Presiden dengan 26 Gelar Doktor HC

gelar doktor

Ada saja alasan mengapa Sukarno harus gemar membaca. Ada saja alasan mengapa Sukarno harus rajin belajar. Dan… ada saja cara Sukarno untuk belajar cepat mengenai segala sesuatu hal.

Didorong ego yang meluap-luap untuk bisa bersaing dengan siswa-siswa bule, Bung Karno sangat tekun membaca, dan sangat serius belajar. Di HBS Surabaya misalnya, dari 300 murid yang ada, hanya 20 murid saja yang pribumi. Satu di antaranya adalah Sukarno. Sekalipun sulit menarik simpati teman-teman sekelas yang keturunan penjajah, setidaknya ada satu dua guru,yang menaruh rasa sayang kepadanya.

Dari simpati gurunya, tak jarang, ia mendapat fasilitas lebih untuk bisa ‘mengacak-acak’ perpustakaan dan membaca segala buku, baik yang ia gemari maupun yang tidak ia sukai. Lantas, manakala problem berbahasa Belanda menghambat rasa haus ilmunya, ia pun sudah punya jalan pintas: Merayu noni Belanda sebagai pacarnya. Berpacaran dengan noni Belanda, adalah cara praktis lekas mahir berbahasa Belanda. Mien Hessels, adalah salah satu pacar Bung Karno yang berkebangsaan Belanda.

Usia belum genap 16 tahun, Bung Karno sudah membaca karya besar orang-orang besar dunia. Di antaranya, ia mengagumi Thomas Jefferson dengan Declaration of Independence yang ditulis tahun 1776. Sukarno muda, juga mengkaji gagasan-gagasan George Washington, Paul Revere, hingga Abraham Lincoln.

Tokoh pemikir bangsa lain, seperti Gladstone, Sidney dan Beatrice Webb juga dipelajarinya. Ia mempelajari Gerakan Buruh Inggris dari tokoh-tokoh tadi. Tokoh Italia? Ia sudah bersentuhan dengan karya Mazzini, Cavour, dan Garibaldi. Tidak berhenti di situ, Sukarno bahkan sudah menelan habis ajaran Karl Marx, Friedrich Engels, dan Lenin. Semua tokoh besar tadi, menginspirasi Sukarno muda.

Penelusuran Bung Karno terhadap karya besar orang besar, tidak pernah berhenti. Alhasil, pernah dalam suatu ketika, saya mendapat copy dokumen barang-barang milik Bung Karno di Istana Negara, yang diinventarisasi oleh aparat negara, sesaat setelah ia digulingkan. Dari ribuan item yang saya cermati, hampir 70 persennya buku. Sisanya: pakaian, lukisan, mata uang receh, satu potong bra dan satu helai sapu tangan wanita…. Ya, harta Bung Karno terbesar memang buku.

Episode kehidupannya yang lain, mengisahkan betapa dalam setiap pengasingan dirinya, baik dari Jakarta ke Ende, dari Ende ke  Bengkulu, maupun dari Bengkulu kembali ke Jakarta, bagian terbesar dari barang-barang bawaannya adalah buku. Semua itu, belum termasuk yang dirampas dan dimusnahkan penguasa penjajah.

Apa muara dari kisah ini? Sejatinya hanya untuk memperteguh judul di atas: Presiden dengan 26 Gelar Doktor Honoris Causa. Ya, itulah Sukarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama. Itulah jumlah gelar doktor yang ia terima dari seluruh penjuru dunia, 26 gelar doktor HC, rinciannya, 19 dari luar negeri, 7 dari dalam negeri.

Yang pertama kali memberi gelar doktor kepada Bung Karno bukan perguruan tinggi Indonesia, melainkan Filipina: Far Eastern University, Manila. Sedangkan perguruan tinggi Indonesia pertama yang memberinya gelar doktor HC adalah Universias Gadjah Mada Yogyakarta pada 19 September 1951.

Adapun yang tercatat pertama kali memberinya gelar doktor HC di bidang Ilmu Pengetahuan Teknik adalah Universitas Berlin, pada 23 Juni 1956. Dalam bidang yang sama, disusul Universitas Budapest pada 17 April 1960, selanjutnya barulah almamaternya, ITB pada 13 September 1962.

Catatan menyebutkan pula, Universitas Islam pertama yang menganugerahkan gelar doktor HC buat Bung Karno adalah Universitas Al Azhar, Kairo pada 24 April 1960 dalam ilmu Filsafat. Kemudian, IAIN Jakarta dalam Ushuludin Jurusan Dakwah pada 2 Deember 1963, disusul Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk Falsafah Ilmu Tauhid pada 1 Agustus 1965.

Negara-negara asal perguruan tinggi yang menganugerahkan gelar Doktor HC berturut-turut adalah Filipina, Amerika Serikat, Kanada, Jerman Barat, Uni Soviet, Yugoslavia, Cekoslovakia, Turki, Polandia, Brazil, Bulgaria, Rumania, Hongaria, RPA, Bolivia, Kamboja, dan Korea Utara.

