DBR dan Saya

dbr-jilid-i2Rasanya, hampir semua gagasan Bung Karno telah ia tuang di dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi. Dan ini adalah sekelumit dari dua buku tadi, yang kami bagi kepada Anda. Bagi yang belum membaca, saya harap menjadi penasaran dan mencari buku tersebut, sekalipun harus hunting di kampung-kampung atau masuk-keluar kios buku-buku loak di kota Anda. Bagi yang sudah punya dan sudah membacanya, saya harap menganggapnya sebagai refreshing….

Dua buku DBR (Jilid Pertama dan Jilid Kedua) saya dapat secara terpisah. Yang pertama milik paman, paklik… aku memanggilny Lik So… lengkapnya Sodali. Dia Sukarnois. Saking kagumnya terhadap BK, nyaris mengkultuskannya. Saya mencoba memahami, dengan latar belakang sejarah, pendidikan, serta aneka peristiwa yang ia alami pada zamannya. Maklumlah, pak lik-ku itu, sejak muda sudah merantau ke Jakarta, sehingga bayangan saya, dia pasti penikmat orasi Bung Karno yang setia.

Suatu hari, dia mengetahui kalau saya menulis buku tentang BK. Kemudian ia dengan tulus “mewariskan” buku DBR yang telah ia simpan puluhan tahun. Ketika saya terima, buku itu terbungkus semacam tas tapi terbuat dari kain. Wangi dupa dan ratus begitu menyengat. Sampai-sampai sempat kepikiran, “Jangan-jangan pak lik-ku menganggap buku ini seperti jimat dan menganggapnya keramat….” Ah… biar saja. Saya begitu senang menerima buku tadi.

Dalam kesempatan waktu luang, aku sempatkan membolak-balik halaman demi halaman dengan sangat hati-hati. Maklumlah, jenis kertas dan usia buku yang cukup tua (terbitan 1963), menjadikannya rentan robek. Sejauh itu, saya belum berniat membaca karya-karya BK dalam buku itu dengan serius. Saya hanya membaca Sekapur Sirih,  Sepatah Kata, dan judul-judul serta gambar-gambar dan foto-foto ilustrasi.

Sadarlah saya, bahwa buku itu adalah Jilid Pertama… berarti ada Jilid Kedua doong…. Mulailah saya menetapkan tekad untuk mendapatkannya. Maka, pada suatu Sabtu, tahun 2001, jamnya pukul terik siang hari, saya menuju kawasan Senen-Kwitang, tempat lapak-lapak buku loak.  Mataku jelalatan mencari buku DBR, tetapi mulut terkunci rapat. “Lebih menyenangkan menemukan buku itu, daripada bertanya dan dijawab, ‘maaf, tidak ada’, karena itu pula saya membisu setiap ditanya pedagang buku, ‘cari apa mas, buku apa pak…'”

Langkah kaki sampai kelapak nomor 10 (kira-kira), seorang pedagang buku lompat dari tempat duduknya, menyambar sebuah buku dan mencegat langkahku. Ia menunjukkan buku DBR Jilid Kedua!!! Subhanallah… Aku terbelalak, kaget bercampur senang. Mataku menatap si pedagang buku, dengan mulut yang masih kelu. Seperti bisa mengartikan bahasa mata, si pedagang tadi melontar kata, “Tujuh puluh lima ribu rupiah saja.” Lagi-lagi, mataku melebar, membelalak senang bercampur kaget.

Singkatnya, kedua buku tadi telah melengkapi pustaka pribadiku, khususnya di deretan buku-buku tentang BK. Kedua buku itu telah menjadi sumber inspirasiku. Inspirasi kreatif. Inspirasi nasionalis. Inspirasi hidup. (*)

Iklan
Published in: on 13 Februari 2009 at 11:11  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: https://rosodaras.wordpress.com/2009/02/13/dbr-dan-saya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Bung Roso Daras…. pengalaman saya membaca buku DBR ini tahun 1977 ketika klas 1 SMP….milik tetangga sebelah rumah yg bekas ketua PNI Kabupaten……. dibolehkan pinjam oleh beliau (kami memanggilnya oom Peno)…..berhari2 baca 3 jilid buku itu, sepulang sekolah sampai malam…..TERBAKAR SEMANGAT SAYA….MERDEKA !!!

  2. maaf, salah ketik… 2 jilid maksud saya…

  3. Alangkah turut berbahagianya sekiranya DBR tersebut dijadikan ebook dan dishare di blog ini. Ditunggu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: