Amerika, “Go To Hell With Your Aid”

Go to Hell with Your Aid

Puncak kekesalan Bung Karno kepada Amerika Serikat, diteriakkan dalam kalimat yang sangat terkenal hingga hari ini, “Amerika… go to hell with your aid“. Kalimat yang diucapkan dengan menggelegar karena meregang amarah, tentu saja mengagetkan banyak pihak. Bukan saja karena Amerika adalah negeri super power dan Indonesia adalah negeri yang baru merdeka, lebih dari itu, pada hakikatnya, sebagai negara baru, Indonesia sejatinya masih membutuhkan bantuan negara lain.

Karenanya, dalam biografi yang dituturkan melalui Cindy Adams, ia memerlukan sedikitnya empat paragraf untuk menjelaskan sikap kerasnya kepada Amerika Serikat. Pertama-tama ia jelaskan arti kata “bantuan”. Ia ingatkan sekali lagi, yang dimaksud bantuan adalah bukan cuma-cuma, bukan hadiah dari seorang paman yang kaya raya kepada keponakanya yang melarat. “Bantuan” itu adalah suatu pinjaman dan harus dibayar kembali.

Sementara Amerika mengira seolah-olah Indonesia adalah ibarat orang melarat, kemudian mereka berkata, “Ambillah… ambillah saudara kami yang malang dan melarat… ambillah uang ini.” Sungguh suatu anggapan yang tidak betul. “Anggapan yang munafik!” pekik Bung Karno. Bantuan mereka, pada hakikatnya adalah utang yang harus dibayar kembali berikut segala bunganya.

Amerika menaruh perhatian kepada negara terbelakang seperti Indonesia ketika itu, karena dua alasan. Pertama, karena Indonesia merupakan pasar yang baik untuk barang-barang mereka. Kedua, mereka takut Indonesia menjadi komunis.

Manakala negara yang dibantu tidak “berkelakuan baik” sesuai kehendak mereka, dengan semena-mena lantas mengancam, “Kami tidak akan berikan lagi, kecuali jika engkau berkelakuan baik!” Tentang ini, sikap Presiden Filipina Manuel Quezon sama dengan Bung Karno. Quezon pernah mengatakan, “Lebih baik pergi ke neraka tanpa Amerika, daripada pergi ke surga bersama-sama dengan dia.”

Bung Karno menegaskan, Amerika Serikat tidak memberikan hadiah cuma-cuma kepada Indonesia. Sementara, Indonesia yang ingin berdiri di atas kaki sendiri, sejatinya tidak menginginkan bantuan cuma-cuma. Bahkan, Indonesia sangat berterima kasih atas semua bantuan yang telah Amerika ulurkan kepada bangsa Indonesia. “Kami sama sekali tidak meminta Amerika supaya memberi uang secara cuma-cuma. Kami sudah mengemis-ngemis selama hidup, dan kami takkan melakukannya lagi. Ada pertolongan lain yang dapat mereka berikan, yakni persahabatan.”

Dan, manakala para senator berpidato di muka umum tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia. Pemerintah Amerika mengumumkan di koran-koran di seluruh dunia tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia… ketika itu pula Bung Karno merasa Amerika Serikat bukanlah sahabat. Mereka tidak saja menampar muka Sukarno di muka umum, tetapi juga merendahkan Indonesia sebagai bangsa.

Karenanya, Bung Karno menyesalkan, “(Jika ingin mencabut bantuan) Mengapa tidak mencabutnya diam-diam? Mengapa harus berteriak-teriak mengumumkan kepada dunia? Janganlah perlakukan Sukarno di muka umum, seperti seorang anak yang tak berguna dengan menolak memberinya gula-gula lagi, sampai dia menjadi anak yang manis. Oleh karena sikap yang begitu itu, maka Sukarno tidak punya pilihan lain kecuali mengatakan, ‘Persetan dengan bantuanmu!'” (roso daras)

Iklan
Published in: on 1 Juli 2009 at 02:55  Comments (19)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/07/01/amerika-go-to-hell-with-your-aid/trackback/

RSS feed for comments on this post.

19 KomentarTinggalkan komentar

  1. Setelah era soekarno bantuan dari amerika pun diambil oleh negara kita, namun sayangnya bangsa kita ini belum memiliki mental yang cukup untuk dapat mengelola keuangan sehingga berapapun uang pinjaman yang masuk ke negara kita ini selalu saja hilang tak berbekas dan rakyatlah yang paling menanggung akibatnya.

  2. ada yang punya mp3 pidato bung karno?

  3. suharto emang sialan!
    hahahha maaf lgs menyambung yg tdktdk

    • oo tenang tenang. nyambung banget koq

  4. Ironis nya sekarang Ada pemimpin Negeri ini yang mengatakan: I love the United State, with all its faults. I consider it my second country, dan saya menangis ketika dia memenangi Pemilu.

  5. Kapan yach kita punya pemimpin lagi seperti Sukarno …??? derajat negara kita benar2 di perhitungkan…

  6. mungkin suatu hari nanti, negara yang dianggap melarat ini akan mengaung hingga amerika segan dan takut pada kita. Dan semua negara akan memperhitungkan negara kecil disudut benua yang disebut INDONESIA

  7. soekarno punya visi berdikari karena dia tahu kalo kita membangun dengan hutang kecil kemungkinan kita bisa lepas dari ketergantungan selamanya.

    setelah soeharto semua bantuan asing masuk, pembangungan berjalan dari hutang, akhirnya rezim dia mewariskan kita hutang,,,

  8. inilah komentar terbaik yg pernah saya dengar dari seorang soekarno. Dan memang terbukti benar, dunia pun sudah tau bahwa amerika itu adalah biang dari segala kekacauan. Dimana ada peperangan, disitu ada amerika.

  9. go to hell with your aid….!!!!!

  10. Sialnya, banyak org Indonesia yg merasa jaman Suharto paling nyaman, ekonomi stabil…. bagaimana tidak, wong hasil NGUTANG gede2an !!…. siapa nanti yg bayar ???? ya anak-cucu kita sampe 7 turunan. Ya Tuhan, karuniakanlah lagi kepada bangsa Indonesia seorang Sukarno baru

  11. Total uang pinjaman Indonesia dari IMF dan BAnk Dunia tahun 1970 sd tahun 2002 adalah $232 billion dari jumlah itu sekitar $35 bn yang dicuri Suharto. Kalau utang LN Inddonesia saat ini dibagi kepada setiap 238 juta penduduk Indonesia makan setiap warga RI berutang sektiar Rp 8.000.000. Sejak didirikannya IMR dan Bank Dunia tahun 1944, Amerika dan Inggris sudah berencana untuk menjajah negar2 yg akan merdeka setelah PD II melalui jalur ekonomi dengan menganur pasar bebas seturut teori Adam Smitt dan ini yg terjadi smapi sekarang. Caranya dengan menjerang negara miskin dengan hutang. Utang alat ampuh untuk menguasai dan menjajah. Sangat halus tapi kejam. Dan Sukarno tahu itu dan itu yg ia sebut sebagai neokolonialisme dan berani menolaknya. Tapi begitu Suharto rebut kekusaan dari Sukarno, ia menyerahkan Indonesia untuk dijajah secara ekonomi hingga hari ini. Selama sukarno hampir tak ada korporasi asing di Indonesia. Tapi setahun Sukarno dipaksa turun, Indonesia untuk pertama kali membuka rahimnya untuk dicabik bangsa asing dengan menyerahkan Freeport di tanah Papua dan sejak itu mengalirlah corporasi asing di seluruh Indonesia untuk mengeksploitasi keakyaan alam dari sabang sampai Merekok. Kita hanya terima pajak dan royalti yg begitu sedikit. Amerika, Inggris, Jerman gali sendiri emas etc dan ktia sulit tahu kalau mereka gali lebih atau kurang. Menurut hasil riset J Pilger, tahun 1967 setahun Sukarno tak berkuasa, Amerika, Inggris dan pelbagai perusahaan international berkumpul dengan anak buah Suharto untuk merancang kambali ekonomi Indonesia secara baru. Kekayaan Indonesia dibagi-bagi di antara bangsa-bangsa sejak itu. Ngeri kejahatan dunia. Tak percaya nonton Youtube ini. http://www.youtube.com/watch?v=X7Fbmy3V0hs atau ketik ini di address youtube: THE NEW RULES OF THE WORLD (KONSPIRASI DI INDONESIA) 3 / 7. Selamat menyaksikan kejaman masa lalu yang kita tetap pikul akibatnya hingga ini yaitu NEOCOLONIALISME, kita dijajah terus melalui jalur ekonomi. Bangsa Indonesia, sadarlah dan mari kita lawan penjajahan ini.

  12. MAAF, POSTING SEBELUMNYA BANYAK SALAH KETIK!!
    Total uang pinjaman Indonesia dari IMF dan BAnk Dunia tahun 1970 sd tahun 2002 adalah $232 billion dan dari jumlah itu sekitar $35 bn yang dicuri Suharto. Kalau utang LN Inddonesia saat ini dibagi kepada setiap 238 juta penduduk Indonesia maka setiap warga RI berutang sektiar Rp 8.000.000. Sebelum seorang bayi Indonesia lahir, utang Rp 8 juta sudah menantinya. Sejak didirikannya IMF dan Bank Dunia tahun 1944, Amerika dan Inggris sudah berencana untuk menjajah negar2 yg akan merdeka setelah PD II melalui jalur ekonomi dengan menganut pasar bebas seturut teori Adam Smitt dan ini yg terjadi sampai sekarang. Caranya dengan menjerat negara miskin dengan hutang. Utang adalah alat ampuh untuk menguasai dan menjajah. Ia sangat halus tapi kejam. Dan Sukarno tahu itu dan itu yg ia sebut sebagai neokolonialisme dan berani menolaknya. Tapi begitu Suharto rebut kekusaan dari Sukarno, ia menyerahkan Indonesia untuk dijajah secara ekonomis hingga hari ini. Selama sukarno memerintah hampir tak ada korporasi asing yang rambah kekayaan Indonesia. Tapi setahun Sukarno dipaksa turun, Indonesia untuk pertama kali membuka rahimnya untuk dicabik bangsa asing dengan menyerahkan Freeport di tanah Papua dan sejak itu mengalirlah corporasi asing di seluruh Indonesia untuk mengeksploitasi keakyaan alam dari sabang sampai Maroke. Kita hanya terima pajak dan royalti yg begitu sedikit. Amerika, Inggris, Jerman gali sendiri emas etc dan ktia sulit tahu kalau mereka gali lebih atau kurang. Menurut hasil riset J Pilger, tahun 1967 setahun Sukarno digulingkan dari kekuasaan, Amerika, Inggris dan pelbagai perusahaan international berkumpul dengan anak buah Suharto berkumpul di New York untuk merancang ekonomi Indonesia secara baru. Kekayaan Indonesia dibagi-bagi di antara bangsa-bangsa sejak itu. Ngeri kejahatan dunia Barat ini. Kalau tak percaya, nonton Youtube ini. http://www.youtube.com/watch?v=X7Fbmy3V0hs atau ketik ini di address youtube: THE NEW RULES OF THE WORLD (KONSPIRASI DI INDONESIA) 3 / 7. Selamat menyaksikan kekejaman masa lalu yang kita tetap pikul akibatnya hingga hari ini yaitu NEOCOLONIALISME, kita dijajah terus melalui jalur ekonomi. Bangsa Indonesia, sadarlah dan mari kita lawan penjajahan ini.

  13. Eropa dan Amerika Serika saat ini sedang krisis ekonomi. Kalau dilihat secara global struktur neocapitalisme yang dipimpin G7, maka “negara2” ini khususnya USA sulit untuk kekurangan duit sampai 7 turunan (baca: sampai jangka panjang ke depan ini). Mereka bisa hidup dari interest of the World Bank saja karena Wor Bank ini punya mereka. Ketua World Bank harus selalu orang mereka. Ia dipilih langsung oleh President USA. Uang yg mereka pinjamkan kepada negara2 miskin sejak tahun 1960-an sampai sekarang sangat banyak (yg seringkali disalahgunakan, dihabur2kan, dikorupsi oleh pemerintahan negara miskin, diktator yang baru belajar demokrasi seperti Suharto, dan baru belajar bernegera setelah diperbudadak/di-humiliated selama 500 tahun (dari tahun 1500 sd 1945), dan sekarang Amerika Serikat bersama kelompk negera industri G7 lainnya tinggal tadah pakai “mangkok” terima interest dari negara2 miskin di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Kalau utang dan bunga terlambat bayar, bunga di atas bunga jalan terus, dan G7 ikut mengatur economi mereka melalui SAPs (Structural Adjustment Programs) dari World dan IMF, atau minta ekploitasi sendiri kekayaan alam mereka (minyak, emas, mangan etc) seperti Freeport. Belum lagi World Bank dari G7 ini pijamkan uang kepada ribuan corporasi mereka yang beroperasi untuk ekploitasi habis-habisa sumber alam di negara-negara miskin dengan bunga sekitar 15%/tahun. G7 tinggal terima bunga setiap tahun dan suatu ketika dengan modal pokok. WBank ada empat arms: 1) IBRD (International Bank for Reconstruction and Development). Tugasnya: siap meminjamkan uang kepada pemerintahan negara manapun dengan bunga pinjaman mengikuti bunga pasar umum. 2) IDA (International Development Association). Tugasnya: siap meminjamkan uang dengan jangka waktu agak panjang kepada pemerintahan negara miskin tapi dengan bungan sedikit lebih rendah dari bunga pinjam di pasar pada umumnya. 3 dan 4) IFC (International Finance Corporations) dan MiGA (Multilateral Guarantee Agency). Keduanya siap meminjamkan uang kepada corporasi-corporasi transnational untuk exploitasi kekayaan alam di seluruh dunia. Dari ratusan industri extrative yang didanai WBank di seluruh dunia saat ini, ada 45 industri extrative, yang sahamnya dipegang WBank, bermasalah karena langgar HAM orang miskin, rusak alam sebagai sumber hidup orang miskin di negara miskin, bunuh masa depan orang miskin di negara miskin dan 45 industri extrasi milik WBank ini sedang diprotest oleh penduduk setempat bersama international NGOs dan Freeport di West Papua menempati urutan pertama sebagai yang sangat bermasalah. Di Sierra Leon dan Ruanda (Afrika) yang selama ini selalu diberitakan perang suku itu, ternyata ada 4 industri extrative dari WBank di sana. Menurut laporan NGOs, orang-orang miskin di sana sengaja diadu domba, entah oleh siapa, untuk berkelahi satu melawan yang lain, sehingga hasilnya mereka selalu hiru-hara, lari ke luar tinggal kampung mereka yang ternyata merupakan area potensi kekayaan alam. Wuah, kekejamannya unbelieable!
    Setiap tahun G7 beri foreign aid (antara lain via WBank) kepada negara2 miskin. Orang-orang kampung di Afrika, di Flores, di Timor, Sumba etc selalu lompat-lompak senang kalau mendengar berita tentang bantuan Bank Dunia atau foreign. Seolah-olah Bank Dunia/negara industri G7 sangat dermawan! Keliru besar! Satu NOL besar!! Karena menurut logika bisness dari pebisnis di bawah kolong langit ini, seorang pebisnis atau dalam hal ini pebisnis pemerintah G7 tidak akan pernah beri bantuan cuma2 kepada orang miskin sebelum mereka dapat keuntungan berlimpah-limpah dari orang-orang miskin di Afrika, Asia dan Amrka Latin. Kenyataannya: selisih total duit foreign aid dari G7 yang diberikan bagi negara berkembang/miskin di seluruh dunia di satu pihak dan total pengembalian bunga uang pinjaman dari Wbank, keuntungan kekayaaan alam yang diexploitasi oleh corporasi milik G7, menurut laporan NGOs itu sekitar 1:10 (informasi lebih lanjut lihat Roger Moody, The Risk We Run:Mining, Communities and Political Risk Insurance, 2005). Jadi negara G7 dapat keuntungan 10 kali liphat dulu dari negara2 miskin di Asia, Afrika dan Amerika Latin dan baru mereka kembali 1 porsi dari keuntungan itu kepada poor developing countries. Atas atas dasar ini, Eric Toussain said:”Who is helping whom?”. Jawabannya amat jelas (bdk. Erric Toussaint, Your Money or Your Life: The Tyranny of the Global Finance, 2005 atau The World Bank: A Never Ending Coup d’Etat 2007 atau Bank of the South: An Alternative to IMF-World Bank, 2007).
    Untuk NTT yang sedang membangun Pabrik Mangan di Kupang dan pemda2 lainnya di Indonesia yang keranjingan mengundang corporasi asing untuk berbisinis gali kekayaan alam di Indonesia, kalian tanpa sadar mengundang penjajah. Untuk itu, selamat menyerahkan diri ke dalam pelukan DRACULA NEOKAPITALISME yang dipimpin G7.
    .

  14. Harusnya kita sebaga bangsa Indonesia harus bangga akan bangsa sendiri dan percaya bisa berdiri sendiri. Bukan bangsa yang membutuhkan bangsa hancur yang mengaku beradab. Amerika itu adalah negara yang hancur karena melupakan sejarahnya, mereka melupakan amanat mantan presidennya, dan mereka lupa asal mereka. AS adalah negara yang merampas kemerdekaan sebuah bangsa yaitu bangsa Indian, dan itu tidak sesuai dengan dasar negara kita. Seharusnya dia jadi musuh atau apalah, bukan jadi majikan kita.

  15. sokarno “go to hell with ur aid”
    suharto ” kita macan asia”
    SBY “maafkan kami amerika, sangat disayangkan, sangat mengecewakan dan maafkan kami”

  16. IRONIS !!
    INDONESIA telah di jual oleh soeharto dan kroni2nya !!

  17. My partner and I stumbled over here from a different web
    page and thought I should check things out. I like what I see so now i’m following you.
    Look forward to looking into your web page again.

  18. You ought to take part in a contest for one of the highest quality websites
    on the internet. I’m going to recommend this web
    site!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: