Indonesia Bukan Negara Agama

Percayakah Anda, bahwa di sekitar kita, masih subur paham ekstrim yang menghendaki Indonesia menjadi negara Islam atau negara Komunis. Yang satu distigmakan sebagai “ekstrim kanan”, sedangkan satunya kita kenal dengan sebutan “ekstrim kiri”. Istilah ini populer di zaman rezim Orde Baru. Barang siapa yang diindikasikan sebagai “ekstrimis kanan” ataupun “ekstrimis kiri”, rezim dengan serta merta bisa mencokok mereka dan menjebloskannya ke penjara.

Sebaliknya, Bung Karno sendiri tidak pernah menyebut mereka para ekstrimis. Mungkin karena Bung Karno sendiri seorang yang revolusioner. Pemahaman dia tentang Marxis barangkali sama baiknya dengan pemahaman dia tentang Islam. Setidaknya Bung Karno adalah tokoh pejuang yang cerdas, yang dalam hidupnya telah belajar tentang semua ajaran kiri dan kanan.

Sikap Bung Karno cukup tegas, ia tidak mentolerir anak bangsa yang hendak mencoba-coba mendirikan negara Islam atau negara komunis di Bumi Pertiwi. Muso-Alimin dkk ditumpas saat hendak memproklamasikan negara komunis Soviet tahun 1948 di Madiun. Demikian pula Kartosoewirjo yang hendak mengibarkan bendera Negara Islam Indonesia (NII), pun diberangus. Anda tahu? Muso, Alimin, Kartosoewirjo adalah sahabat-sahabat Bung Karno saat sama-sama berguru di rumah HOS Cokroaminoto, Surabaya.

Sekalipun begitu, Bung Karno tidak berhenti memberi pemahaman kepada rakyat Indonesia, tentang pemisahan agama dan negara. Berikut antara lain kata-kata Bung Karno yang diucapkan saat memberi materi pada kursus Pancasila tahun 1958 di Jakarta:

“… Kita langsung terjun di dalam fase negara nasional ini. Maka oleh karena itu di dalam perdebatan saya dengan beberapa pihak, saya berkata: ‘Republik Indonesia bukan negara agama, tetapi adalah negara nasional, di dalam arti meliputi seluruh badannya natie Indonesia’.

Dan apa yang dinamakan natie? Sebagai tadi sudah saya katakan, ialah segerombolan manusia dengan jiwa le desire d’etre ensemble, dengan jiwa, sifat, corak yang sama, hidup di atas satu wilayah yang nyata-nyata satu unit atau satu kesatuan.

Maka, jikalau kita membantah anggapan, baik daripada pihak agama maupun dari pihak Marxis yang dangkal bahwa kita harus berdiri di atas kebangsaan dan mereka berkata tidak, pada hakikatnya ialah oleh karena ada salah paham tentang apa yang dinamakan kebangsaan. Pihak agama kadang-kadang tidak bisa mengadakan batas yang tegas antara ini adalah agama, ini adalah kenegaraan.

Negara tidak boleh tidak harus mempunyai wilayah, agama tidak. Adakah negara tanpa wilayah? Tidak ada! Negara harus mempunyai wilayah. Syarat mutlak daripada negara yaitu teritori yang terbatas. Dan agar supaya negara kuat, maka wilayah ini harus satu unit. Dan bangsa yang hidup di dalam satu unit itu akankah menjadi bangsa yang kuat, jikalau ia mempunyai rasa kebangsaan bukan bikin-bikinan, tetapi yang timbul daripada objectieve verhoudingen.

Agama tidak memerlukan teritorial, agama cuma mengenai manusia. Tapi lihat, orang yang beragama pun, aku beragama, engkau beragama, orang Kristen di Roma beragama, orang Kristen di negeri Belanda beragama, orang Inggris yang duduk di London beragama, pendeknya orang-orang beragama yang dalam agamanya tidak mengenal teritorial. Kalau ia memindahkan pikirannya kepada keperluan negara, ya tidak boleh tidak harus berdiri di atas teritorial, di atas wilayah. Tidak ada satu negara, meskipun negara itu dinamakan agama Islam, tanpa teritorial….:

“… Jadi, Saudara-saudara, saya ulangi, salah paham letaknya di situ. Tidak bisa membedakan antara apa yang diartikan dengan agama, apa yang diartikan dengan negara. Itulah sebabnya maka selalu hal ini menjadi persimpangsiuran di dalam pembicaraan-pembicaraan….”

Begitu antara lain Bung Karno mendidik rakyatnya yang senantiasa akan diombang-ambingkan akibat gempuran berbagai ideologi yang hendak dipaksakan untuk mengganti ideologi yang sudah ada. Hampir dapat dipastikan, upaya ke arah sana tidak akan pernah sirna sampai bumi ini hancur lebur. (roso daras)

Published in: on 24 Agustus 2010 at 08:34  Comments (20)  
Tags: , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 350 pengikut lainnya.