Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila (ke-1)

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka tuan Ketua yan mulia. Apakah permintan Paduka tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepad sdang Dkuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nati akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang Mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: “Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan: Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan “merdeka”.

Merdeka buat saya ialah “political independence”, politieke onafhankelijkheid. Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini “zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil “Zwaarwichtig” sampai kata orang Jawa “jelimet”. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu.

Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai, sampai jelimet! Maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.

Bacalah buku Amstrong yang menceritakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka.

Lihatlah pula jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih daripada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang di sini mau mendirikan negara Indonesia Merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, PT Zimukyokutyoo! Berdirilah saya punya buku, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulu semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai jelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia merdeka, sampai di lobang kubur! (tepuk tangan riuh)

Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 33 saya telah menulis satu risalah. Risalah yang bernama “Mencapai Indonesia Merdeka”. Maka di dalam risalah tahun 33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politike onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah suatu jembatan, satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa di seberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.

Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam, in one night only! kata Amstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirkan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyad dengan 6 orang! Sesudah “jembatan” itu diletakkan oleh Ibn Saud, maka di seberang jembatan, artinya kemudian daripada itu, Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade, yaitu orang Badui, diberi pelajaran bercocok-tanam. Nomade diubah oleh Ibn Saud menjadi kaum tani, semuanya di seberang jembatang.

Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet Rusia Merdeka, telah mempunyai Djnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Djeppr? Apa ia telah mempunya radio-station, yan menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis?

Tidak, tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lenin baru mengadakan radio-station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan Greche, baru mengadakan Djnepprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada tuan-tuan sekalian, janganlah tuan-tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita dapat merdeka. Alangkah berlainannya tuan-tuan punya semangat, jikalau tuan-tuan demikian, dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya. Dua milyun pemuda ini menyampaikan seruan pada saya, 2 milyun pemuda itu semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang!!! (Tepuk tangan riuh)….

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, padahl semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan “INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka Sekarang, sekarang, sekarang! (Tepuk tangan riuh)….

Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia Merdeka, kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar-hati! Saudara-saudara, saya peringatkan sekali lagi, Indonesia Merdeka, political Independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseikan diganti dengan orang yang bernama Tjondro Asmoro, atau Soomubutyoo diganti denga orang yang bernama Abdul Halim. Jikalau umpamanya Butyoo-Butyoo diganti dengan orang-orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke onafhankelijkheid, in one night, di dalam satu malam!

Saudara-saudara, pemuda-pemuda yang 2 milyun, semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka, sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon sekarang menyerahkan urusan negara kepada saudara-saudara, apakah saudara-saudara akan menolak, serta berkata mangke rumiyin, tunggu dulu, minta ini dan itu selesai dulu, baru kita berani menerima urusan negara Indonesia Mereka? (Seruan audiens: Tidak! Tidak!)

Saudara-saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balantentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menit pun kita tidak akan menolak, sekarang pun kita menerima urusan itu, sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang Merdeka! (Tepuk tangan audiens menggemparkan)

Saudara-saudara, tadi saya berkata, ada perbeaan antara Sovyet Rusia, Saudi Arabia, Inggris, Amerika dan lain-lain tentang isinya: tetapi ada satu yang sama, yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Musyik-musyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis. Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negaranya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, saudara-saudara, semua siap-sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia, masak untuk Merdeka. (Tepuk tangan riuh)

Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji f500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai meja kursi, yang selengkap-lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu perak satu set, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin.

Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu “meja makan”, lantas satu sitje, lantas satu tempat tidur.

Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat tidur: kawin.

Sang Ndoro yang mempunyai rumah gedung, electrische kookplaat, tempat tidur, uang bertimbun-timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig, belum tentu mana yang lebih bahagia, Sang Ndoro dengan tempat-tidurnya yang mentul-mentul, atau Sarinem dn Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, saudara-saudara! (tepuk tangan, dan tertawa).

Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati Sang Ndoro yang baru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver satu kaset plus kinderuitzet, buat 3 tahun lamany! (tertawa)

Saudara-saudara, soalnya adalah demikian: kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah, saudara-saudara sekalian. Paduka tuan Ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian PT Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekan Saudara-saudara, jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! (tepuk tangan riuh)

Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu persatu. Di dalam Sovyet Rusia Merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Sovyet Rusia satu persatu.

Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata: Kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak disentri, banyak penyakit hongerudeem, banyak ini banyak itu, “Sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian merdeka.”

Saya berkata, kalau ini pun harus diselesaikan lebih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyehatkan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat, di dalam Indonesia Merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan “jembatan”. Di seberang jembatan, jembatan emas, inilah baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.

Tuan-tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Tidakkah kita mengetahui, sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh-puluh pembicara, bahwa sebenarnya internasionaalrecht, hukum internasional, menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko-neko, yang menjelimet, tidak! Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk internasionaalrecht. Cukup, saudara-saudara. Asal ada buminya, ada rakyatnya, ada pemerintahan, kemudian diakui oleh salah satu negara yang lain, yang merdeka, inilah yang sudah bernama: Merdeka. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak perduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak perduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.

Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka atau tidak? Mau merdeka atau tidak? (Hadirin serempak menjawab: Mauuu!) –(Bersambung)

About these ads
Published in: on 29 Mei 2010 at 14:29  Comments (51)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: http://rosodaras.wordpress.com/2010/05/29/pidato-bung-karno-1-juni-1945-lahirnya-pancasila-ke-1-2/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

51 KomentarTinggalkan komentar

  1. pidato yg hebat…

  2. Tulisannya menambah inspirasi coretanku nih,..thanks yaaa

    “Tips dan Trik Dunia Internet”

  3. Seandainya sekarang dia ada,,,

    • pasti harga diri bangsa ini tidak diremehkan seperti sekarang!!!

      • ia gk ada tuh “penjahat negara” yang plesiran saat akan di sidang

  4. mantap banget!! benar2 menggugah semangat nasionalisme yang hampir padam… Merdeka!!

  5. Bung Karno merupakan orang berwatak briliant, sungguh ia memiliki pemiliran yang jenius, benar2 tokoh favorit saya..

  6. Pidato yang hebat luar biasa, kenapa saya baru baca sekarang ya? Mau cari sambungann nya ah…..

  7. pidato yang sangat hebat

  8. aaddoohh.. bangganya punya presiden pertama seperti dia… tp pidatonya ini kpn dibacakan?? dimana??

  9. Bung Karno Hebat, tapi sekarang kita melarat karena tidak mengamalkan nya. mengambil abunya pidato bung karno bukan abunya.

  10. good speech…!!

  11. sebenarnya islam mempunyai pandangan yang lebih luas dari nasionalis
    kunjungi blog saya ya
    http://www.ngobrolislami.wordpress.com

    ferry

    • o really ??? u mad brah ?

      • bukannya gara” KeTuhanan Yang Maha Esa di tempatkan di sila 1,, Indonesia menjadi tidak dapat bersatu??

      • ah ga juga, itu kan gara2 1 pihak yang terlalu pengen berkuasa, kasihan..

    • saya juga orang islam, namun kaum yang memiliki kepentingan sebelah mata,apa bisa memperlakuakn orang minoritas secara adil?bagaimana dgn saudara kita di papua?pedalaman kalimantan?sumut? bukankah mereka milik indonesia juga? coba anda keliling indonesia, dari sibolga, padang sidimpuan, tarutung, siborong2, balige, rao, bukit tinggi padang, pontianak, pangkalan embun, muara tewe, tanjung selor, gunung bayan, tanjung isui, samarinda, makasar palu, ende, maumere,….anda akan tau kenapa ada pancasila

      • saya sangat setuju sekali, saudara-saudara kita yg tersebar di kepulauan nusantara terdiri atas beragam suku etnik bahasa agama, kepercayaan, dll, bukan hanya 1 golongan saja.

  12. gmn ya rangkumannya dr pidato di atas???????

  13. luar biasa

  14. Luar biasa,,,
    tapi sayang Pancasila, Pancasila sudah terkhinati oleh pemerintah yang berkuasa hari ini..

    • dan kita cuma diam saja

  15. :)

    semoga kita tidak hanya kagum pada Beliau, namun juga bisa menerapkan keteladanan Beliau.

    Buat yang ingin baca tulisan saya tentang

    “Jangan Cuma Bisa Salahkan Pemerintah”

    silahkan klik link di bawah

    http://dog-eats-shit.tumblr.com/post/4877262947/abstain

    Terimakasih :)

  16. Mudah-mudahan Bangsa ini tidak terlalu lama menunggu pemimpin sekaliber Bung Karno.

  17. Biarlah Bung Karno menjadi inspirasi dan kekuatan bagi bangsa yang besar ini tapi menjadi kerdil karena tidak mempunyai pemimpin yang cakap. Mudah-mudahan kita dapat segera mempunyai pemimpin sekaliber Bung Karno.

  18. aku rindu sosok pak karno…..pemimpin negara yang tegas dan berani…gk sibuk cari-cari kejelekan orang ataupun negara lain untuk nutupin kesalahan sendiri…….

  19. siapkan RI 1 adalah yang memahami Amanah bagi Rakyat semesta yang di wariskan oleh Bungkarno,… agar keberpihakan pada rakyat bisa nyata..

  20. Bung Karno emang aku akui The Bezt bgt, seandainya dia msh ada negara kita yakni Indonesia pasti tidak seperti sekarang ini… pemerintah byk yg Korupsi, yg ini lah, yg itu lah… dan klw memang dia msh ada byk yg tertib dan teratur.. dia mmg salah satu tokoh pejuang faforitku… MERDEKA….

  21. Bung Karno emang The BeZT dehhh…. Kita memang hrz bangga mempunyai Presiden pertama seperti dia, dia juga yang membacakan proklamasi kemerdekaan…. Seandainya dia msh ada pasti negara kita tdk menjadi seperti skrg ni…. N Bung Karno merupakan salah satu tokoh pejuang faforit saya……… MERDEKA…………

    • siiihiiii
      aseekk dahh

  22. kenapa saya baru sekarang membaca isi pidato ini. sungguh luar biasa berbanggalah kita mempunyai sosok presiden seperti bung karno..andai dia masih ada mungkin negara kita tidak seperti ini

    semangat bung karno!!semangat kita semua jadikan negara kita menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya…kita adalah penerus bangsa!!…

  23. tak maksut
    haha

  24. di sungai pulai ada pembunuhan
    ak atut

  25. [...] Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila (ke-1) Posted: 27 September 2011 by fhinzzcoepoe in Uncategorized 0 Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila (ke-1) [...]

  26. sangat terasa, bagaimana beliau bebas,,lepas..melesat…
    bahkan dunia mengakuinya, seorang negarawan ulung…

  27. wow memang pantas soekarno dijuluki macan podium

  28. I Miss U Bung..

  29. SEANDAINYA SISTEM PEMERINTAHAN SEKARANG INI………BISA BERJALAN SEPERTI APA YANG DISAMPAIKAN BAPAK SOEKARNO DALAM PIDATONYA…………PASTI NEGARA KITA AKAN LEBIH BAIK DAN TIDAK MENDERITA SEPERTI SAAT INI……………DAN SEMUANYA INI ADA KARENA KEMUNAFIKANNNNNNNNN…………………..

    • iya, maka dari itu kita semua rakyat indonesia harus kritis terhadap para pemimpin di jakarta. jangan hanya cuek, apatis….

  30. Sekarang orang banyak bicara.. talk only no action…

    Mau bandingin dengan soekarno… wah ..amit.. amit.. Bapak kita ini memang lebih dari luar biasa..hebat…

  31. ‘Pidato terhebat sepanjang masa dari seorang yang luar biasa…….

    • yang dilupakan oleh bangsanya sendiri, yang lebih menyukai kemerdekaan semu, kesejahteraan semu…

  32. Soekarno manusia Luar Biasa yang pernah di miliki bangsa Indonesia

  33. he is my teacher…

  34. Outstanding speech, extra ordinary man…Proud!!
    Generasi masa depan Indonesia wajib baca ini…..

  35. sesunguhnya beliyau manuasia yang tidat biasa…..
    aku bangga punya bapak bangsa…..
    bapak Soekarno …

  36. Amerika, jepang, taiwan, msia, korea kaya raya walau tak punya pancasila. Kita kere walau memuja2 pancasila tiap detik. Ideologi tak berguna, hanya cocok untuk org yg pgn kere sampai lebur kiamat.

    • Maaf anda salah. Silakan simak perjalanan Bung Karno dari remaja sampai dikudeta suharto. Pancasila selama 32 tahun, selama orde baru justru diputarbalikkan atau tidak pernah diterapkan. orde baru adalah boneka AS untuk mengeruk sumberdaya alam Indonesia. saat ini pun masih seperti itu. oleh orde baru dan pengikutnya dilakukan “Pancasila untuk Menghancurkan Pancasila”.
      RI bukan hanya terdiri satu-dua kota, bukan hanya terdiri dari satu-dua suku, dst, dst, makanya diperlukan Pancasila. pun begitu, Pancasila (1 juni 45) masih dikorupsi oleh antek-antek nekolim…
      dan bukan setahun dua tahun BK memikirkan RI, tetapi seumur hidup… sampai2 di luar negeri, RI=Soekarno.

  37. Pendapatku sebaiknya kita sebagai generasi penerus mengambil semua hal2 yg baik dan benar dari pemimpin kita terdahulu. Kita buang hal2 yg buruk dari beliau2, karena ditangan kita maju dan mundurnya bangsa ini. Jgn pernah kita hanya berkutat dgn perbedaan pendapat yg amat diharapkan oleh kapitalisme, imperialisme dan kolonialisme gaya baru yg menginginkan bangsa kita terpecah belah sehingga tanpa disadari kita semua telah menghianati kakek2 kita yg telah mengorbankan darah maupun jiwa mereka untuk merebut kemerdekaan yg seharusnya kita harus mempertahankan maupun mengisi kemerdekaan dengan “Mencerdaskan, Mensehatkan, Mensejahterakan, Membuat rasa aman, menegakkan Hukum dgn Adil dan Benar menuju Kemakmuran bagi alam semesta” yg mana perjuangan yg telah dirintis oleh Kakek dan Nenek moyang kita sejak ratusan thn silam melalui pengorbanan yg panjang yg dilakukan dgn sepenuh hati tanpa berharap kepada siapapun selain kepada Bangsa dan Negara atas Ridla dan Izin Allah yg Maha Besar dan Maha Kuasa.

  38. MDS.
    Pada saat bangsa Indonesia masih diselimuti keraguan apakah sudah saatnya Indonesia merdeka??? mampukah kita mengelola negara sebesar ini??? pada saat seperti itu Bung Karno tampil dengan gagah berani memberikan motivasi dan pencerahaan bahwa kemerdekaan harus kita raih secepatnya tanpa harus menunggu kondisi yang lebih siap, lebih baik, lebih sempurna, karena kemerdekaan dalah jembatan emas menuju Indonesia yang adil dan makmur.
    Bung Karno telah berhasil memotivasi bangsa Indonesia waktu itu sehingga kita berani “merdeka”
    Tapi sayang kemerdekaan yang kita raih pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata belum berhasil menjadi jembatan emas menuju Indonesia yang adil dan makmur.
    Pertanyaannya sampai kapankan cita-cita luhur itu akan tercapai???
    kapankan kita mendapat pimpinan yang dapat mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur yang didukung dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa.
    Semoga kita selalu masih memiliki optimisme akan mendapatkan seorang pemimpin yang amanah, iklas, berani dan pintar untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka.
    Kita harus yakin sambil berdoa semoga Tuhan YME akan segara mengutus satu dari sekian ratus juta putra-i terbaik bangsa Indonesia menjadi nahkoda melabuhkan kapal besar Indonesia kepulau keadilan dan kemarmuran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 363 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: