Angka 17, Angka Keramat

Bung Karno

Hari ke-15 bulan Agustus 1945, terjadi ketegangan antara para pemuda dengan Bung Karno. Para pemuda yang dipimpin Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana, BM Diah, dan sejumlah nama lain, sempat mendesak Bung Karno agar mengumumkan kemerdekaan Indonesia, “Sekarang juga!”

Dengan sabar, Bung Karno menanamkan pengertian. Dengan kalimat gamblang, Bung Karno mencoba memberi alasan mengenai waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan. Apa lacur, para pemuda yang dilingkupi semangat berkobar-kobar, terus mendesak Bung Karno tanpa sabar.

Perdebatan itu berlangsung berjam-jam tanpa ujung. Situasi cenderung memanas. Para pemuda menghendaki merdeka segera, Bung Karno menyatakan belum waktunya. Ketika Bung Karno “menyerah” dan mempersilakan para pemuda jalan sendiri tanpa dirinya, para pemuda justru menolak. Mereka tetap menghendaki Bung Karno sebagai lokomotif.

Yang terjadi kemudian adalah aksi provokasi. Salah seorang pemuda mengejek, “Barangkali Bung Besar kita takut. Barangkali dia melihat hantu dalam gelap. Barangkali juga dia menunggu-nunggu perintah dari Tenno Heika.”

Sejurus kemudian, Wikana, pimpinan pemuda yang lain ikut mengejek Bung Karno. Bahkan tiba-tiba dia menggertak Bung Karno dengan menghunus sebilah pisau ke arah Bung Karno. “Kita tidak ingin mengancammu Bung! Revolusi berada di tangan kami sekarang, dan kami MEMERINTAH Bung. Kalau Bung tidak memulai revolusi malam ini, lalu….”

“Lalu apa?!” sergah Bung Karno sambil melompat dari kursi, menahan amarah yang menyala-nyala. “Jangan aku diancam. Jangan aku diperintah. Engkau harus mengerjakan apa yang kuingini. Pantang aku dipaksa menurut kemauanmu!”

Tidak berhenti sampai di situ. Bung Karno melompat ke tengah-tengah para pemuda yang masing-masing memegang senjata di tangan. “Ini!” kata Bung Karno mengejek, “Ini kudukku, boleh potong… hayo! Boleh penggal kepalaku… engkau bisa membunuhku… tapi jangan kira aku bisa dipaksa untuk mengadakan pertumpahan darah yang sia-sia, hanya karena hendak menjalankan sesuatu menurut kemauanmu!”

Suasana hening. Para pemuda giliran ketakutan, bercampur perasaan takut dan bingung. Bung Karno lalu menatap tajam ke wajah-wajah para pemuda satu per satu. Tajam sekali tatapan mata Bung Karno. Setajam paku. Dan… satu per satu, para pemuda pun menunduk tertusuk “tatap paku” Bung Karno. Mereka pun menjatuhkan pandangan ke bumi.

Ketika suasana terkendali, barulah Bung Karno kembal ke tempat duduk, dan berbicara dengan nada rendah. “Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah pemilihan saat yang tepat. Di Saigon saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17.”

Sukarni, tokoh pemuda pertama yang berani angkat tanya, “Mengapa justru tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?” Meski nada tanya, tetapi nada Sukarni sudah jauh lebih lunak.

“Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan secara pertimbangan akal mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku bahwa waktu dua hari lagi adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka keramat. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan Ramadhan, waktu kita semua berpuasa. Bukankah begitu?” tanya Bung Karno.

“Ya,” jawab para pemuda serentak.

“Ini berarti saat yang paling suci bagi kita, Bukan begitu?”

“Ya.”

“Hari Jumat ini, Jumat legi. Artinya, Jumat yang berbahagia. Jumat suci. Dan hari Jumat adalah tanggal 17. Kitab suci Alquran diturunkan tanggal 17. Orang Islam sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa shalat 17 rakaat sehari? Mengapa tidak 10 atau 20 saja? Oleh karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”

Bung Karno melanjutkan, “Pada waktu saya mendengar berita penyerahan Jepang, saya berpikir bahwa kita harus segera memproklamasikan kemerdekaan. Kemudian saya menyadari, adalah Kemauan Tuhan peristiwa ini akan jatuh di hari-Nya yang keramat. Proklamasi akan diumumkan tanggal 17. Revolusi menyusul setelah itu.” (roso daras)

Iklan
Published in: on 1 September 2009 at 22:31  Comments (10)  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/09/01/angka-17-angka-keramat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

10 KomentarTinggalkan komentar

  1. muantap… dokumentasi sejarah yang belum banyak diketahui… salut buat kepahlawanan si Bung dan para pemuda indonesia… salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  2. salut,,,ternyata tgl 17 tuch sudah hasil itungan yach,,,,,

  3. begitu toh…
    kemerdekaan memang hal yang sakral…
    mari kita isi dengan kesakralan…….?????????
    lo kok…?
    he…he…he….

  4. Mantap…tgl 17 & thn 45 juga, 4+5=9 jadi angka 9 juga mengandung keramat, maka rokok dji sam soe ( 234 ) 2+3+4=9 & tertulis SHT cari sendiri singkatannya kt empunya membawa berkah yg tak akan habis ( bangkrut )

  5. Mantap… termasuk angka 45 = 9 angka tertinggi

  6. saya percaya mistik.. pada kejadian tersebut mereka hanya sebagai sebagai tangan tuhan agar semua menjadi makna dalam hidup manusia (as the god’s hand so that all can be the meaning in human life).. yg menjdi mkna hidup kita apakah pada tiap tgl 17 pd tahun2 selanjutnya kita sebagai pemuda-pemuda regenerasi dapat memberikan perubahan yg lebih baik dari apa yg telah diberikan oleh pemuda-pemuda pd tgl 17 agustus 1945 itu.. karena apakah layak kita lewati angka 17 itu hanya dengan kepasrahan dan harapan akan ada bung karno muda yg lahir pd era 2000 saat ini yg diharapkan akan membuat perubahan pd negeri ini!! jgn lah begitu.. kita semua pemuda adalah regenerator kemerdekaan yg berbahan bakar revolusi. kita optimasikan hingga puncak kejayaan.. sehingga kita dapat berkata KITA MERDEKA WALAU MISKIN TAPI GAGAH.. KITA MERDEKA WALAU KAYA TAPI TIDAK MENINDAS!!

  7. wahhh ajibbb
    smuany tentang sejarah…
    salam kenal dariku coexindie 😀

  8. Bagus Mas Blognya,

    maksudny Mystik bukanlaah Mistis tetapi lebih kepada Philosophy jangan salah terka

  9. Angka 17 bukanlah kebetulan akan tetapi merupakan pemberian dari tuhan, sebagaimana di sesuaikan dengan letak geografis Indonesia sendiri berdasarkan lintang dan bujur (bisa di hitung sendiri)

  10. […] source: – Angka 17, Angka Keramat […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: