Bung Karno dan Agama-agama Dunia

rumah-pengasingan-sukarno

Penjara dan pembuangan, adalah hari-hari kosong dan terkekang. Penjara dan pembuangan adalah hilangnya kemerdekaan. Penjara dan pembuangan, adalah saat-saat tebaik untuk dekat kepada Sang Pencipta. Itu pula yang dilakukan Bung Karno, baik semasa dijebloskan penjara Sukamiskin, maupun selama dalam pembuangan di Eende (1932-1938) dan Bengkulu (1938 – 1942).

Ada satu fase di Ende yang ia gunakan untuk memperdalam pengetahuannya tentang agama-agama di dunia. Mengapa Bung Karno melakukan itu? Bukankah dia seorang muslim?

Sukarno sejatinya lahir dari suasana sinkretisme agama. Dari ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, ia mengenal ajaran Hindu Bali. Dari bapaknya, Raden Sukemo Sosrodihardjo ia mempelajari Primbon Jawa pra-Islam serta sedikit pengetahuan teosofi. Sukarno sebagai muslim, sedikit terasah saat ia digembleng H.O.S. Cokroaminoto di Surabaya.

Kembali ke ketertarikan Sukarno pada agama-agama dunia. Sebuah ketertarikan yang pada akhirnya benar-benar menopang kedudukannya sebagai seorang Presiden dari sebuah negara besar yang plural. Di Ende Sukarno menjalin kontak yang intens dengan para pater sehingga ia memperoleh pengertian mendalam tentang Katolik Roma. Di Ende pula ia intens menjalin kontak dengan seorang guru Kristen, Georgette Manafe, yang memberinya pemahaman mendalam tentang ajaran Protestan.

Penulis biografi politik Sukarno, Lambert Giebels memberi penekanan, bahwa di antara agama-agama dunia tadi, Sukarno paling banyak mempersembahkan energinya untuk mendalami agama Islam. Caranya, menjalin korespondensi intensif engan ulama bernama A. Hasan. “Guru” Bung Karno di bidang Islam ini dikenalnya di Bandung. Hasan adalah seorang India dari Madras yang dalam tahun 1924 pindah ke Bandung, kemudian memimpin Persatuan Islam (Perkumpulan Islam) atau disingkat Persis yang reformis.

Korespondensi antara Sukarno dan Hasan dimulai 1 Desember 1934. Surat pertama Sukarno adalah permintaan dia untuk dikirimi buku-buku pelajaran tentang Islam. Salah satu kalimat Sukarno yang dikutip Giebels adalah, “Tidak ada agama yang lebih mendukung kesamaan manusia daripada Islam.”

Alquran bagi Sukarno adalah final. Ia membaca, meresapi, dan mengamalkan dengan ketaatan penuh. Di sisi lain, ia juga menenggelamkan diri dalam lautan hadits. Dari diskusi korespondensi dengan gurunya itulah diketahui, Sukarno pun sangat kritis terhadap kebekuan dalam Islam.

“Adalah keyakinan saya yang terdalam (….) bahwa dunia Islam terbelakang karena banyak orang terlalu memperhatikan hadits-hadits yang tidak berisi dan palsu. Dengan demikian agama Islam diselubungi oleh kabut konservatisme, tahayul, fitnah, antirasionalisme, dsb. Padahal, tidak ada agama yang lebih rasional dan sederhana daripada Islam.”

Begitu ungkapan Sukarno dalam suratnya kepada Hasan. Kritik Sukarno juga berlaku untuk pelaksanaan fiqih. “Islam telah ketinggalan seribu tahun,” tulis Sukarno kepada gurunya di Bandung.

Begitulah pergulatan Bung Karno dengan agama-agama dunia, serta pendalamannya terhadap agama yang ia anut, Islam. Di Ende pula Sukarno menjadi seorang muslim yang aktif menjalankan syariat Islam. Di sisi lain, ia menjadi manusia dengan toleransi keagamaan yang tinggi.

Giebels mengutip pula salah satu kalimat dalam surat Sukarno kepada pater Van der Heijden. Katanya, “Seorang Hindu Sanyasin berkata bahwa pengikut-pengikut Krisus, Budha maupun Muhammad adalah ombak-ombak di samudera luas. Samudera luas itulah Aku.” (roso daras)

Iklan
Published in: on 22 Juli 2009 at 01:59  Comments (11)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/07/22/bung-karno-dan-agama-agama-dunia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

11 KomentarTinggalkan komentar

  1. saya penasaran, pandangan Bung Karno akan Yahudi dan Israel gimana ya?

  2. Itulah Bung Karno, menurutnya semua agama tujuannya sama cuma beda bahasa, semua sungai tujuannya ke laut namun jalan & tempatnya beda, BK mengatakan samudra luas itu Aku, jadi BK tdk terlalu fanatik ama agama lain, karena Allah memberi rahmat sama umatnya apa yang di kehendakiNya

  3. Ini bacaan dari tulisan2 yang bermutu dan sangat aku cari2. Pikir saya jarang ada pujangga/penulis lama yang bisa ditampilkan atau sempat ditampilkan. Jaman Ordebaru mungkin tidak akan tampil.

  4. Pak, salam kenal. Kalau boleh tahu sumbernya darimana tulisannya ya?

    • Salam kenal kembali Ade Suerani…. Sumber tulisan adalah buku “Soekarno, Biografi Politik 1901 – 1950” karya Lambert Giebels halaman 203 – 204. Saya singgung sekilas dalam tulisan di atas, bukan?

  5. bung karno, memang makin dipahami makin saya jadikan panutan.

  6. Belajar menjadi pribadi yang toleran kayak bung karno ahk…

  7. i dont understand lol
    http://www.moq3ay.com/

  8. Salah seorang anak perempuan Georgette Manafe yang bernama Rosina Abina dan juga seorang cucu perempuannya yang bernama Georgette Paulina, adalah pendeta di sebuah gereja beraliran pentakosta di Pekalongan, Jawa-Tengah. Sejarah GPdI Pekalongan bisa dilihat dalam Pages GPdI Pekalongan di Facebook.

  9. baru tahu kalo bungkarno itu plularisme…

    aku baca postingan sebelumnya kalo bung karno itu haji akbar.. eee ternyata cuma namanya doang haji akbar.

    haji kok g ngerti syariat ya :mrgreen:

    • Maaf dNoxs, sebagai orang muslim tidak boleh fanatik jikalau raden sudah menjalankan syariat itu adalah demi kebaikan dNox sendiri, jadi jangan paksakan sesuatu yang belum tentu banyak orang mengerti, klu aden dNox seperti ini berarti dNox belum memahami dimana aden dNox memijakkan kaki ! bangsa ini majemuk den, klu gak Bapak buat demikian semua anak anak pada berantem nanti, naah sekarang bukti !. Wassallam Wr. Wb : Ustad Karim Muallafih – Jabar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: