Hariyatie Soekarno, The Hidden Story

Judul itu adalah judul buku tentang percintaan dan pernikahan Hariyatie dengan Bung Karno, yang berlangsung antara tahun 1963 – 1967. Bung Karno menikahi Hariyatie saat berusia 63 tahun, sementara Hariyatie sang penari cantik itu baru berusia 23 tahun. Postingan ini semoga saja mengobati dahaga akan informasi seputar Bung Karno dan para wanita yang pernah singgah dan mengisi hari-harinya.

Buku ini diterbitkan oleh PT Grasindo (Gramedia Group) tahun 2001. Tidak terlalu tebal, hanya 78 halaman, tetapi cukup menarik. Selain berisi romansa percintaan keduanya, juga diseling latar belakang suasana genting yang terjadi pada periode tahun 1965 – 1966.

Yang tak kalah menarik adalah pemasangan foto-foto kenangan Hariyatie  Soekarno serta surat-surat yang ditulis tangan Bung Karno. Tampak Bung Karno begitu gemar menulis surat. Ia berkirim surat untuk merayu Hariyati… Ia berkirim surat untuk meluruskan sebuah persoalan…. Ia menulis surat untuk mengatur pernikahan…. Ia menulis surat di kala susah tidur…. Dan, ia pun menulis sepucuk surat untuk menceraikan Hariyatie….

Buku ini sungguh bermaksud menguak sisi-sisi kehidupan keduanya yang tersembunyi. Kehadiran buku ini tahun 2001, bisa jadi memang sangat dinanti oleh masyarakat luas. Hal itu mengingat, tidak semua kehidupan pernikahan Bung Karno dengan para istrinya terkuak lebar-lebar.

Dalam otobiografinya, Bung Karno hanya menyinggung Oetari, Inggit Ganasih, Fatmawati, dan Hartini. Sedangkan para istri lain, seperti Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto), Hariyatie, Yurike Sanger, Kartini Manoppo, dan Heldy Djafar tidak tersedia bahan publikasi yang lengkap. Beruntung, bersamaan jalannya sang waktu catatan-catatan tentang istri-istri Bung Karno mulai terpublikasi. Termasuk Hariyatie Soekarno.

Kisah tersembunyi Hariyatie Soekarno, dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama di bawah judul inti “Pada Mulanya Adalah Suharjati”. Empat sub judul sebagai pengurai judul inti. Pertama, “Ke Jakarta Berkat Dewi Dja”, kedua “Kembali ke Kota Surabaya”, ketiga “Mengenal Istana Kepresidenan”, dan keempat “Setelah Menari Menakjinggo”.

Bagian kedua diberinya judul inti “Meniti Garis Hidup”. Judul ini diurai dalam enam sub judul. Urut-urutan keenam sub judul itu adalah, “Menerima Lamaran Bapak”, “Ikut Barisan Sukwati”, “Membeli Rumah Slipi”, “Dua Jam di Rumah Slipi (1 Oktober 1965)”, “Pertama Kali Naik Haji”, dan “Sendiri Lagi”.

Sedangkan bagian ketiga, diisi dengan “Serba Putih: Sebuah Pilihan”, dilengkapi Kenangan Foto. Itulah gambaran umum buku Harijatie Soekarno, The Hidden Story, Hari-hari Bersama Bung Karno 1963 – 1967. (roso daras)

Published in: on 16 Mei 2010 at 05:06  Comments (6)  
Tags: , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 368 pengikut lainnya.