Bung Karno dan Revolusi Kuba

Sukarno Di Kuba

Jangan mengharap cerita sejarah revolusi Kuba, demi membaca judul di atas. Sama sekali bukan. Sebut saja ini adalah side story dari jalannya revolusi Kuba, yang kebetulan menampakkan sisi unik, cenderung menggelikan. Cerita ini dipetik tahun 1960, belum lama setelah Fidel Castro dibantu Che Guevara menumbangkan rezim Batista, dalam kisah heroik yang kesohor.

Waktu itu, suasana ibukota Havana masih belum pulih dari suasana revolusi. Banyak bangunan rusak akibat perang saudara antara rezim yang berkuasa dengan para gerilyawan pimpinan Osvaldo Dorticos, Fidel Castro, Che Guevara, dll. Dalam keadaan seperti itu, Bung Karno diundang ke sana oleh Fidel Castro yang waktu itu masih menjabat Perdana Menteri, sedang Presidennya Osvaldo Dorticos.

Suatu ketika, Bung Karno dan rombongan dibawa dalam iring-iringan mobil yang meluncur di jalan-jalan raya kota Havana yang mulus. Tiga sepeda motor membuka jalan sebagai kawal depan konvoi, atau yang kita kenal dengan istilah vooridjer.

Tiba-tiba pimpinan kawal depan memberi tanda agar konvoi berhenti. Maka berhentilah semua iring-iringan kendaraan, yang antara lain membawa Presiden Republik Indonesia, Ir. Sukarno dan rombongan. Dalam suasana pasca revolusi, kejadian itu tentu saja menjadi menegangkan. Ada apa di depan sana? Mengapa rombongan VVVIP harus berhenti mendadak di tengah jalan? Sungguh tidak lazim!

Pemimpin kawal depan sigap memutar sepeda motornya dan mendekat ke mobil yang dinaiki Bung Karno. Ia berhenti di samping pengemudi, berkata-kata dalam bahasa Spanyol sambil tangannya digerak-gerakkan, entah apa maksudnya. Yang pasti, sejurus kemudian, pengemudi mobil yang dinaiki Bung Karno mengeluarkan sebuah korek api dari kantong bajunya dan menyerahkan kepada pemimpin konvoi yang tampak sudah menyelipkan sebuah cerutu di bibirnya… ternyata, ia hanya mau pinjam korek api dari temannya.

Setelah menerima korek api, dinyalakanlah cerutu di mulutnya. Sedetik-dua, korek api kemudian dikembalikan kepada pengemudi mobil. Setelah korek berpindah tangan, tangan kanannya langsung memberi hormat kepada Bung Karno, dan tancap gas meluncur ke depan lagi, sambil –seperti cowboy– memberi tanda agar konvoi bergerak maju, melanjutkan perjalanan. Dengan gagahnya, ia meneruskan tugas pemimpin konvoi sambil mengisap cerutu Kuba dengan nikmatnya.

Melihat kejadian tadi, Bung Karno tertawa terbahak-bahak…. Rupanya ia cukup mengerti tentang kejadian yang baru saja terjadi, bahwa Kuba masih dalam euforia revolusi. (roso daras)

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/07/03/bung-karno-dan-revolusi-kuba/trackback/

RSS feed for comments on this post.

7 KomentarTinggalkan komentar

  1. dari Sewindu Dekat Bung Karno jg kan? hehehe ..

    • Correct! Dan masih banyak cerita lain yang saya kutip dari bukunya Bambang Widjanarko. Tentang Keris, tentang Burung Nuri Raja, tentang Carlos, dll.

      • hahaha, saya juga penggemar dari buku itu mas .. soalnya jarang ada buku yang membahas Bung Karno dari sisi santai seperti itu .. biasanya kan cuma dari sudut politik ..

  2. Bung karno sosok yang patut di kagumi dari sisi mana pun…Saya akan tetap selalu menghormati walau banyak orang2 yang mencemooh Bung Karno.

  3. Cerita yang menari dari sisi lain revolusi Kuba kalo dipikir pikir lucu juga sih konvoi berhenti ternyata hanya karena pimpinan konvoi mau merokok hehehe

  4. kuba sedang suasana revolusi makanya gaya pemimpin konvoinya kyk ‘jagoan’..ck..ck..mang hebat tu org kuba. kebayang ga kalo ada tamu negara dateng ke sini, trus pemimpin konvoi berentiin cuma mo ngerokokk waaahh bs ‘abis’ dia..(euppp..sori ngelantur..)

  5. Waktu itu Indonesia sangat terkenal di negara Kuba, dengan sistem gerilya pejuang Indonesia untuk meraih kemerdekaan 1945.Fidel Castro dan pejuang lainnya sangat mengagumi Soekarno sebagai pemimpin bangsa dan pejuang kemerdekaan.Saking senangnya dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno,pengawal/ vooredjer samapi turun hanya ingin menunjukkan bahwa cerutu Havana itu sangat terkenal di dunia…,hanya ingin merokok di depan presiden Indonesia Soekarno. Ada-ada saja….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: