Biografi Politik Sukarno

biografi-politikJohn D. Legge adalah seorang biograf asal Australia. Dia termasuk satu di antara sekian banyak penulis asing yang mencermati Sukarno. Alhasil, ketika itu menyusun buku Biografi Politik Sukarno pada tahun 1972, masyarakat serta merta menerimanya, bahkan mengapresiasinya.

Buku yang terbit dengan judul asli: SUKARNO, A Political Biography ini, telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan. Tercatat, cetakan pertama tahun 1985. Tahun yang sama, dicetak ulang. Kemudian pada tahun 1996 dicetak untuk ketiga kalinya, dan terakhir tahun 2001.

Dibandingkan biografi yang ditulis Lambert Giebels maupun Cindy Adams, maka tulisan Legge ini terbilang kering. Beruntung, ini adalah biografi politik. Karenanya, pembaca sudah diwadahi dalam satu bingkai pemahaman, untuk tidak berharap banyak dapat menguak sisi-sisi humanisme seorang Sukarno.

Sebaliknya, Legge yang seorang pengajar di Monash University itu, cukup piawai menempatkan sosok Sukarno dalam sejarah nasionalisme Indonesia. Persoalannya adalah, karya Legge ini muncul jauh setelah karya biograf Jerman, Bernard Dahm (1964). Jadi tidak terlalu mengherankan, jika Legge juga menempatkan karya Dahm sebagai acuan dalam menulis biografi politik Sukarno.

Sampai tahap itu, sejatinya karya Legge tidak terlalu istimewa. Tapi tentu saja tidak akan menjadi buku yang terbilang laris-manis seandainya tidak ada “sesuatu” di dalamnya. Nah, mencari “sesuatu” itulah yang tidak mudah. Sebab, sekalipun buku biografi politik, Legge tak bisa tidak, tetap saja menyajikan sisi-sisi humanisme seorang Sukarno, sejak kecil hingga besar. Sekalipun, bagian ini tidak akan semenarik penuturan Bung Karno sendiri lewat Cindy Adams.

Apakah “sesuatu” yang bisa dipetik dari buku ini? Saya harus memagari pendapat ini sebagai pendapat pribadi. Sebab, bisa jadi, dan ini sangat mungkin, penilaian orang akan berbeda. “Sesuatu” yang bisa kita petik dari buku biografi politik Sukarno karya John Legge ini adalah tentang pekembangan pemikiran seorang Sukarno.

Legge berusaha memotret pemikiran seorang Sukarno, sejak zaman pergerakan hingga zaman kemerdekaan. Tetapi, apakah ini sebuah gagasan orisinal dari seorang Legge? Saya pribadi menganggapnya, tidak! Sejatinya, Bung Karno sendiri dalam buku Cindy Adams telah menjelaskan secara gamblang, ihwal berbagai tudingan dan hujatan terhadapnya. Termasuk sikapnya yang dinilai “menghamba” kepada Jepang, tidak seperti perlawanannya terhadap Belanda.

Sejatinya, karya Legge tak lebih dari sebuah tafsir. Tafsir atas berbagai sikap, pandangan, dan tindakan politik Sukarno, sejak era pendudukan hingga menjelang proklamasi kemerdekaan. Tafsir Legge menjadi “tampak” saheh barangkali karena kerja kerasnya bersama sebuah tim (umumnya akademisi) yang mengatasnamakan “riset”.

Bagi saya, tafsir tetaplah tafsir. Ia mencoba menggiring kita kepada sebuah pemahaman tertentu, syukur-syukur bisa membekaskan sebuah keyakinan. Tapi, bukankah Sukarno adalah sosok yang multi tafsir? (roso daras)

Iklan
Published in: on 18 Februari 2009 at 18:36  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/02/18/biografi-politik-sukarno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: