nama “Pancasila” itu sendiri tidak orisinal… Pancasila adalah istilah 5 butir kode etik Buddhisme yang disampaikan Buddha Gautama dalam khotbah Upasaka-nya…

    memang benar, secara filosofis, Pancasila adalah ideologi politik yang orisinal dari Indonesia (bisa disejajarkan dengan Juche di Korut atau Ho Chi Minh Thought di Vietnam), bahkan Pancasila (sebagai aliran Nasionalisme) adalah satu-satunya ideologi yang berdiri sendiri yang terlepas dari latar kebudayaan politik dan sosial Barat, serta tidak dipengaruhi oleh gagasan-gagasan filsuf Nasionalisme seperti J.J. Rosseau dan Voltaire, semua murni didasarkan pada latar belakang masyarakat Indonesia yang beragam… itulah bedanya Nasionalisme Pancasila dengan Nasionalisme pada umumnya, dan itulah orisinalitas Pancasila… bukan tesis filosofis dari Soekarno seorang…

    • maaf hanya mengoreksi sedikit, apakah gagasan tan malaka juga orisinil?, bahkan pikiran seorang muhammad pun tidak orisinil kok dari sudut pandang teologis :P…. tan malaka seorang komunis tulen dan paham hukum2x marxisme leninisme….pada kongres comintern ke 4 di moscow 1922 tan malaka sangat kecewa karena serangan comintern terhadap pan islamisme, namun bukan berarti dia setuju thd pola pandang konservatif kaum islam (tolong baca lagi madilog), dia hanya berbicara ada kesamaan spirit antara kaum proletar dan islam yg tertindas oleh kapitalisme dan imperialisme…..untuk negeri2x mayoritas islam bukankah lebih baik membentuk front bersama untuk menghancurkan kapitalis imperialis?, tan malaka mengikuti garis “revolusi permanen”nya trotsky jadi ia seorang intarnasionalis tulen dan bukan seorang nasionalis yg membumi (kalo pikirannya sangat berpengaruh pada saat itu mengapa ia tidak berperan penting dalam proses proklamasi dan revolusi fisik?)……pancasilanya agama budha isinya beda dong dengan pancasila 1 juni 1945, lha BK sendiri bilang pancasila itu bukan “ciptaan” dia kok, dia hanya “penggali” doang…namun untuk mengkreasikan ke 5 sila tersebut bukan perkara mudah melihat situasi hindia belanda saat itu ๐Ÿ™‚

  10. “maaf hanya mengoreksi sedikit, apakah gagasan tan malaka juga orisinil? muhammad pun tidak orisinil kok dari sudut pandang teologis” anda tak perlu mengambil langkah “cuci tangan” hanya karena tidak mampu menanggapi pendapat saya bahwa Sukarno sendiri masih tidak ada seujung-kukunya Tan Malaka… anda tak bertele-tele sok-sok idealis bahwa tidak ada satupun manusia ber-ide orisinil… ingat, di sini kita sedang membicarakan 2 orang ini sebagai obyek perbandingan tentang orisinalitas ide di masa mereka… inspirasi dan pergulatan dialektika yang mereka gunakan sebenarnya tidak bersifat tumpang-tindih: “yang satu dipengaruhi yang satu” seperti pendapat anda tentang ide-ide yang menurut anda cocok hanya karena Pancasila lebih lama bertahan di Indonesia daripada idenya Sjahrir atau Tan (hahha mistik sekali anda)…

    “berarti dia setuju thd pola pandang konservatif kaum islam (tolong baca lagi madilog)” memang siapa yang bilang dia setuju dengan Islam kolot? itu gak penting, yang penting adalah kenyataan bahwa Tan Malaka adalah orang pertama yang mensintesiskan antara gagasan politik Islam dengan Marxisme, setidaknya untuk di Indonesia… dan di saat dia mengutarakan gagasannya itu, Sukarno cuma sedang menikmati ranjang dengan Fatmawati… baru setelah terjunnya Sukarno dalam aktifitas politik, dia mulai mempelajari sintesis Islam-Marxisme tsb dan mencoba menyempurnakannya untuk menjadi sebuah gerakan nasional dari kelas tertindas (Islam sbg borjuasi kecil adalah kelas tertindas feodal, Marxisme sbg proletar adalah kelas tertindas kolonial)… adapun gagasan yang ditulis Sukarno hanya menjelaskan apa yang telah diutarakan Tan sebelumnya…

    “untuk negeri2x mayoritas islam bukankah lebih baik membentuk front bersama untuk menghancurkan kapitalis imperialis? blablabla” itulah bukti anda belum mempelajari sejarah revolusi nasional, Tan membentuk persatuan perjuangan untuk mempersatukan parpol dan ormas lintas ideologi dan sama-sama revolusioner, dia melihat kemerdekaan Indonesia tidak ditopang oleh persatuan dan kejelasan gerakan revolusi, antar pihak saling tumpang tindih merebut posisi revolusioner, yg komunis, yg Islam, yg pemuda, dstnya… bahkan saking payahnya proklamasi Indonesia, sampai bulan September saja Pemerintah (dalam hal ini dipimpin oleh Sukarno-Hatta) masih saja ngurusin politik melulu, tidak ada persiapan perang revolusi sama sekali, padahal 2 bulan kemudian Sekutu akan datang… anda tahu siapa yang menekan Sukarno untuk membentuk angkatan perang, mempersiapkan barisan nasional di setiap front2 strategis dengan melucuti senjata perang Jepang, itu adalah Tan Malaka… saat itu Sukarno masih takut-takutan untuk memimpin revolusi Republik, dan Tan Malaka membawa 120 ribu orang untuk menunjukkan semangat spiritual kepada Sukarno bahwa seluruh rakyat Indonesia siap jadi martir nasional Republik, sambil menyuruh Sukarno mempersiapkan segala kepentingan revolusi, karena 2 bulan lagi Sekutu akan tiba, dan Belanda sudah siap mengambil alih kekuasaan tanah air dari Jepang!

    “mengapa ia tidak berperan penting dalam proses proklamasi?”
    karena proklamasi bukan digerakkan oleh satu manusia super, tidak ada mastermind di balik proklamasi, singkatnya, kemerdekaan bukan hasil keinginan “tokoh”… walaupun proklamasi dilaksanakan manusia, tapi yang melatar-belakangi proklamasi bukanlah manusia, melainkan keadaan alam, sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan… singkatnya, manusia ini bukan subyeknya, melainkan obyek… dan itu kenyataan, bahwa suatu revolusi yang didalangi manusia tidak akan berhasil, karena semua berdasarkan rencana dan rencana, lihat sudah berapa kali sidang BPUPKI dan PPKI diadakan di masa pra-kemerdekaan, dan hasilnya cuma omong-kosong (kecuali Piagam Jakarta), Indonesia pun merdeka bukan hasil dari kinerja PPKI… itulah kemerdekaan Indonesia yang tidak direncanakan…

    • well2x we have A SMART ASS in here LoL….kgk usah sensi coy nyantai ajah dengan tanggapan lu yg seperti ini gw bs nilai lu sendiri sudah memposisikan diri lu kgk mo trima kritikan walaupun itu hanya kritikan sederhana, gw tanya ke lu IDE ORISINIL SYAHRIR apa seeh??? ๐Ÿ˜€ plus komen lu udah bias dan terlalu syahrir dan malaka sentris, kita bicara fakta sejarah syahrir dan tan malaka kalah telak dalam politik indonesia saat itu….syahrir jadi PM terakhir kapan seeh??? 1947?? knapa dia justru dimusuhi tentara dan sempat diculik waktu pristiwa 3 juli 1946….pertama karir syahrir finish ketika dia menyetujui perjanjian linggarjati kedua ia di banned permanen akibat PRRI/permesta…..secara praktis ide syahrir dengan SOSKA/SOSDEMnya tidak mendapat tempat dalam pikiran rakyat indo pada saat revolusi, tan malaka adalah seorang revolusioner penyediri apa HEBATNYA? idenya hanya berlaku untuk dirinya sendiri dan berakibat kematiannya oleh tentara….tiap ide tanpa implementasi adalah NON SENSE!….BK sangat menghormati ide2x tan malaka dan ia tidak menutupi itu kok namun sebagai politisi TAN MALAKA masih bau kencur terbukti dia tidak bisa survive dalam revolusi, trus lu bilang mo mengadakan revolusi spontan dengan 20 ribu massa tanpa persiapan??? well2x lu sendiri enggk memahami tulisan lenin ttg partai pelopor militan sebagai pioner revolusi proletariat dong ๐Ÿ˜› baca dulu gih sana…tan malaka paling banter bisa disamakan dengan teoritisi marxist kek georg lukacs……..”kemerdekaan indonesia adalah kebetulan” WTF??? ilusi macam apa lagi ini??? trus lu mo ngarep apa??? bubarin BPUPKI gitu??? trus lu mo pake piagam jakarta dan menghancurkan revolusi nasional 17 agustus gitu??? PINTERRRR ROFL

      • “gw tanya ke lu IDE ORISINIL SYAHRIR apa seeh??? dstnya dstnya”

        lah, emang siapa yang pro-Sjahrir?? ๐Ÿ˜€ udah nyerocos gak jelas, keliru semua… gua justru sangat anti pemikiran Sjahrir, masih mending BK daripada Sjahrir…

        Tan Malaka bau kencur?? omg, sementara Soekarno saja menghormati doi, lah ini blogger pro-Soekarno malah ngata-ngatain Tan ๐Ÿ˜€

        Tan Malaka sejak awal tidak punya niat menguasai posisi pemerintahan bangbro, dia menyerahkan Soekarno-Hatta saja yang memimpin pemerintahan, di masa itu presiden seperti icon (sama seperti merah-putih dan proklamasi) karena presiden (BK) memiliki daya mempengaruhi rakyat (BK kan memang ahli propaganda, doi ex-propagator Romusha ulung, sedangkan Tan ahli agitasi)… Tan setuju dengan BK, mereka sama-sama menjalankan perang revolusi itu tanpa membuka jalan berunding dengan Belanda sebelum adanya pengakuan, dan BK juga tidak sudi berunding dengan Belanda… Tan dan BK sama-sama tidak suka dengan jalan politik Sjahrir yang membuka perundingan dengan Belanda…

        konteks “orisinil” yang lagi kita bahas adalah ontologi tesis dari kedua tokoh (Soekarno dengan Tan Malaka) tentang nasionalisme… Tan Malaka adalah orang pertama yang merumuskan nasionalisme dengan menggabungkan 2 faksi politik yang saat itu menjadi kekuatan rakyat, yaitu Marxisme dan Islam… ide ini orisinil, karena belum ada satupun saat itu orang yang mengumandangkan ide sintesis Islam dengan Marxisme untuk menciptakan nasionalisme… coba sebut siapa tokoh lain SEBELUM Tan Malaka yang mengumandangkan ide ini?? ada atau tidak? kalau ada, sebutkan! kalau tidak, berarti inilah orisinalitas pemikiran Tan Malaka…

        Soekarno dalam hal ini mengambil pemikiran Tan Malaka dalam hal penyatuan Marxisme dengan Islam…

        “kemerdekaan indonesia adalah kebetulan”
        memang siapa yang bilang kemerdekaan Indonesia kebetulan? yang gue bilang adalah proklamasi Indonesia lahir bukan keputusan satu-dua orang saja, tapi kondisi obyektif (gejala alam dan sosial)-lah yang akhirnya memaksa lahirnya proklamasi… kalo anda mengerti, anda akan paham kenapa baru 1945 Indonesia bisa memproklamasikan kemerdekaan, bukan karena rencana, sebab gerakan kemerdekaan sudah dimulai dari 1908 (kalo kita setuju tahun ini adalah tahun kebangkitan nasional, tahun dimana adanya kesadaran berkeinginan merdeka)… anda juga sudah keliru menyamakan proklamasi kemerdekaan dengan kemerdekaan itu sendiri, kemerdekaan 1945 itu diperjuangkan selama kurang lebih 4 tahun, artinya, proklamasi kemerdekaan itu bukan kemerdekaan itu sendiri… justru 4 tahun setelah proklamasi itulah usaha kemerdekaan yang sudah harus dilakukan karena adanya proklamasi… siapapun akan paham kalo proklamasi adalah icon kemerdekaan, kemerdekaan itu sendiri bukan karena proklamasi, tapi usaha mewujudkan proklamasi…

    • apakah benar TAN MALAKA pencetus ide orisinal sinkretisme marxisme dan islamisme?? lu terlalu over estimate kamerad masih ada orang yg lebih duluan tuh namanya Bahawetdin Wรคisev di tatarstan, doi mengadop marxisme dan islamisme sebagai ideologi perjuangan…malahan organisasi komune sudah dijalankan oleh para pengikutnya….setelah pecah revolusi bolshevik 1917 kelompok Wรคisev malah gabung dengan tentara merah dan punya resimen sendiri ๐Ÿ˜›

      • oh ya?
        1. sesuatu dikatakan “influenced by” atau “inspired by” bila ada 1 wacana ide orang/kelompok lain yang memberi pengaruh/menginspirasi… nah, adakah Tan Malaka mengutip pemikiran kelompok Waisev?
        2. orisinalitas dapat diuji dari karya tulis, filsafat juga dikenang secara konseptual lewat tulisan… nah, adakah Bahawetdin Waisev meninggalkan karya tulis?
        3. yang saya tahu, kelompok Waisev itu pro-Marxis-Leninisme, sedangkan Tan Malaka tidak… jadi, dimana arah kesamaan dari sintesis Islam-Marxisme ala Waisev dan Tan?
        4. dan Tan Malaka tidak pernah mempersoalkan dogma Islam lho, coba cari essai-essai doi seputar Islam, tidak ada kritik besar terhadap Islam selain hanya kondisi sosial-masyarakat, dia tidak sama sekali menyinggung dogma, bahkan Tan bisa dikatakan tidak mengambil respon dengan Islam secara mainstream dalam hal ‘aqidah, fiqh, dan syari’ah… Waisev?
        mohon keterangannya bung Soekarnoism ๐Ÿ™‚

  11. Terliht dngan jlas sekali klau si penulis adlh seorang pngagum brat soekarno.Di mtanya pra puang yg lain tdk lah sebegitu brjasanya soekarno.Tulisan sampah.

    • Pake nama “inggit-koesno” kok begitu komennya ????? Mungkin “inggit-koesno” lupa tagline blog ini…. Tidak mengapa. Saya pribadi sangat menghargai diskusi yang sehat dan mencerahkan. Ingat2lah, bahwa perbedaan adalah rahmat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: