Melepas Alas, Menjejak Bumi

sukarno pakai sepatuSering orang-orang tua kita menyebut bumi sebagai ibu, dan angkasa sebagai bapak. Dalam adegan perang tanding antara ksatria Pandawa dan durjana Astina, filosofi bumi dan angkasa acap dipakai sang dalang. Seperti saat si durjana terdesak dan jatuh terjerembab… maka sebelum ksatria memenggal kepalanya, si durjana diberinya kesempatan untuk meratap kepada bumi sang ibu, angkasa sang bapak.

Kita juga mengenal istilah Ibu Pertiwi sebagai pengejawantahan tanah air tercinta. Kita sering pula mendengar istilah “dari bumi kembali ke bumi, dari debu kembali ke debu” mengiringi peristiwa kematian umat manusia. Bisa jadi, karena manusia dicipta dari tanah, sedangkan ruhnya ditiupkan dari angkasa. Menyebut angkasa sebagai representasi kekuasaan mutlak Tuhan Yang Maha Besar.

Bung Karno, juga memaknai bumi dengan begitu agung. Ia memperlakukan bumi dengan begitu mulia. Sepanjang hidupnya, ia memiliki kebiasaan yang menunjukkan betapa ia mengakrabi bumi. Dari kedua tangannyalah banyak pohon ditanam, dan disiram. Saat-saat seperti itu, ia tengah mempercantik bumi. Di banyak kesempatan ia melepas alas menjejak bumi. Saat itulah ia merasakan energi bumi masuk dari pori kaki menjalari sekujur tubuh dan hati.

Kebiasaan tadi, direkam oleh orang-orang dekatnya. Mereka yang hidup, tinggal, dan bekerja di lingkungan Istana, sangat sering melihat Bung Karno melepas sandal kulit kesayangannya, dan menempelkan telapak kakinya di atas lantai. Sejurus kemudian, ia berjalan hilir-mudik di sekitar Istana Mereka, masih dengan kaki yang telanjang.

Kepada salah seorang ajudannya, Bambang Widjanarko, ia pernah menyinggung ihwal kegemarannya menjejakkan kaki ke bumi. “Bambang…,” ujar Bung Karno, “terserah orang lain mempunyai pendapat yang bagaimana, aku sendiri mempunyai keyakinan bahwa antara manusia dan bumi ini berhubungan erat. Itu sebabnya mengapa aku sering meletakkan kakiku yang telanjang ini di atas tanah, atau berjalan tanpa alas kaki apa pun. Maksudnya adalah, agar terjadi kontak langsung dengan bumi tanpa penghalang sandal atau sepatu.”

Bung Karno melanjutkan “wejangan”-nya tentang bumi. Bahwa bumi yang merupakan bagian dari alam semesta inilah yang memberikan hidup kepada kita semua, atas kemurahan Tuhan Yang Maha Esa. Hendaknya kita selalu mendekatkan diri kepada bumi atau alam dan jangan terus-menerus mengasingkan diri kita darinya.

Nah, kapan terakhir kali Anda menjejak bumi tanpa alas kaki? (roso daras)

Published in: on 27 Agustus 2009 at 22:08  Comments (6)  
Tags: , , ,