Adapun perguruan tinggi nasional yang memberikan gelar Doktor HC buat Bung Karno adalah: 1). Universitas Gadjah Mada (19 September 1951) dalam Ilmu Hukum; 2). ITB (13 September 1962) dalam Ilmu Teknik; 3). Universitas Indonesia (2 Februari 1963) dalam Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan; 4). Universitas Hasanuddin (25 April 1963) dalam Imu Hukum; 5). IAIN Jakarta (2 Desember 1963) dalam Ushuludin jurusan Dakwah; 6). Universitas Padjadjaran (23 Desember 1964) dalam Ilmu Sejarah; 7). Universitas Muhammadiyah (1 Agustus 1965) dalam Falsafah Ilmu Tauhid.

Sependek pengetahuan saya, Sukarno-lah presiden yang menerima gelar Doktor Honoris Causa terbanyak. Bukan hanya terbanyak, melainkan dari ragam ilmu yang beragam, mulai dari ilmu teknik, sosial kemasyarakatan, hukum, filsafat, agama, dll. Itu adalah satu sisi kehidupan Bung Karno, dari ribuan sisi yang dimilikinya. (roso daras)

Iklan
Published in: on 16 Agustus 2009 at 02:50  Comments (12)  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/08/16/presiden-dengan-26-gelar-doktor-hc/trackback/

RSS feed for comments on this post.

12 KomentarTinggalkan komentar

  1. Heeem….ternyata Sang Fajar berilmu kaliber dunia, aku baru tahu segi sisi pengetahuan Bapak Proklamator Kita, Dia ternyata berilmu Dewa. Insya Allah nama BK tak terlupakan oleh bangsa Indonesia, Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa INDONESIA yang ke 64 tahun,”MERDEKA YG HAKIKI” Yaitu Memberantas orang2 yg korup menggunakan uang negara, menegakkan supermasi Hukum di segala komponen Bangsa dan membrantas kemiskinan yang masih di sandang bangsa Indonesia. Sampai kapan kita kuli kuli diantara bangsa2 lain ?….

  2. Subhanallah.Apa yang kudapatkan saat ini memang belum ada apa2nya dibandingkan dgn Bung Karno. Mas Roso Daras, aku pernah dikasih tau sm guru sejarahku waktu SMU katanya pernah terbesit dalam pikiran Bung Karno untuk membuat PBB tandingan PBB yang sekarang. Karena dinilai PBB yang sekarang hanya mementingan sebelah pihak. Pngen tau gmn ceritanya dong ttg PBB tandingan yg ingin dibentuk sm Bung Karno. Request by yomi

    • Saking cerdasnya Bung Karno pngen bikin PBB. Dan knapa gk terlaksana yaah?

    • Hai Yomi… PBB Tandingan? Yg dimaksud tentunya CONEFO (Conference of New Emerging Forces) yang bertujuan menghimpun kekuatan-kekuatan negara yang baru merdeka. Dia bahkan sudah menyiapkan gedung Conefo yang sekarang Yomi kenal sebagai Gedung MPR RI di Senayan. Kisahnya, tunggu di blog kesayangan Yomi ini….

      • Oh itu yah namanya. Mauuuu. Aku cuma taunya dulu guru sejarah cerita itu. Ditunggu yaah.

  3. Kapan Satrio Paningit duplikat Bung Karno akan muncul untuk bangsa Indonesia ? Di mana Satrio itu akan menjeloskan orang2 pejabat yg korup ke dalam deruji besi ? Oh, Indonesiaku yg di bilang kaya akan alamnya tp berjuta juta orang miskin tetap di sandang bangsa Indonesia

  4. subhanallah,,,ada mahkluk tuhan seperti BK dengan berbagai pengetahuan,,

  5. OH…… YA?GAK TAHU TUH???

  6. Bapak Soekarno dengan kesadaranya telah melihat pada dirinya apa yg harus pertama kali dilakukan sebagai manusia yang beriman. manusia dengan ke islamannya mengetahui perintah pertama yang Tuhan berikan kepada manusia pada sebuah gua hiro adalah membaca, “Bacalah (iqro), bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu”. dengan keyakinan penuh jika anda adalah islam maka mulai lah membaca disetiap langkah hidupmu.. karena disetiap buku pasti ada ilmu dan ilmu kita dapati dengan membaca, karena tidak ada ilmu yang kita dapati dengan memakan atau meminum. jika melihat masa hidup bapak Soekarno jika dibandingkan dengan masa hidup kita tentu buku lebih banyak dan lebih mudah didapati.. pada hari ini sudah berapa ilmu kah yg kita dapat dari membaca..?

  7. sy,bangga jd anak bangsa indonesia yg mempunyai pemimpin yg jenius yg tdk dimiliki negara lain di dunia iya adalah presiden.IR.H.SUEKARNO

  8. […] “Presiden dengan 26 Gelar Doktor HC”. rosodaras.wordpress.com […]

  9. wah saya baru nemu nih gelar Doktor Hc yang bpk Soekarno punya sebanyak itu, soalnya saya baca dibuku yang menuliskan biografi beliau bahkan buku otobiografi yang ditulis cindy Adams dengan judul menyambung lidah rakyat tidak disebutkan, kalau boleh mas saya minta referensi lebih banyak tentang Ir. Soekarno karena saya sedang menyelesaikan tesis saya berkenaan dengan pemikiran beliau dalam nuansa Islam Indonesia. terimakash atas informasinya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: