Nyaris Dibantai Nica, Bung Karno Diselamatkan Tentara India

Jl Kramat Raya Tempo Doeloe-OK

Pasca proklamasi, suasana kian genting. Keterpurukan Jepang dari Sekutu, serta belum adanya perintah menyerah dari Kaisar, membuat serdadu Jepang yang ada di Indonesia frustrasi. Dalam situasi seperti itu, Sekutu kembali mendarat di Bumi Pertiwi, hendak mengoyak-koyak kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta, atas nama rakyat Indonesia.

SOEKARNOSyahdan, sebelum Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya memutuskan hijrah ke Yogyakarta tahun 1946, sebelumnya telah dipicu oleh sebuah peristiwa upaya pembantaian terhadap Bung Karno oleh para tentara Sekutu gabungan di Jl.Kramat, Jakarta Pusat. Peristiwanya bermula ketika pada suatu hari, Bung Karno hendak mengunjungi dokter pribadinya, Dr. R. Soeharto yang beralamat di Jl. Kramat 128, Jakarta Pusat. Apa lacur, ketika hendak mencapai tujuan, sekelompok tentara Sekutu mencegat mobil Oldsmobile yang membawa Bung Karno. Mereka langsung mengepung dan mengarahkan senapan berbayonet ke arah mobil Sukarno. Senapan itu telah dikokang sebelumnya. Itu berarti, peluru setiap saat bisa dimuntahkan guna membinasakan proklamator kita.

Peristiwa itu, sontak menggegerkan masyarakat yang melihatnya. Kabar tersebar begitu cepat, laksana tertiup angin. Salah satu menerima kabar adalah Tabib Sher, seorang tabib asal India yang membuka praktek di Jl. Senen Raya, tak jauh dari Jl. Kramat Raya. Kebetulan, saat kabar diterima, di situ tengah berkumpul para serdadu Sekutu yang beretnis India muslim.

Tabib Sher yang memang pro kemerdekaan Indonesia, dan juga pendukung Sukarno, kontan mengajak para serdadu Sekutu India muslim dan sejumlah pejuang, menuju TKP (tempat kejadian perkara). Terjadilah pemandangan sengit, ketika tentara Sekutu India Muslim menodongkan senapannya ke arah rekan tentara Sekutu gabungan Inggris dan Belanda. Tentara Nica Sekutu diperintahkan meletakkan senapan dan mengangkat tangan. Perang mulut tak terhindarkan. Nica semula bersikukuh hendak menghabisi, setidaknya merangsek Bung Karno sebagai “musuh nomor satu” Nica.

Sekutu Vs TRI

Tentara Sekutu India Muslim mengokang senapan dan siap berbaku tembak. Ciut nyali serdadu Nica, mereka mundur teratur sambil melontarkan sumpah serapah. Mundurnya Nica, diikuti gerakan serdadu India Muslim dengan tetap menodongkan senapannya.

Dr Soeharto yang menyaksikan dari depan rumahnya, segera menghambur menjemput Sukarno, manakala dilihat tentara Nica mundur teratur. Bung Karno segera menuju rumah Dr. Soeharto yang tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah situasi mereda, diketahuilah, bahwa tentara-tentara Nica yang jengkel dan kecewa karena digagalkan merangsek Sukarno, melampiaskan amarahnya pada mobil Bung Karno. Kaca dipecah, ban ditusuk bayonet, body dibuat penyok, dan amukan-amukan lain tertuju pada mobil tak berdosa.

Adalah Tabib Sher pula yang kemudian menderek mobil Bung Karno, memperbaikinya, dan menyerahkan kembali kepada Bung Karno melalui dr. Darmasetiawan yang waktu itu menjabat Sekjen Kemnterian Penerangan dan berkantor di Jl. Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Bung Karno sendiri dikabarkan sudah berada di Yogyakarta. (roso daras)

About these ads

The URI to TrackBack this entry is: http://rosodaras.wordpress.com/2009/06/01/nyaris-dibantai-nica-bung-karno-diselamatkan-tentara-india/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 368 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: