Aristides Katoppo tentang Bung Karno

tides-bk

Rabu 13 Mei 2009 pukul 08.30, saya memacu kendaraan menuju kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, persisnya ke kediaman senior Aristides Katoppo. Benar. Hari itu, saya mendapat kesempatan menginterview dia. Sebelum sampai tujuan, handphone ber-beep once, muncul nama “Aristides Katoppo”. Sejenak sebelum memencet OK di keypad HP, meluncur doa kilat, “Semoga dia tidak membatalkan janji temu pagi ini.”

Doa terkabul, “Roso… sedang on the way? Kira-kira berapa lama lagi sampai?” Setelah saya jelaskan posisi saya dan perkiraan waktu tiba di kediamannya, dia menyahut, “OK, kalau begitu saya masih ada waktu untuk jalan kaki,” ujarnya. Yang dia maksud, jogging. Alhasil, diseling break makan siang, interview berlanjut… tak terasa hampir empat jam!

80tahunbungkarno_7344Dari penuturan Tides yang, saya tertarik membaginya untuk blog, tentu saja yang ada kaitannya dengan Bung Karno. Terlebih, yang ia tuturkan memang cerita menarik dan meluncur dari seorang Aristides Katoppo yang pada tahun 1994 pernah meluncurkan biografi Sukarno berjudul, “80 Tahun Bung Karno” (Pustaka Sinar Harapan).

Dalam perjalanan karier jurnalistiknya, ia sering bersinggungan langsung dengan Bung Karno. Tentu saja, ia tidak pernah melupakan “perkenalan pertamanya” dengan Bung Karno. Dalam suatu kesempatan, seperti biasa, Bung Karno biasa mengunjungi press room dan “ngobrol” dengan para wartawan istana. Sebagai “wajah baru”, Bung Karno sempat bertanya, “Siapa ini?” Ketika teman Tides menyebut nama dan memperkenalkannya, Bung Karno mengangguk-anggukkan kepala.

Sejurus kemudian, Bung Karno langsung mengomentari salah satu artikel terbaru Tides di Sinar Harapan. “Bagian ini bagus, referensimu tepat. Tapi di bagian yang itu…. kau mestinya membaca buku ini…. ” ujar Tides menirukan komentar Bung Karno atas tulisannya. “Bung Karno memiliki literatur yang luar biasa lengkap. Sekalipun begitu, dia tidak akan segan untuk menanyakan referensi yang belum dia ketahui,” tambah Tides. Tides tentu saja sangat terkesan, tulisannya mendapat apresiasi Paduka Yang Mulia Presiden Sukarno.

Kesan lain yang ia tangkap adalah ketika tulisannya tentang kelaparan di Lombok menjadi bahasan di Sidang Kabinet. Alkisah, pada sesi laporan kepala Bulog tentang stok pangan dan laporan yang terkesan baik-baik saja mengenai kecukupan pangan di Tanah Air, Bung Karno kontan memotong dan menyebut berita kelaparan hebat di Lombok tulisan Aristides Katoppo.

“Bung Karno orangnya sangat peduli dan mau mendengar. Kalau dia ingin menyerap informasi dari para wartawan, tidak segan-segan dia menyelinap ke ruang wartawan, dan mengajak ngobrol dan makan bersama di lorong Istana. Saat ajudan melihat, tentu saja segera menghampiri dan mempersilakan Bung Karno makan siang di ruang makan, Bung Karno menolak, dan menyuruh ajudan agar mempersilakan para menteri makan di ruang makan. Sementara Bung Karno memilih makan bersama para wartawan, dan mengambil langsung dari dapur. Di saat itulah, ia mendengarkan dengan tekun masukan-masukan para wartawan tentang berbagai hal.” (roso daras)

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/05/13/aristides-katoppo-tentang-bung-karno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Itu yang dinamakan Pemimpin Bangsa, Pemimpin Revolusi, ikut juga merasakan penderitaan rakyat kecil, kapan kita bisa bertemu orang besar seperti Bung Karno,kapan negeri ini di pimpin orang-orang seperti Bung Karno, semua rakyat merindukan Pemimpin Besar

  2. Kapan ya Indonesia punya Presiden yang kaya Bung Karno lagi, yang mau makan bareng ama rakyatnya, yang mau denger langsung keluhan rakyatnya, ga cuman (so’) dengerin rakyat pas kampanye doang…

  3. suka

  4. Bung Karno adalah Presiden RI yang paling tampan?
    BENAR bukan?
    terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: