“Jiwa” dalam Tulisan Bung Karno

Ada “jiwa” dalam semua tulisan Bung Karno. Ini sebuah alasan mengapa saya begitu menggandrungi tulisan-tulisannya. Sodorkan kepada saya seratus tulisan tanpa nama, saya niscaya akan tahu, yang mana tulisan Bung Karno. Begitu hebatkah saya? Sama sekali tidak! Yang hebat justru Bung Karno, yang berhasil menciptakan satu karakter, satu jiwa dalam tulisan-tulisannya. Dengan begitu, bukan hanya saya, ratusan, ribuan, bahkan jutaan Sukarnois pun bisa merasakan apa yang saya rasakan.

Apakah hanya tulisan Sukarno yang seperti itu? Pertanyaan bodoh. Tentu saja tidak! Karena banyak lagi penulis-penulis yang memiliki jiwa dalam karyanya. Sebut Hatta misalnya. Sebut Cokroaminoto misalnya. Sebut Sjahrir misalnya. Sebut Tan Malaka misalnya. Semua memiliki karakter. Sehingga bagi pengkaji tulisan-tulisan Hatta, pengkaji tulisan-tulisan Cokroaminoto, pengkaji tulisan-tulisan Sjahrir, Tan Malaka, dengan mudah akan bisa mengetahui bahwa itu tulisan mereka, meski nama penulisnya dihilangkan.

Lama saya menekuni buah tangan Sukarno, hingga sampai pada satu kesimpulan, Bung Karno menulis dengan jiwa, karenanya lahir tulisan yang “bernyawa”. Bung Karno menulis dengan hati, makanya lahir karya tulis yang “bernafas”. Bung Karno menulis dengan semangat, karenanya lahir tulisan yang “membara”. Lebih dari itu, semua karya tulis Bung Karno, ditulis dengan jujur.

Apa yang hendak dituju dari postingan ini? Adalah ajakan untuk membaca karya-karya tulis Bung Karno. Bukan semata-mata buku “tentang” Sukarno. Hanya dengan begitu, kita memahami ajaran Sukarno. Hanya dengan menekuni buah tangannya, kita mengetahui konsepsi-konsepsi pemikiran Sukarno. Hanya dengan membaca dan membaca karya tulis Bung Karno, kita akan tahu Sukarno sebagai manusia. Manusia besar yang pernah dimiliki bangsa ini. (roso daras)

About these ads
Published in: on 8 Juli 2011 at 03:31  Comments (3)  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: http://rosodaras.wordpress.com/2011/07/08/jiwa-dalam-tulisan-bung-karno/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. jangan kan tulisan bung…
    Sy alhamdulillah mskipun telat,tp sy bs menyimak berbagai artikel ttg bapak bangsa ini,
    Sy sewaktu SD gak pernah denger suara bung karno,stelah usia 22th sy bru tergerak mencari berbagai pidato bung karno,meskipun tak lengkap tp jelas “suara” beliaupun bs membuat sy tergugah,,terasa jelas perbedaan beliau dgn presiden ke 2 sd ke 6 …
    Ttp semangat om Roso utk bikin artikel2 lain ttg bung karno,,soalnya media2 sperti ini yg di butuhkan pemuda2 di negara ini..(nampaknya kurikulum pendidikan pun acuh thd sejarah pendiri bangsa sendiri)
    Tks…

  2. jangan kan tulisan bung…
    Sy alhamdulillah mskipun telat,tp sy bs menyimak berbagai artikel ttg bapak bangsa ini,
    Sy sewaktu SD gak pernah denger suara bung karno,stelah usia 22th sy bru tergerak mencari berbagai pidato bung karno,meskipun tak lengkap tp jelas “suara” beliaupun bs membuat sy tergugah,,terasa jelas perbedaan beliau dgn presiden ke 2 sd ke 6 …
    Ttp semangat om Roso utk bikin artikel2 lain ttg bung karno,,soalnya media2 sperti ini yg di butuhkan pemuda2 di negara ini..(nampaknya kurikulum pendidikan pun acuh thd sejarah pendiri bangsa sendiri)
    Tks…ikel ttg bapak bangsa ini,
    Sy sewaktu SD gak pernah denger suara bung karno,stelah usia 22th sy bru tergerak mencari berbagai pidato bung karno,meskipun tak lengkap tp jelas “suara” beliaupun bs membuat sy tergugah,,terasa jelas perbedaan beliau dgn presiden ke 2 sd ke 6 …
    Ttp semangat om Roso utk bikin artikel2 lain ttg bung karno,,soalnya media2 sperti ini yg di butuhkan pemuda2 di negara ini..(nampaknya kurikulum pendidikan pun acuh thd sejarah pendiri bangsa sendiri)
    Tks…

  3. suara hati ditangkap hati.. hati mampu memilah baik-buruk..asli-palsu..murni-tak murni.. dan BK memang berhati Indonesia dalam takaran semesta..BK adalah soko-guru jagad raya.. lha wong nyamuk ae gak dipateni, rek.. salam…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 363 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: